Ranjau Sawit Ancam Pengendara By Pass Padang

Gambar*By Pass Lubeg-Telukbayur Hancur

Selain jalan yang rusak parah, jalur By Pass Lubukbegalung-Telukbayur juga mendapatkan “penyakit” baru. Pengendara roda dua, empat, hingga 10 yang biasa melintas, dipaksa ekstra hati-hati melaju. Ranjau cangkang sawit, siap menebar ancaman, dan telah sering makan korban.

Pantauan Koran ini kemarin, cangkang sawit berserakan di beberapa titik, jalan yang tengah dalam masa perbaikan. Laju roda dua bisa tidak stabil pada jalan yang menjadi jalur utama menuju pelabuhan yang dipenuhi gudang dan stockpile (penumpukan) cangkang sawit dan batubara itu.

Daniel (45), warga Telukbayur yang melintas mengeluhkan, jalan yang tidak kunjung membaik di sana. Dia mengaku kadang harus memutar jauh ke Kotobaru, Lubeg, kalau tengah membawa anggota keluarga. Pasalnya, risiko berkendara di By Pass Lubeg begitu besar. “Kalau saya jalan sendiri tiap hari kerja, ya terpaksa hati-hati,” kata karyawan distributor semen ini.

Sementara Angko (55), warga Pampangan, Lubeg mengaku sudah malas melintas di jalur By Pass, karena parahnya kondisi jalan. “Belum lagi jalan rusak, debu, padat truk, sekarang juga ada cangkang sawit yang berserakan di sana-sini. Lebih baik saya lewat jalan mancik (kecil) saja,” katanya. Read more

Bank Nagari-Bernas Jelang HUT Emas

12 Maret 2012, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar, atau Bank Nagari genap berusia 50 tahun. Jelang hari ulang tahun (HUT) emas itu, pada tahun 2011 beragam prestasi telah ditorehkan, dan pertumbuhan yang sangat menggembirakan. Bermacam perhargaan didapat, bukti pengakuan tingkat nasional, akan bernasnya Bank Nagari.

Menutup tahun 2011 lalu, setidaknya, tidak ada cacat yang terjadi di laporan keuangan perbankan milik masyarakat Sumbar ini. Selain itu, Bank Nagari tidak lupa membagi kebahagiaan dengan menyalurkan sebagaian keuntungan langsung kepada masyarakat, dalam bentuk santunan dan beasiswa pendidikan mencapai Rp2,6 miliar.

“Sebagai bank milik masyarakat dan pemerintah Sumbar, kami akan terus menggerakkan ekonomi masyarakat, dan membantu segala keperluan masyarakat, dalam bentuk CSR (corporat social responsibility). Karena, itulah tujuan utama bank ini didirikan 50 tahun silam,” sebut Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Asmi, dalam keterangan persnya untuk ekspose kinerja 2011.

Satu hal yang membanggakan jelang HUT emas itu adalah, terjadinya pertumbuhan penyaluran kredit atau pinjaman ke masyarakat mencapai 29,46 persen. Artinya, Bank Nagari telah benar-benar mampu memberikan jaminan permodalan bagi masyarakat Sumbar, untuk mengembangkan usaha – menggerakkan ekonomi.

Read more

Arsenal telah Menang

MESKI disebut tak memenangkan gelar apapun sejak 2005, tapi permainan Arsenal terus membuat kesan yang mendalam. Paling tidak, tak ada kata bosan untuk menikmati setiap pertunjukan Arsenal di seluruh kompetisi yang diikuti. Permainan cantik dengan sentuhan-sentuhan pendek, hanya akan tertandingi oleh Barcelona di Liga Spanyol.

Masih ingat, bagaimana Arshavin membungkam Barcelona di leg pertama penyisihan pertama UEFA Champion League (UCL). Bagaimana van Persie dengan cantiknya menipu Valdes. Tapi, peruntungan memang masih belum bersama The Gunners. Kalah di Catalan harus memupus harapan. Harapan yang sepekan sebelumnya juga pupus di Piala Carling di tangan Birmingham City. Namun, saat jumpa Man United di Old Trafford di FA Cup, The Young Guns juga harus gigit jari. Dua gol tanpa balas, menghapus mimpi lain.

Sekarang, gelar Liga Premier juga makin menjauh. Realistis, Prof Wenger hanya mengejar satu posisi UCL musim depan. Tentunya, dengan skuad yang jauh lebih matang daripada sekarang. Skuad yang sama, namun penuh pengalaman, untuk membungkam lawan-lawannya. Skuad yang tidak lagi harus kehilangan angka di menit-menit akhir pertarungan. Bravo Gunners, saya yakin itu.

Sebagai seorang pecinta Arsenal sejak SMP, saya masih ingat bagaimana Bergkamp, dan Henry menjadi raja di raja di Inggris. Dua masa yang sedikit berbeda, namun memiliki misi dan kekuatan  yang sama. Jika keduanya dibandingkan dengan van Persie dan Nasri, sepertinya dua jagoan muda lebih baik. Mungkin, percaya diri mereka yang masih kurang. Soal mental juara, Arsenal adalah juara sejati. Juara yang menunggu mahkota terbaik. Musim depan, adalah segalanya. (*)

Aset Bank Nagari Capai Rp11 Triliun

MENUTUP Maret 2011, PT Bank Pembangunan Darah (BPD) Sumbar, atau Bank Nagari telah mencatatkan aset senilai Rp11 triliun. Angka meningkat dari akhir tahun 2010 lalu, Rp10,3 triliun. Target untuk mencapai aset Rp12 triliun sudah di depan mata.

Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Asmi bahkan menyebutkan, 2025 mendatang, bank milik pemerintah Sumbar ini akan beraset Rp25 triliun. “Asumsinya, tiap tiga bulan kita bertumbuh Rp500 juta, maka target itu akan tercapai,” sebut Suryadi, Kamis (31/3) saat berbincang dengan wartawan.

Katanya, selama 2010 lalu, aset Bank Nagari bertumbuh sebesar 26,4 persen dengan total nilai Rp10,3 triliun, sementara aset 2009 berjumlah Rp8,195 triliun. Angka tersebut telah melebihi target sebesar 102,83 persen yang dibuat di awal tahun yaitu sebesar Rp10,075 triliun.

Suryadi menyebutkan, dengan meningkatnya aset bank, secara tidak langsung akan meningkatkan nilai kredit kepada masyarakat. Dia menyebutkan, realisasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2010 berjumlah Rp71,2 miliar. “Tahun ini, tentu dana yang akan disalurkan jauh lebih banyak,” katanya.

Menurut mantan direktur keuangan ini, dengan aset yang sudah lebih dari Rp10 triliun, makan Bank Nagari wajib untuk mengumumkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) per 31 Maret 2011. “Saat ini angka suku bunga di Bank Nagari berkisar 12,5 hingga 13 persen,” sebut Suryadi Seperti menyikapi kewajiban dalam Surat Edaran BI Nomor 13/5/DPNP tentang Transparansi Suku Bunga Dasar Kredit tersebut. (rvi)

Bank Nagari Cabang Bandung Mulai Tuai Laba

BANDUNG, METRO
Bank Nagari Cabang Jakarta berlari mengejar aset Rp1 triliun, sementara di Jawa Barat, Bank Nagari Cabang Bandung baru menuai sedikit senyum. Cabang kedua — setelah ibu kota itu, mulai menuai keuntungan pada 2009, setelah dibuka 5 Desember 2007 lalu.

Kepala Bank Nagari Cabang Bandung, Widya Lestari menyebutkan, saat beroperasi satu tahun pertama, tercatat pada 2008 cabang yang dipimpinnya mengalami kerugian mencapai Rp3,8 miliar. Namun saat ini, mereka sudah mampu membukukan laba sebesar Rp708 juta di tengah persaingan 2.801 kantor perbankan di Jawa Barat.

“Kami menargetkan, pada penutupan tahun 2010 ini, Bank Nagari Cabang Bandung mampu mendapatkan laba hingga Rp1 miliar. Melihat perkembangannya, pada Mei 2010 kita masih memiliki laba di posisi Rp500 juta, jadi tidak mustahil untuk mendapatkan target yang dibebankan pusat,” kata Widya di kantornya Jalan Lengkong Besar 49 A, Bandung, Jawa Barat.

Saat bersilahturahmi dengan forum wartawan Bank Nagari, Widya membeberkan, dengan pegawai 17 orang, cabang yang dipimpinnya mampu terus eksis dan bersaing di dunia perbankan Bandung. Bahkan, Widya berani menyebut, kredit yang disalurkan oleh cabang Bandung, tidak ada yang mengalami kemacetan, alias lancar.

“Kami memang sangat sensitif terhadap kemacetan kredit. Karena, aset yang ada masih kecil, yaitu Rp169,890 miliar, pada Juni 2010. Karena itu, kami benar-benar menyeleksi, setiap debitur (peminjam) Bahkan, mereka yang mengikuti program kredit, harus benar-benar orang yang dikenal, dan dikenalkan oleh debitur lancar sebelumnya,” tegas Widya.

Disinggung soal perjalanan aset cabang Bandung, Widya tak enggan untuk buka-bukaan. Pada 2008, cabang Bandung hanya memiliki aset 38,419 miliar saja. Angka itulah yang menjadi lompatan awal, untuk terus eksis. Dalam perjalanan, aset tersebut meningkat Rp109,549 miliar (akhir 2009), Rp 119,502 miliar (Mei 2010). “Targetnya, akhir 2010 ini, aset mencapai Rp190 miliar,” sebut Widya.

Untuk tetap esksis, Bank Nagari Cabang Bandung telah memiliki jaringan yang baik. Mereka telah mampu menjadi “pemain” dalam perkreditan di Pasar Baru, Kota Bandung, dan mulai melirik dan dilirik corporate (perusahaan) lokal dan nasional di daerah itu. “Upaya ini dilakukan dengan terus melakukan pendekatan, sejak dari pegawai hingga kepala cabang,” sebut perempuan awet muda ini.

Beberapa perusahaan yang telah mulai dirangkul, sebut Widya, adalah PT Telkom, Pindat, TPPN, PT Pos, dan dana pensiun berbagai perusahaan lainnya. “Saat ini kami juga tengah menjalin komunikasi dengan Universitas Padjajaran (Unpad), untuk memasilitasi mahasiswa Sumbar yang belajar di sana. Ini mungkin mirip dengan kerja sama dengan UNP dan Unand di Kantor Pusat,” sebut Widya. (rvi)

Bank Nagari Cabang Jakarta Tuju Rp1 Triliun

JAKARTA, METRO
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau yang dikenal dengan Bank Nagari terus menancapkan kukunya di luar Sumbar. Tujuan utama untuk “mengembalikan” uang rantau ke daerah, mulai menunjukkan hasil maksimal. Bank Nagari Cabang Jakarta, hampir membukukan aset senilai Rp1 triliun.

Kepala Bank Nagari Cabang Jakarta, Irwan Zuldani menyebut, keberadaan BPD Sumbar di luar sumbar adalah, untuk “melawan” arus bertumbuhnya bank konvensional di Sumbar. Menurutnya, jika sebagian besar dana masyarakat Sumbar yang “mangkal” di bank konvensional ditransfer ke ibu kota, Bank Nagari berlaku sebaliknya.

“Itu adalah tujuan utama, kenapa cabang Jakarta dibuka sejak 26 Juni 1996 lalu,” ujar Iwan Zulnadi yang ditemui di Kantor Bank Nagari Cabang Jakarta, di Jalan Melawai Raya Nomor 19 A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan lalu. Kantor itu, baru ditempatinya sekitar satu bulan terakhir.

Selain kantor cabang di Melawai Raya, Bank Nagari juga memiliki kantor cabang pembantu (capem) di Tanah Abang, Cipulir dan Keramat Jati. “Insya Allah, jika Kantor Perwakilan Pemprov Sumbar di Matraman kelar dibangun, kita juga akan membangun sebuah kantor capem,” kata Irwan, saat dikunjungi forum wartawan bank nagari tersebut.

Bagi Irwan, tak mudah bersaing di ibu kota yang disesakkan oleh 135 bank dengan ribuan kantor. Katanya, terakhir, jumlah BPD yang “mangkal” di Jakarta sudah mencapai angka 11. “Yang membuat kami yakin adalah, kami merupakan BPD perdana yang membuka cabang di Jakarta,” sebut mantan kepala Bank Nagari Cabang Simpangempat, Pasbar ini.

Disinggung soal aset terakhir, Irwan menyebutkan, cabang Jakarta telah menorehkan angka Rp800 miliar pada Juni 2010. Jumlah itu, meningkat dari posisi akhir 2009 yang hanya Rp653 miliar. Dana pihak ketiga, pada aset yang mendekat Rp1 triliun itu mencapai Rp775 miliar dengan angka kredit Rp280 miliar pada akhir Juni.

“Artinya, dari aset sebesar Rp800 miliar, dan kredit hanya Rp280miliar, Bank Nagari Jakarta memiliki dana Rp520 miliar yang disalurkan kembali ke Sumbar, atau kantor pusat di Padang. Dana itu berpotensi bertambah, jika target Rp1 triliun kita tercapai pada akhir tahun ini,” optimistis Irwan.

Bank yang berposisi di daerah strategis itu telah berhasil menggaet lebih dari 1.000 nasabah di Jakarta. Nasabah Bank Nagari, kata Irwan, cukup beragam. Dari mulai perorangan, hingga perusahaan besar, baik milik pemerintah, atau swasta. “Kami juga telah menghimpun deposito dan giro dari berbagai perusahaan besar,” sebut Irwan.

Pasar paling besar Bank Nagari adalah, Badan Usaha Logistik (Bulog), PT Askes, Taspen, Perum Perkebunan, PLN, dan berbagai bank lainnya. “Karena persaingan yang cukup ketat, kami menetapkan suku bunga standar, dengan pelayanan maksimal,” kata Irwan yang tak menutup-nutupi, 2009 lalu, Bank Nagari baru berhasil meraup untung Rp170 juta. “Kami punya terget laba sampai Rp3,5 miliar.”

Sebagai perbankan yang terus tumbuh, persoalan kredit macet juga dialami. Bahkan, tahun lalu, Bank Nagari Jakarta memiliki angka kredit macet mencapai 10 persen. “Angka ini memang cukup besar, tapi kita terus memaksimalkan pencairan, dan melakukan penanggulangannya,” tegasnya.

Langkah yang dilakukan, kata Irwan, dengan menetapkan tiga kiat mengatasi kredit macet yang telah mulai menampakkan hasil. “Melakukan klasifikasi kredit macet, penjadwalan ulang pembayaran kredit, dan melelang aset nasabah yang sudah jatuh tempo,” terang Irwan. (rvi)

AzzwarS & Sons Hadir di Jati

02052010749LAGI, AzzwarS & Sons membuka toko atau gerai terbaru Sabtu (1/5) lalu di Jalan Perintis Kemerdekaan, atau Jati, Padang. Manejer AzzwarS & Sons, Topan Adriansyah ST MM menyebutkan, kawasan yang mereka dapuk untuk kawasan Jati dan sekitarnya, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 3, simpang tiga Jati dan Sawahan, merupakan kawasan strategis.

“Kami ingin memberikan kenyamanan buat pelanggan dalam memilih parfum. Karena itu, akan terus memberikan lokasi yang terbaik untuk konsumen memilih parpum,” kata Topan, saat peresmian operasi gerai terbaru AzzwarS & Sons tersebut.

Di lokasi baru itu, kata Topan, konsumen yang mereka anggap sebagai sahabat bisa memilih parfum secara santai. Karena, gerai tersebut sebenarnya berawal dari rumah hunian. “Jadi, kesan santainya masih tetap terasa,” kata jebolan Magister Manajemen UNP ini.

Beberapa produk unggulan parfum di “area wangi” yang disebut House of Fragrance ini adalah, red saphire, jade, amethist, jade, inspiration, eau de marseile, premier amoir, love at summer, dan masih banyak yang lainnya. “Tetap saja, AzzwarS & Sons akan memberikan diskon khusus kepada para konsumen,” sebut Topan lagi.

Sebelumnya, setelah kehilangan sebuah gerai di kawasan Pondok saat gempa dengan cepat, AzzwarS & Sons membuka gerai baru di kawasan, Gunuang Pangilun. Pada 10 Januari lalu, toko di Jalan Gajah Mada nomor 20, telah beroperasi dan didatangi konsumen.

“Alhamdulillah, gerai di Gunung Pangilun sudah cukup baik. Karena itu kami kembali membuka toko baru di daerah Jati. Semua untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami yang Insya Allah terus membesar,” katanya Topan yang sering on line di facebook Azzwars Perfume yang dapat di add dengan alamat azzwars@gmail.com. (rvi)

Padang: Tahun Baru Wali Kota Baru

Demo 2GERAKAN sosial (social movement) para pedagang Pasar Raya bakal mencapai puncaknya. Memasuki pergantian tahun, mereka yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar (APP) tersebut, bakal mencoba mengganti pimpinan kota, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Tahun baru wali kota baru,” ujar Koordinator APP Budi Syahrial, Senin (28/12) saat bersilahturahmi dengan Ketua Koperasi Pedagang Ikan Asin (Kopika) Alfi Malin di sekretariat koperasi itu. “Itu langkah terakhir kita, untuk memecah kebuntuan aspirasi oleh pemko.”

Adapun dua tuntutan utama yang akan digelar oleh aliansi ini adalah, pemko segera memindahkan relokasi pedagang korban gempa di Pasar Inpres I dan lantai II Pasar Inpres II (kios dan los darurat-red), ke tempat lain dan membangun kembali terminal angkutan kota (angkot). “Kita kembali mendesak pemindahan kios dan los, seperti yang telah disepakati oleh wakil wali kota (Mahyeldi-red),” kata Budi.

Dalam waktu dekat, kata Budi didampingi Wakil Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) H Asril Manan dan Irwan Sofyan (sekretaris), pedagang pasar akan kembali mengadakan aksi besar-besaran seperti yang telah dua kali dilakukan. “Ini aksi terakhir, terbesar dan harus tuntas,” kata Budi yang juga manejer Kopererasi Pedagang Ayam (KPA) ini.
Read more

Honor; Antara Century dan BPRR

Ceplos blogJUDUL di atas memang tidak memiliki hubungan yang jelas, kalau disimak secara sepintas. Namun bagi saya, keduanya memiliki kesamaan — setidaknya dari koran terbitan pekan ini. Dua lembaga yang menangani hal berbeda tersebut, sedang meributkan apa yang pantas mereka terima, setelah bekerja.

Pansus Hak Angket Century DPR RI tengah mengajukan anggaran untuk honor mereka sebesar Rp 5 miliar, guna mengungkap kasus yang disebut-sebut bakal melebar hingga ke Wakil Presiden Boediono tersebut.

Sementara, Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekontruksi (BPRR) — lembaga yang dipaksa lahir di Padang, juga meributkan honor dari pekerjaan mereka yang belum jelas. Tak tanggung-tanggung, tim yang dikepalai Sekdako Emzalmi itu, juga mematok uang jariah Rp 2,6 miliar. Sungguh jumlah yang fantastis.

Dua anggaran yang jumlahnya hanya berselisih Rp 2,4 miliar itu menjadi mencolok, ketika memperbandingkan alasan keduanya. Panitia Adhoc Century meminta honor, untuk melacak, ke mana raibnya dana penyelamatan bank sebesar Rp 7,6 triliun. Sementara, belum jelas, apa yang akan “diselamatkan” oleh BPRR.
Read more

Masa Silam dan Masa Depan

Kemajuan bukanlah semata-mata perbaikan dari masa silam, kemajuan adalah bergerak maju menuju masa depan. (Kahlil Gibran)

Sosok Kahlil Gibran (KG) masih menyisakan cerita di balik kisah-kisah masa lalulu. Meski tak sanggup, meski hanya membeli romannya di toko buku masa itu, aku selalu mendapatkan “fatwa-fatwa” masa depan dan cinta KG — setidaknya dari bacaan yang tersedia di Perpustakaan Daerah Sumbar. (kini masih hancur oleh gempa).

Jadi, lama tak membuka file-file tentang KG, membuat sebuah kerinduan sendiri di hati. Sebuah kutipan sengaja mengawali catatan blog yang sudah lama “terlupakan” ini. Perbaikan masa silam memang menjadi target utama yang kulakukan akhir-akhir ini. Lambannya gerakan pemikiran, membuatku kian tertinggal jauh oleh jaman. Tapi, semoga tak lagi menjadikan aku sebagai orang yang membelakangi kehidupan.

Mungkin, tak bijak juga, kalau menyebut aku telah memperbaiki masa silam yang penuh dengan khilaf. Paling tidak, aku telah mencoba. Mencoba memperbaikinya dengan segala kebaikan. Kini, saatnya untuk bergerak menuju masa depan — tentunya yang lebih baik. Tapi, sebuah perjuangan yang mungkin bisa melemparku ke mada depan yang lebih baik, bakal segera diselesaikan dengan cepat. (***)

 

Tags:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.