Pelabuhan Taluak Bayua Padang Diisi Truk Tua

Pelabuhan Taluak Bayua Padang, terlihat semakin cantik. Aktifitas pelabuhan itu terus bergerak seiring berjalannya waktu. Kapal-kapal yang terus merapat, terlihat seperti gula yang dikerubuti semut. Sepintas, terlihat keberagamanan dari truk-truk yang selalu setia menanti kapal berlabuh. Namun, dipandang lebih dekat, sangat kentara perbedaan truk-truk aneka warna itu.

Sebuah truk tua melaju dengan “ngos-ngosan” dan berhenti persis dekat dengan sandaran kapal. Menanti bebannya dimuat para kuli angkut, ke atas bak yang terlihat mulai merapuh. Ternyata, truk-truk tua itu tidaklah satu, masih banyak truk sejenis lainnya dengan tahun keluaran yang kurang lebih sama.

Sepanjang pantauan, Kamis (3/8) di pelabuhan yang cukup padat itu. Hampir setiap waktu, truk-truk tua itu, wara-wiri keluar-masuk di Taluak Bayua. Karena lambatnya truk melaju, terkadang juga mengakibatkan kemacetan yang cukup mengganggu. Kadangkala, juga membuat pengemudi lain gerah dan marah kepada para pengemudi truk tua itu.

“Entah apa sebabnya, mereka masih terus menggunakan truk-truk tua itu. Padahal, jalannya sudah lambat dan sangat sering mogok. Lagipula, biaya perawatan dan perbaikan truk itu mungkin juga sangat besar,” terang seorang pedagang, Rudi (34) yang ditemui di Pelabuhan tersebut.

Rudi menceritakan, dulu mobil-mobil tua itu juga sering membawa petaka bagi pengemudi dan orang disekitarnya। Bahkan, pernah Tahun 2005 lalu, satu buah truk kontainer jatuh di sebuah jembatan dan menewaskan 2 orang penumpangnya। Barang yang dibawa, juga tidak ada yang selamat, karena telah hancur berserakan.

Ketua Koperasi Angkutan Bagian Pelabuhan (Kopenbapel) Syafrizal mengakui keberadaan truk-truk tua di kawasannnya itu। Pria yang mengepalai 300 anggota yang memiliki truk itu mengakui, 20 % truk yang beroperasi di Taluak Bayua itu sudah tua dan tidak laik jalan lagi।

“Walikota Padang, usai meninjau langsung tewasnya 2 anggota kami, karena menggunakan truk tua 2005 lalu pernah berjanji akan membatasi tahun keluaran truk yang beroperasi di Taluak Bayua। Waktu itu, dia mengatakan truk yang beroperasi, minimal adalah truk keluaran Tahun 1985 ke atas. Selebihnya harus dilakukan peremajaan,” terang Syafrizal yang akrab disapa Ujang itu.

Menurutnya, saat ini sudah waktunya untuk menagih janji walikota untuk peremajaan seluruh truk yang keluar di atas tahun 1985. “Kedepan, saya akan berusaha untuk menekankan kepada anggota saya untuk melakukan peremajaan truk-truk itu. Tentunya, dengan kemudahan yang diberikan oleh pemko,” harap Ujang.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s