ADRIAN Tuswandi SH pucat pasi, saat terjadi penghitungan suara di DPRD Kota Padang, Jumat (18/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Pria bertubuh gempal itu, berdiri di pojok ruang sidang utama dewan, melihat hasil perolehan suaranya dengan ‘rivalnya’ Zulrkarnaini SH sama-sama 11. Hari itu, dari 45 anggota dewan, hanya 38 orang yang hadir dan memberikan hak suara.
Kedua orang itu adalah 2 peserta yang tengah mengikuti seleksi untuk menjadi anggota panitia pengawas (Panwas) Pilkada Kota Padang dari unsur pers. Sebelum dilakukan voting, 6 fraksi di DPRD tidak memberikan kata sepakat untuk mendapatkan 1 nama. 2 Fraksi untuk Zulrkarnaini dan 4 Fraksi untuk Adrian, pada paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Hadison SSI Apt itu.
Kejar-kejaran suara yang kian sengit itu, akhirnya dimenangkan oleh Adrian dengan selisih 22 dan 15. Akhirnya, alumni Fakultas Huku Unand itu berhak bergabung dengan Alijus SH dan AKP Zulkaisar yang menjadi utusan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang dan Poltabes Padang. Sedangkan 2 orang lainnya, yang berasal dari unsur masyarakat dan perguruan tinggi (PT) serentak dipilih dengan Adrian.
Pada pemilihan utusan masyarakat dan PT juga tidak ada kesepakatan fraksi untuk mennyamakan suara 6 fraksi. Dari hasil voting, Mahyuddin SAg berhasil lolos dari unsur masyarakat dengan menyisihkan Wendi Anwar dan Junaidi Badri dengan selisih suara, 21 : 12 : 4. Sedangkan dari unsur PT, Maulid Hariri Ganis SSI MHum menyisihkan Syafril SH MH dengan suara 27 : 10.
Ditulis oleh reviandi
Ditulis oleh reviandi 