Ada Gelombang Pasang? Eh Dicuekin

PERINGATAN terhadap kemungkinan terjadinya berbagai bencana yang dipicu Gerhana Bulan Total, ternyata tidak diindahkan sebagian nelayan di Pesisir Pantai Ulak Karang Padang. Beberapa kelompok nelayan tetap melakukan aktifitasnya sebagaimana biasa. Bahkan, meskipun mengakui kalau gelombang laut sedikit tinggi, sebagai seorang pelaut mereka tidak akan gentar dengan ancaman badai.

Buyuang (44) misalnya, dia dan 9 orang anggotanya tetap melakukan rutinitas yang telah diturunkan sejak nenek moyang mereka itu। Mereka yang memakai pukat sepanjang 200 Meter itu, mulai Pukul 6.00 WIB, tetap melayarkan sampannya, Selasa (28/8) ke tengah samudra. Diakui, hasil tangkapan memang agak sedikit berkurang.

“Kalau masalah hasil tangkapan berkurang, itu tergantung rezeki masing-masing। Berkurangnya hasil tangkapan tim kami pada pagi hari itu, berkemungkinan besar karena pengaruh perubahan bulan atau akan terjadinya gerhana,” tandas Buyuang yang ditemui saat melakukan penyisipan (perbaikan) jaring-jaring pukatnya di tepian pantai Ulak Karang Padang Utara.

Tidak berbeda dengan Buyuang, seorang pemuda lainnya, Man (32) juga mengaku tidak terlalu terganggu dengan adanya isu gelombang samudra yang disebutkan tinggi itu। Bahkan, katanya mereka yang bermukim di pesisir pantai itu, tidak mengetahui tentang adanya Gerhana Bulan. Apalagi dengan kemungkinan terjadinya bencana.

“Lagipula, kami melaut juga tidak terlalu jauh. Dengan perahu yang berukuran sedang, paling jauh mampu melayar hingga 3 Mil ke tengah Samudra. Kalaupun terlihat ombak meninggi, kami masih bisa merubah haluan ke tepi,” yakin Man bersama rekan-rekan seprofesinya.
Dari pandangan lansung penulis di tepian pantai di Kota Padang. Ombak memang terlihat meninggi. Tapi, dibandingkan dengan terjadinya Gelombang Pasang beberapa waktu lalu, tinggi gelombang Senin 28 Agustus masih dalam kondisi wajar-wajar saja.

Ditilik dari waktu terjadinya Gerhana Bulan Total dengan puncaknya pukul 17.37 WIB kondisi perairan memang terlihat tidak terlalu mengalami perubahan.
Seperti yang diberitakan koran ini kemarin, dengan terjadinya Gerhana Bulan Total, diharapkan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Penyebab utamanya adalah terjadinya perubahan gaya gravitasi bumi secara ekstrim. Mulai dengan penurunan gaya grafitasi, hingga melonjak kembali secara drastis.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s