Mei 30, 2008
Bersiap Untuk Mogok Nasional
DPD Organisasi angkutan darat (Organda) Sumbar telah mengeluarkan kesepakatan bersama dengan 10 DPC Organda kabupaten dan kota se Sumatera Barat, untuk menaikkan tarif angkutan kota dalam provinsi (AKDP) maksimal 25 persen. Keputusan itu dihasilkan, Kamis (29/5) setelah melalui rapat koordinasi DPD dan 10 DPC.
“Kita dapat memaklumi, beberapa PO AKDP yang telah menaikkan tarif terlebih dahulu, menyusul kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak). Tapi, setelah keputusan ini, kita meminta seluruh DPC Organda mensosialisasikannya. Kalau masih ada yang membandel, ditindak segera,” kata Ketua Organda Sumbar H Darman Syarif didampingi Sekrtaris H S Budi Syukur SH usai rakor di Hotel Pangeran Beach Padang.
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Berita, Ekonomi |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 30, 2008
APA yang akan kita lakukan sekarang sayang? Aku tahu kita masih sangat saling cinta. Tapi ada sesuatu diantara kita. Suamimu kenal aku dan istriku kenal kamu. Jadi tak ada alasan untuk kita begini. Lebih baik akhiri semua ini. Jangan lagi ada malam di atas malam diantara kita jangan lagi ada senja yang dilahap berdua bagi kita. Kembalilah pada milik kita masing-masing.
Sayang sekali, setiap aku bertemu kamu ungkapan itu tak pernah terucap dari mulutku. Aku seakan dipaksa untuk lupa kalau pertemuan-pertemuan ini hanya waktu untukku menyatakan hal itu. Kamu memang benar-benar melenakan sayang.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Cerpen |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 29, 2008
Menunggu Pemimpin Sejati
JADWAL pencoblosan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kota Padang, sudah ditetapkan Kamis 23 Oktober mendatang. KPU Kota Padang menetapkannya, menyusul digelarnya rapat pleno 5 orang anggota komisi independen itu 25 Mei lalu di sekretariatnya Jalan Palembang Asratek Ulak Karang. Ketua KPU Endang Mulyani SH menyebutkan, jadwal itu dimundurkan dari semula 15 Oktober, untuk mengakomodir calon perseorangan.
“KPU sengaja mengundur jadwal pencoblosan, untuk mengakomodir revisi terbatas UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Kalau tidak, percuma saja UU itu direvisi, karena calon perseorangan juga tidak akan masuk bursa. DPRD juga memberikan rekomendasi hari itu,” ujar Endang dalam keterangan persnya kepada wartawan, Rabu (28/5) di Jalan Proklamasi Padang didampingi Sekretaris KPU Dedy SH.
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Politik |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 26, 2008
PEMERINTAH pusat sengaja menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Sabtu (24/5) tepat pada Pukul 00.00 WIB. Pengumuman hari itu diprediksi tidak akan membuat gejolak yang terlalu besar dari berbagaii kalangan — terutama mahasiswa. Karena, dua hari setelah kenaikan adalah hari libur Sabtu dan Minggu. Ternyata, penyesuaian tarif angkutan kota (angkot) membuat Pemko Padang kalimpasiangan.
Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi dan Kepala Dinas Perhubungan Drs H Firdaus Ilyas juga tergegas membuat tarif penyesuaian para Sabtu pagi. Imbasnya, karena para pengusaha angkutan dan supir telah menaikkan harga, peraturan walikota (Perwako) penetapan tarif angkot juga harus diubah. Buntutnya, kejar-kejaran jadwal, antara Pemko dan DPRD Padang terjadi.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Ekonomi, Politik, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 22, 2008
GENCAR pemberitaan rencana kenaikan BBM (bahan bakar minyak), diiringi oleh gencarnya isu bagi-bagi BLT (bantuan langsung tunai). Ribuan masyarakat miskin berbondong-bondong lagi ke Gedung Bagindo Aziz Chan Padang. Berbekal dokumen penerima BLT 2005 lalu, mereka berdesak-desakan menyerahkan berkas usang itu ke petugas. Sayang, BLT yang dituju hanya isapan jempol belaka.
Beberapa warga mengaku sudah menunggu sejak pukul 7.00 WIB. Kebanyakan mendapat informasi yang menyebar begitu saja di ligkungan tempat tinggal mereka. Nurjani misalnya. Perempuan 60 tahun itu dengan cepat membuka berkas lama dulu dan menuju ke Gedung Bagindo Aziz Chan. Padahal, akhir pekan lalu ribuan orang lainnya juga ‘takicuah’ di Balaikota Padang.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Berita, Ekonomi, Sosial | Ditandai: BLT, Kenaikan BBM, Miskin |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 21, 2008
SATU Abad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), harus dimaknai sebagai pemicu semangat untuk bangkit dari keterpurukan akibat resesi ekonomi. Kota Padang, masih memiliki masyarakat miskin yang tinggi. Persoalan pengangguran yang tinggi juga masih memprihatinkan dan berdanpak pada meningkatkan angka kriminalitas.
“Saat ini, perjalanan ekonomi masyarakat bak siput yang berjalan sangat pelan. Entah kapan akan sampai di tujuan. Begitu juga dengan persoalan dunia pendidikan yang kian meruncing, penyediaan pelayanan masyarakat miskin yang tidak terakomodasi dalam Askeskin (asuransi kesehatan masyarakat miskin),” kata Anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPRD Kota Padang Drs Mirkadri Miyar MPa, terkait dengan Harkitnas.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Berita, Politik, Sosial | Ditandai: Harkitnas, Kebangkitan Nasional |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 21, 2008
DALAM Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) wali kota Padang, banyak tergambar agenda kota yang telah disepakati, namun tidak terealiasasi. Catatan Panitia Khusu (Pansus) LKPj, dari 36 kegiatan di 16 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terjadi 0 persen realisasi fisik dan keuangan atau tidak dikerjakan sama sekali. Ini diperparah dengan 12 kegiatan yang pencapaian fisik dan keuangan pada 12 SKPD hanya di bawah 80 persen saja.
Usai pembacaan hasil pembahasan Pansus LKPj oleh Siti Zakiah SP, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPRD Padang melalui Juru Bicaranya Drs Faizal menganggap, kejadian yang rutin terjadi tiap tahun itu, mengakibatkan membengkaknya sisa kelebihan pelaksanaan anggaran (Silpa) di akhir tahun anggaran.
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Berita, Ekonomi, Politik | Ditandai: APBD Padang, Padang |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 18, 2008
Naikkan BBM,
Pemerintah Perlu Koreksi Diri Lebih Keras
Oleh: Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos Grup)
TIAP kelompok punya logika berpikir sendiri dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Rakyat kecil (dan yang mengatasnamakan rakyat kecil) sangat khawatir, kenaikan harga BBM akan lebih menyengsarakan mereka. Kelompok ini menggunakan logika bahwa kenaikan harga BBM ujung-ujungnya menaikkan harga bahan kebutuhan lain yang kian tidak terjangkau oleh mereka.
Mereka tidak tahu dan tidak perlu tahu bahwa tanpa kenaikan harga BBM, ekonomi nasional bisa bangkrut. Bagi mereka, sekarang pun mereka sudah bangkrut. Kalau nanti ekonomi bangkrut, apa bedanya dengan yang sudah mereka alami sekarang. Logika ini sangat kuat di benak mereka yang kadang tidak bisa dirasakan oleh kelompok yang di atas.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Ekonomi, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 17, 2008
Berharap Pada Incumbent
BELUM ada tindakan yang jelas dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang untuk ‘unjuk gigi’ pada Pilkada Kota Padang Oktober mendatang. Meski telah memiliki kandidat terkuat, Drs H Fauzi Bahar MSi, kepastian untuk mengusung walikota yang tengah menjabat itu tidak berujung kepastian apa-apa. Sekretaris DPD PAN Kota Padang, Masrul masih tutup diri untuk calon dari partainya.
“Kita tunduk terhadap mekanisme yang ada di DPP PAN. Segala petunjuk tentang pemilihan calon yang akan bertarung pada Pilkada terus kita lakukan. Saat ini belum waktunya bicara calon, mekanismenya dulu. Kita masih akan menjaring calon walikota dan wakil walikota,” tukas Masrul yang ditemui usai mendampingi F-PAN DPRD Kota Padang memberikan bantuan korban kebakaran di Sei Sapiah Padang. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Politik |
Permalink
Ditulis oleh reviandi
Mei 16, 2008
AGAK berat, Mak Itam, seorang penjual bensin eceran menyebutkan harga Rp 5500 untuk 1 liter. Katanya, susah untuk sekedar mendapatkan 3 deriken minyak di SPBU. Dia harus mengakali dan bolak-balik 3 kali pula untuk mendapatkannya. Pria yang mangkal di Jalan Proklamasi Padang — tepat di depan kantor saya itu masih ‘manenggang’ dengan apa yang telah di perbuatnya selama berjam-jam. Syukurlah.
Di beberapa sudut kota (Padang) lainnya, ada yang jual bensin (premium) sampai Rp 7000 perliternya. Tapi, di daerah lain, di Sumatera Barat ini, harga BBM utama itu sudah mencapai Rp 10.000. Tukang ojek jadi kebelet, tukang sayur kebagian seret. Yang juga naas ‘penambang’ ikan di Samudra Hindia alias nelayan. Solar malah mulai langka di bumi pertiwi nan kaya minyak ini.
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Ekonomi, Politik, Sosial |
Permalink
Ditulis oleh reviandi