Pelajar Beli Kondom

Rp 3 Ribu Cukup

DUA orang siswa yang kedapatan membawa kondom akhir pekan kemarin, sontak membuat Masyarakat Kota Padang tergetar. Alat kontrasepsi yang layak dipakai ayah ibu mereka itu, ternyata begitu mudahnya di dapat di kota ini. Bayangkan, untuk mendapatkan 3 buah kondom, hanya diperlukan Rp 3000 — suatu nominal yang jauh di bawah besaran uang saku mereka setiap hari.

Dari beberapa toko obat yang saya disigi, para penjaga toko mengaku sudah biasa ‘melayani’ pembeli yang diperkirakan masih berusia belasan, membeli kondom. “Biasanya, kebanyakan anak-anak SMA dan mahasiswa itu datang pada malam minggu, sehabis Maghrib,” ujar Dai — nama samaran, seorang penjaga toko obat di Tarandam Padang Timur.


Dari cerita Dai dan penjaga toko lainnya, pada Sabtu atau Malam Minggu, banyak pasangan muda mudi belia mengitari toko obat mereka. Setelah beberapa kali berputar dan diperkirakan memastikan suasana aman, motor dihentikan dan pengendara motor — pastinya yang cowok akan turun dan mendekat ke toko obat. Mengendap, mereka akan mencoba mendapatkan apa yang dicari.

“Yang cewek terlihat nunggu di motor, agak jauh dari toko. Ada yang kadang beli cuma satu, tapi kita di toko tidak bisa menjual. Minimal, mereka harus membeli 1 sachet yang berisi 3 buah kondom. Setalah membayar, biasanya mereka langsung cabut entah kemana. Lebih dari 20 sachet kita bisa jual setiap malam minggu,” tukas penjual obat yang mulai kewalahan melayani pembeli kondom dari kalangan remaja.

Seorang pedagang mengatakan, permintaan kondom akhir-akhir ini memang terlihat tinggi. Bahkan, pemilik sebuah toko mengaku tidak lagi memiliki stok kondom, setelah malam minggu kemarin. Katanya, sejak 2 bulan yang lalu, tidak ada pengiriman kondom lagi ke toko-toko di Kota Padang. “Wah, sudah coba dikontak ke distributor, jawabannya, kami disuruh menunggu,” kembali Dai berujar.

Kebanyakan, lanjut pria itu, para pemuda yang membeli kondom itu memilih merek yang berharga murah, yaitu Sutra. Sedangkan, untuk merek impor seperti Durex sangat jarang dipesan anak muda, karena harganya yang mencapai Rp 25 ribu persachet. Biasanya, kalau yang biasa tidak ada lagi, barulah akan ditawari merek mahal dan para pemuda itu, tidak akan mengelak.

Apakah tidak ada larangan menjual kondom? Beberapa penjaga toko mengatakan, yang dilarang di jual adalah kondom bermerek Andalan yang langsung didistribusikan pemerintah melalui BKKBN. “Kalau Andalan, kita tidak berani jual, karena Pelat Merah. Kalau yang lain, sangat cepat laku dan untungnya juga besar,” tukas seorang penjaga toko lainnya.

Ditanya mengenai kemana para pemuda belasan tahun itu membawa kondom yang mereka beli, para penjaga toko tidak dapat menjawab. Mereka mengaku tidak dapat melarang seorang pemuda membeli kondom, karena tidak ada ‘peralangnya’. “Iseng-iseng kadang ditanya, untuk apa tuh kondom? Mereka jawab, untuk dipakailah. Dak mungkin untuk apak, sambil terkekeh,” canda seorang penjaga toko menirukan konsumennya.(*)

    • Sisy
    • Juni 28th, 2008

    Emang, baru tahu ya pak. Wah, ketinggalan lo….
    He he he

  1. Kalo beli kondom aja mah ngga’ ada salahnya, make-pun ngga’ ada larangan, yg tidak diperbolehkan itu…, apa hayo? tau khan?
    salam

  2. KONDOM = HELM = PENGAMAN KEPALA = BUKAN PENGAMAN DOSA = BUKAN PENGAMAN ZINA = DOSA TANGGUNG SENDIRI = KALAU TAU LAPOR POLISI + PAMONG PRAJA = JANGAN DIAM = IKUT MENANGGUNG DOSA.

    simpulkan aja ndiri….. 08

    • mrX
    • November 29th, 2008

    mendingan tuh kondom dilengkapi gps, biar para remaja ketahuan lokasinya kl lg ngesex, soalnya gerakan target gps jd maju-mundur. wakakakka …

  3. .. q g, tw blas soal itu .q si, tdy .bka web dgn jdul pengaman e tryata. , web kondom .. .hi.i.! q .blm tau . . .tentang pengalaman sepeti itu . ..yg. q tau . .haya katanya. . .

    • Mr.ZzZz
    • September 26th, 2011

    tepat ny dmn toko atw apotik yg jual kondom tu kk??
    maklum saya msh pemula.mohon d reply y

    • STD
    • Mei 22nd, 2012

    wkwk.. Kl pendapat saya pribadi sih ok2 aja.. Masih mending mereka mau pake, paling tidak ngindari STD dan hamil. Masalah dosa tanggung sendiri.
    Toh secara hukum kita diizinkan kok, asalkan pria >= 19 th, cewek >= 16 th. Kita bukan negara agama 100 %, kl kita ketangkap basah pun sebenarnya polisi / siapa pun tdk bisa menindak asalkan atas dasar kemauan kedua belah pihak. Tidak ada unsur paksaan. Mau ketangkap basah trus dilaporkan ortu, nah itu tinggal urusan kita ma ortu. Paling pol juga diasingkan secara sosial.
    Tapi bakalan berlalu juga koq…
    —dicerna sendiri lho, jangan telan mentah-mentah pendapat—–

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.