Aset Bank Nagari Capai Rp11 Triliun
MENUTUP Maret 2011, PT Bank Pembangunan Darah (BPD) Sumbar, atau Bank Nagari telah mencatatkan aset senilai Rp11 triliun. Angka meningkat dari akhir tahun 2010 lalu, Rp10,3 triliun. Target untuk mencapai aset Rp12 triliun sudah di depan mata.
Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Asmi bahkan menyebutkan, 2025 mendatang, bank milik pemerintah Sumbar ini akan beraset Rp25 triliun. “Asumsinya, tiap tiga bulan kita bertumbuh Rp500 juta, maka target itu akan tercapai,” sebut Suryadi, Kamis (31/3) saat berbincang dengan wartawan.
Katanya, selama 2010 lalu, aset Bank Nagari bertumbuh sebesar 26,4 persen dengan total nilai Rp10,3 triliun, sementara aset 2009 berjumlah Rp8,195 triliun. Angka tersebut telah melebihi target sebesar 102,83 persen yang dibuat di awal tahun yaitu sebesar Rp10,075 triliun.
Suryadi menyebutkan, dengan meningkatnya aset bank, secara tidak langsung akan meningkatkan nilai kredit kepada masyarakat. Dia menyebutkan, realisasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2010 berjumlah Rp71,2 miliar. “Tahun ini, tentu dana yang akan disalurkan jauh lebih banyak,” katanya.
Menurut mantan direktur keuangan ini, dengan aset yang sudah lebih dari Rp10 triliun, makan Bank Nagari wajib untuk mengumumkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) per 31 Maret 2011. “Saat ini angka suku bunga di Bank Nagari berkisar 12,5 hingga 13 persen,” sebut Suryadi Seperti menyikapi kewajiban dalam Surat Edaran BI Nomor 13/5/DPNP tentang Transparansi Suku Bunga Dasar Kredit tersebut. (rvi)

Belum ada trackback.