Selangkah Lagi PKS

Oktober 25, 2008

Syukuran Fauzi Bahar MahyeldiSIAPAPUN yang melihat langsung proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu KDH) Kota Padang berjalan, pasti sepakat dengan apa yang saya sampaikan. Kemenangan Drs H Fauzi Bahar MSi dan H Mahyeldi Ansharullah SP adalah kemenangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai dakwah itu benar-benar mampu menyatu dengan pilihan rakyat badarai.

Apa yang telah digembar-gemborkan dengan percaya diri (PD) oleh beberapa petinggi PKS Padang selama ini terbukti. Ketua DPD PKS Padang Budiman SAg pernah menargetkan kemenangan lebih dari 50 persen di Pemilu KDH ini. Kenyataannya — meski hasil resmi dari KPU belum direlis, mereka telah memenangkan hati lebih dari warga kota yang sadar politik.

Lihatlah, bagaimana kader-kader partai ini menyebar ke pelosok kota untuk menjelaskan seluruh program-program mereka. Dengarkanlan lantunan suara orang-orang muda itu “berda’wah” langsung di hadapan orang-orang yang sebelumnya tidak mengerti, apa gunanya memilih. Meski pemilihan bersaudara ini hanya diikuti oleh 60 persen pemilih, tapi sudah cukup untuk pembuktian.

Tidak sampai disitu saja. PKS telah membuktikan, kalau mereka benar-benar mampu menjadi satu gerakan politik berbalut dakwah yang kuat. Tak ada pendukung pasangan calon lain — termasuk pasangan koalisinya sendiri — yang mampu bergerak sedemikian hebat. Menusuk kantong-kantong suara lawan politik dengan bijak. Soal pilihan, itu hasil belakangan.

Selama masa kampanye, ribuan kader PKS adalah yang paling konsisten meramaikan sosialisasi program pasangan Fauzi-Mahyeldi. Tidak ada kampanye pasangan ini yang sepi dari serbuan massa. Inilah sebuah pertunjukan dari panggung politik yang benar-benar memukau. Fauzi-Mahyeldi pantas menang, PKS pantas merayakan kemenangan ini dengan cara mereka sendiri.

Saat hari pencoblosan 23 Oktober tiba, seluruh TPS yang ada di Kota Padang disesaki oleh kader PKS. Mereka telah mengisi bangku tengah dari 5 bangku saksi yang disiapkan KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara). Dengan cermat, kader pria ataupun wanita partai itu menjadi sangat kritis terhadap petugas yang ada di TPS. Sementara, saksi pasangan calon lain kadang tidak muncul di TPS.

Beberapa saat setelah penghitungan suara selesai Pukul 14.00 WIB, seluruh saksi telah melaporkan hasil “kesaksian” mereka di TPS masing-masing. Pengumpulan suara sudah mulai dilakukan di Sekretariat DPD PKS Padang Jalan Jati II. Tidak lama, sekitar pukul 15.30 WIB wajah Fauzi dan Mahyeldi mulai cerah. Di lebih dari setengah TPS mereka unggul.

Waktu setelah pencoblosan itu adalah pembuktian lain, kalau PKS benar-benar partai solid. Mereka mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan penghitungan cepat (quick count) sendiri. Mereka menyebutkan real count — karena diambil dari 100 persen TPS oleh saksi-saksi yang dapat dipercaya. Bagaimana kemenangan itu diraih, adalah sebuah kerjasama, kepercayaan, disiplin, kepintaran dan tawakkal jua.

Tapi, saya masih memegang kata-kata Budiman (ketua PKS, red) yang sempat saya rekam, catat dan terbitkan pada Harian POSMETRO PADANG Minggu 14 September 2008 dengan judul “Ambisi PKS Kuasai Padang”. Partai yang berakar dari aktifis dakwah kampus (ADK) tahun 1990-an ini menargetkan memenangkan Pemilu KDH Padang dengan raihan 50 persen suara dan Pemilu 2009 dengan jumlah yang sama.

Menarik diikuti. Setelah sukses memenangkan Pemilu KDH dengan total suara yang diinginkan, bagaimana strategi mereka mendapatkan 22 dari 45 kursi DPRD Kota Padang. Dengan konsistensi seperti itu, saya yakin, selangkah lagi PKS benar-benar menguasi Kota Padang. Lantas, bagaimanakah kota ini setelah “dikuasi” oleh orang-orang yang sangat memegang teguh dakwan siyasah ini? Lihatlah episode mereka selanjutnya.

Merunut kepada hasil Pemilu terakhir (2004), PKS berhasil memuncaki perolehan suara di Kota Padang dengan menggeser Partai Amanat Nasional (PAN). Saat itu mereka baru “menguasi” 11 kursi atau 24 persen saja. Apakah Pada Pemilu 2009, dengan memasang 54 orang Bacaleg di 5 daerah pemilihan (Dapil) DPRD Padang mereka mampu menang 50 persen juga, kita tunggu.

Tulisan ini bukanlah memuji sebuah partai politik (Parpol) dan mengesampingkan “heroiknya” pasangan calon yang diusung. Seorang Fauzi Bahar memang “hebat” dengan program-programnya yang bernilai tinggi. Tapi, tanpa PKS, dia tidak akan mampu meraup suara yang sangat memuaskan ini. Sekarang, bagaimana PKS mampu bergandengan tangan dengan Fauzi mengurus Kota Padang kedepan. Percayakan kepada Mahyeldi untuk memulai karirnya sebagai “pendamping” sang Mayor.(*)


Pilkada Padang Digelar

Oktober 23, 2008

NyoblosUdara sejuk berhembus, saat Kota Padang menggelar perhelatan demokrasi perdana untuk memilih walikota dan wakil walikota baru. 539.660 Pemilih yang terdata, akan berdatangan ke tempat pemungutan suara (TPS). Entahlah, siapa yang akan menang. Yang jelas, kota ini sepi sejak pagi. Karena seluruh PNS, Sekolah dan perusahaan2 meliburkan diri.

Pagi-pagi, saya sudah menyetel motor dan memanaskannya jauh sebelum jam berada pada angka 7. Satu hal yang tidak lazim saya lakukan. Tapi, inilah tugas. Saya harus memantau satu TPS “khusus” yang akan digunakan calon walikota incumbent memberikan hak pilihnya. Di TPS 8 Kampuang Jao Padang Barat — tepatnya di SMK 3 Padang. Beruntung, seorang wartawan dapat kartu kemana saja untuk mencoblos. Ah, saya telah memberikan suara saya. Tapi…. itu rahasia yang Saya dan Allah saja yang tahu.

Siapa yang akan menang, kita serahkan saja pada takdir Allah. Apakah suara saya menjadi pemenang atau tidak, apakah saya telah memilih orang yang salah atau tidak. Nantilah, yang penting, sebagai warga negara, saya telah memberikan yang terbaik. Hidup Demokrasi.(*)

 

 

 


Fifa 09 yang Mengagumkan.

Oktober 20, 2008

Product screenshot

Ini Gila …………………………… beli ah…

190110-ps_ps2

Tags:

KPU Temukan 3000 Surat Suara Cacat

Oktober 15, 2008

Yuliwan : Tidak Perlu Menambah Cetak

Setelah selesai melakukan pemeriksaan surat suara untuk Pilkada Kota Padang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang menemukan 3000 surat suara yang cacat. Jumlah didapat saat melakukan pelipatan surat suara di Aula Kantor KPU Sumbar di Jalan Pramuka Padang. Menurut Ketua Pokja Logistik KPU Padang Yuliwan Rajo Ameh, jumlah tersebut tidak akan mengganggu pelaksanaan Pilkada.

“Jumlah itu hanya 0,53 persen dari total surat suara yang dikirim sebesar, yaitu 552.500. Jadi, KPU Padang tidak perlu melakukan penambahan surat suara baru, untuk mendistribusikannya ke 1487 TPS (tempat pemungutan suara) dan 6 TPS khusus,” ujar Yuliwan Rajo Ameh, Selasa (14/10) di sekretariat KPU Padang Jalan Palembang Nomor 19 Komplek Asratek Ulak Karang Kecamatan Padang Utara.

Seperti yang disebutkannya saat keluarga besar KPU Padang yang terdiri dari pegawai sekretariat, KPPS, PPS dan PPK melakukan pelipatan surat suara pekan lalu, KPU tidak menggunakan surat suara yang kabur, hanya tercetak sebelah, ada huruf yang hilang, robek dan kondisi yang membuat surat suara tidak lagi sesuai dengan yang disyaratkan UU No 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Derah dan Peraturan KPU No 15 Tahun 2008.

Khusus di masing-masing TPS, sesuai peraturan, KPU Padang tetap melebihkan 2,5 persen surat suara dari daftar pemilih. Rata-rata, untuk satu TPS, terdapat 500 orang pemilih. “Gunanya dilebihkan adalah, kalau ada pemilih yang salah mencoblos. Mereka boleh mengulanginya maksimal 1 kali saja. Kegunaan lainnya, untuk mengantisipasi pemilih pindahan atau petugas yang sedang bertugas saat itu,” ujar Yuliwan lagi.

Logistik Sudah Disebar
 
Lebih dari setengah logistik Pilkada Kota Padang sudah sampai di tingkat panitia pemungutan suara kecamatan (PPK).  Yuliwan Rajo Ameh menyebutkan logistik untuk 6 dari 11 kecamatan sudah sampai ke PPK masing-masing. Dalam dua hari ini, seluruh logistik tersebut sudah sampai di tingkat kecamatan.

“Kami telah membagi 5 tim sesuai dengan 5 daerah pemilihan (Dapil) Pemilu untuk memudahkan kinerja pendistribusian. Adapun yang sudah didistribusikan adalah peralatan di TPS, seperti kotak suara, tinta dan bilik suara,” pungkas Yuliwan. “Sedangkan surat suara, kartu pemilih segera menyusul. Untuk undangan ke TPS, adalah kewenangan petugas KPPS di masing-masing TPS untuk membagikannya.”

Simulasi dan Sosialisasi Terus Digelar

Untuk memaksimalkan datangnya pemilih ke TPS, hingga H – 9 kemarin, KPU Padang masih terus melakukan sosialisasi dan simulasi Pilkada Kota Padang ke tengah masyarakat. Kemarin, kata Kordiv Sosialisasi KPU Padang Yosrizal Effendi, KPU melakukan bimbingan teknis (Bimtek) kepada PPS dan KPPS.

“Besok (hari ini,red) kita akan melakukan sosialisasi dan simulasi Pilkada untuk penyandang cacat — terutama yang tuna netra. Dari informasi yang didapat dari perkumpulan penyandang cacat mata tersebut, jumlah mereka mencapai 1000 orang,” kata Yosrizal. “Sayang, kalau mereka tidak diakomodir dalam Pilkada Kota Padang ini. Hingga hari-hari terakhir, KPU akan terus melakukan sosialisai dan simulasi.”(*)


Angin Puting Beliung Ancam Padang

Oktober 14, 2008

Pancaroba Musim Sedang Terjadi

Puting BeliungPerubahan musim yang terjadi saat ini diprediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menimbulkan bencana di Sumbar. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi adalah, gelombang pasang, badai hingga perubahan cuaca yang tidak stabil dan mengakibatkan banjir. Karena itu, masyarakat diminta terus waspada.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Pulau Sumatera saja, tapi juga di Pulau Jawa,” ujar Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang Sumarso, Senin (13/10) di gedung DPRD Padang saat memberikan pengarahan tentang tanggap bencana bagi aparatur pemerintahan di kantor DPRD Padang. Menurut Sumarso, masa peralihan musim (pancaroba) ini sangat rentan terjadi gelombang pasang dan badai di Samudra Hindia.

Katanya, cuaca di Sumatera sangat terpengaruh dengan perubahan musinm di berbagai kawasan. Seperti perubahan musim yang sedang terjadi di kawasan Jawa saat ini. “Kemungkinan, angin kencang sangat berpotensi terjadi dalam dua minggu ke depan. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki BMG, kemungkinan puting beliung juga ada,” ungkap Sumarso usai.

Baca entri selengkapnya »


Gila, Kader PDI P Berkhianat

Oktober 12, 2008

Partainya Dukung Yusman Kasim

Penghianat PDIPAneh bin ajaib, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) mendukung pasangan Pasangan Cawako Drs Fauzi Bahar M Si dan H Mayeldi Ansharullah Sp dari PAN dan PKS. Padahal secara resmi kepartaian, PDI P telah berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk mendukung pasangan Drs H Yusman Kasim MM dan Yul Akhiari Sastra SH atau YUSRA.

Dukungan nyeleneh itu datang dari Forum Kader Militan Non Pengurus  PDI P Kota Padang yang diketuai Mantan Ketua DPC PDI P Padang Irvan Tonius RB. “Dukungan moral ini lahir secara spontan untuk memenangkan pasangan nomor urut 3 (Fauzi-Mahyeldi, red),” ujar Irvan Tonius kepada kepada POSMETRO di sekretariat Media Center, Jalan Patimura, Jumat (10/10).

Terang saja hal itu membuat Pengurus DPC PDI P Kota Padang taburangsang. Sekretaris DPC Alber Hendra Lukman SE menyebutkan, pembentukan forum tersebut tidak memiliki landasan yang kuat. Karena tidak mendapat izin dari DPC. Apalagi, beberapa anggota forum tersebut sudah menyatakan keluar dari PDI P dan menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) partai lain pada Pemilu 2009 mendatang.

Baca entri selengkapnya »


Hotel Mewah Tak Bayar Pajak Rp 1,7 Miliar

Oktober 9, 2008

BumiminangMASIH belum tuntasnya persoalan pembayaran pajak retribusi Hotel Bumi Minang, terus menjadi satu pertanyaan besar di DPRD Padang. Saat melakukan pembahasan penggunaan anggaran pada APBD 2007, beberapa anggota dewan mempertanyakan langsung ke Dispenda. Bahkan, Sekretaris Fraksi Golkar Yulsirman SH MM menegaskan, belum dibayarnya pajak sejak 2006-2007 itu sudah masuk kategori penggelapan pajak.

“Saya menyebut penggelapan, karena hotel hanya bertugas memungut pajak dari orang-orang yang menggunakan jasa hotel. Uang itu dikumpulkan langsung dari pembayaran hotel, bukan berasal dari uang hotel,” tegas Yulsirman yang juga Ketua Komisi A, Kamis (9/10) di gedung dewan. “Intinya, Kota Padang hanya meminta tolong memungut pajak kepada manajamen hotel, bukan meminta uang hotel.”

Kepala tata usaha (KTU) Dispenda Padang Batukar membenarkan, hingga saat ini hotel tersebut masih belum melunasi tunggakan pajak 2006-2007 sebesar Rp 1,7 miliar. Dengan rincian Rp 1,012 miliar tahun 2006 dan Rp 700 juta pada 2007. “Tahun 2005 mereka juga menunggak pajak Rp 421 juta. Tapi, tunggakan itu sudah dilunasi pada akhir 2007 lalu. Jadi, sisanya itu yang belum — termasuk 2008,” tegas Batukar. 

Baca entri selengkapnya »


53 Jemaah Umroh Padang Terlantar di Mekkah

Oktober 8, 2008

Al Haram53 orang Jemaah Umroh dari Sumbar terlantar di Mekkah. Saat ini mereka terancam dikeluarkan dari hotel tempat menginap, karena travel agen yang mereka percayai belum membayar uang makan, bus dan sewa hotel. Seorang jamaah Nirwati menyebutkan, kalau hingga Kamis (9/10) pihak travel belum membayar, maka mereka akan dikeluarkan.

Kenyataan pahit yang diderita jemaah itu terungkap saat keluarga Nirwati mengirimkan sebuah short message service (SMS) atau pesan singkat, Senin (6/10) malam kepada Wakil Ketua DPRD Padang Z Panji Alam SH. Paginya, Panji Alam langsung berkoordinasi dengan Komisi D DPRD Padang untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Hari itu juga, mereka berangkat untuk mempertanyakan kepada pihak travel.

Baca entri selengkapnya »


SIPASAN ‘08 Dihelat di Tepi Danau Maninjau

Oktober 5, 2008

HARI ini 7 Oktober, Danau Maninjau di Kabupaten Agam akan bernuansa berbeda. Lebaran kali ini, danau yang dikelilingi bukit itu akan menjadi tempat berkumpulnya perantau Agam se Indonesia. Selama 3 hari, 7 hingga 9 Oktober para perantau itu akan melakukan pertemuan untuk mendapatkan kesimpulan, apa yang harus diperbuat untuk kabupaten harimau merah ini.

Acara yang sempat terundur 3 bulan itu disebut dengan SIPASAN ‘08 atau akronim dari Silaturrahmi Perantau Agam se Nusantara Tahun 2008. Ketua Panitia H Bachtiar Kahar Dt Barbangso menyebutkan, acara yang digelar di Komplek SMAN Agam Cendekia Muko-muko Kecamatan Tanjung Raya itu adalah ajang pertemuan perdana dan diharapkan menjadi agenda tahunan.

“Kita telah mendapatkan konfirmasi lebih dari 200 perantau yang akan memeriahkan acara,” ujar Bachtiar didampingi sekretaris H Asri Adnan dan panitia lainnya sat jumpa pers akhir pekan lalu di sekretariat Panitia SIPASAN ‘08 Jalan Khatib Sulaiman No 27 Padang. “Kami memgharapkan kedatangan para perantau dapat memberikan pencerahan bagi kampung halaman.”

Dijadwalkan, SIPASAN ‘08 akan dibuka Rang Maninjau yang menjabat Mentri Sosial RI H Bactiar Chamsah Dt Marajo Nan Sati yang juga akan bertindak sebagai key note speaker. Selain itu, Gubernur Sumbar H Gamawan Fauzi SH MM Dt Rajo Nan Sati, Bupati Agam H Aristo Munandar dan Ketua Umum DPP Ikatan Perantau Agam Brigjend (purn) H Gustiar Agoes juga akan hadir sebagai pembicara.

Asri Adnan menambahkan, SIPASAN ‘08 bertujuan untuk meningkatkan (optimalisasi) fungsi dan peran perantau Agam untuk lebih maksimal berkontribusi membangun kampung halaman secara lebih terarah. “Justru itu, tema acara adalah Optimalisasi Peranan Perantau, Terwujudnya Agam Mandiri yang Berprestasi yang Madani,” ujar Asri lagi.

Selain itu, SIPASAN ‘08 juga membuat semacam moto yaitu “Padamu Negeri, Kami Bangun Nagari”. “Kita akan menfokuskan acara untuk membedah tiga hal utama yang menjadi masalah di Agam, yaitu ekomoni dan pengentasan kemiskinan, sosial dan pendidikan serta bidang kelembagaan. Khusus yang ketiga, kita belum akan membentuk satu organisi baru yang menyeragamkan, karena keberagaman organisasi perantau agam di Indonesia,” tukas Asri.(*)