Pasca Gempa dan Isu Tsunami, Pantai Padang Ngetop Lagi

Memandangi kondisi Pantai Padang, Sabtu (6/10) – tepatnya saat Malam Minggu membentang, seakan tidak ada lagi rasa trauma akan gempa dahsyat akibat gempa yang melanda Kota Padang 12 dan 13 September lalu. Jejeran gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah kembali bagadincik dan barisan kendaran roda dua dan empat telah menyesakkan area sepanjang Jalan Samudra itu. Jarum jam menunjukkan Pukul 21.30 WIB dan kebanyakan pengunjung juga masih mengenakan “seragam” sepulang dari Shalat Tarawiah.

Sekelompok remaja tanggung atau yang dikenal dengan Anak Baru Gede (ABG) sudah mulai mengambil posisi tepat di pinggiran batang beringin tua di halaman Kantor Dinas Pariwiasata Kota Padang. Mereka mengaku sudah mulai melupakan gempa dahsyat itu. Malam Minggu sebelumnya, kebanyakan mereka masih melilih untuk berdiam diri di rumah masing-masing.
“Minggu patang, wak masih agak ragu juoa ka taplau (tapi lauik) ko। Tapi, kini yo lah agak tanang saketek. Salain alah indak lai taraso gampo, urang juo alah rami pai ka tampaik ko,” ujar Jeki (15) yang datang bersama belasan orang rekannya dan memarkir motor mereka tidak jauh dari Beringin tua itu.

Selain Jeki Cs, terlihat aktifitas yang tidak kalah ramainya di kawasan yang dipenuhi gerobak PKL। Bahkan, makanan khas malam Panta Padang seperti jagung bakar dan pisang bakar sudah kembali menjadi satu magnet yang menarik pengunjung untuk singgah. “Al hamdulillah, urang lah mulai rami. Habis Tarawiah ko, urang banyak yang mamiliah untuak pai santai ka taplau. Lumayan untuak manambah-nambah biaya balanjo hari rayo,” terang Anti (35) seorang KPL di sela-sela pembeli yang terus memesan padanya.

Lumrah memang, jika malam itu pengunjung mulai berdesakan ke Panta Padang। Karena, sudah hampir selama satu bulan, Warga Kota disibukkan dengan aktifitas mubazir – yaitu menjadi takut yang berlebihan setelah diguncang gempa. Lagipula, cuaca yang bersahabat, meski sesekali hujan rinai menusuk tidak menyurutkan pengunjung untuk bersantai di taplau.

Para pedagang berharap, pengunjung Pantai Padang kembali ke kondisi normal. Karena, kebanyakan dari mereka yang mengandalkan berjualan Talua Katuan (Telur Penyu) itu sangat mengandalkan pendapatan dari transaksi di sini. “Gempa memang dak ado yang bisa tau. Tapi, kok dapek alah jadi tu gampo-gampo tu. Kalau memang gampo tu untuak maingekkan kito dek banyak doso, mari samo-samo kito tobai,” tukas Dafid (26) seorang penjual Talua Katuang mencoba untuk bijak memaknai makna yang tersirat.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s