Tulisan Lafaz Allah di Telinga Bayi Merah

11 BULAN mengandung, ternyata membawa hikmah tersendiri bagi Maiyu Lita (32). Ibu muda itu mendapati sebuah keanehan – lebih disukainya disebut dengan keajaiban – pada salah satu organ tubuh bayi mungilnya. Pada telinga bagian kiri, bayi yang lahir melalui operasi cesar, Sabtu (29/9) sekitar pukul 14.00 WIB itu, terbentuk Tulisan Lafaz Allah. Adalah Elfida (36) – kakak kandung Maiyu yang melihat keganjilan itu pertama kali.

“Pas wakatu ka mamandian, eh tau-tahu ado Tulisan tu (Allah – red) di talingonyo. Langsuang sajo awak kecekkan ka urang-urang di rumah sakik ko,” ujar Elfida yang setia menunggui adiknya di RSUD Sungai Sapiah Kecamatan Kuranji Padang, Minggu (30/9) kepada ratusan orang yang melihatnya, di tengah kerumunan orang yang juga mulai berdatangan membuktikan peristiwa yang kian santer terdengar itu.

Usai melakukan persalinan yang dibantu tim dokter RSUD, Maiyu memang masih terlihat lemas. Tapi, perasaan bahagian tidak dapat disembunyikannya. Meski suaminya, Sudirman (33) belum bisa berada di sisi, karena masih mencari kehidupan sebagai pedagang di DKI Jakarta. “Uda memang alun pulang lai. Tapi, nyo lah tau. Mungkin urang ka rayo bisuakko nyo usaoan pulang,” tukas Maiyu yang beralamat di Belakang SD Ampang Kecamatan Kuranji bersama ibunya Yulimar (60).

Menurut pengakuan Maiyu, dia terpaksa mengambil langkah operasi cesar mengingat kandungannya yang sudah kelebihan 2 bulan dari 9 bulan normal. Saat masih sembilan bulan dia sempat memeriksakan, namun karena tidak ada masalah dia membiarkan saja. Mengingat kondisi gempa yang kerap terjadi, sedangkan suami jauh di seberang, dia mengambil langkah itu. “Ragu awak, kalau sadang hamil tuo ko ado gampo-gampo, bisa-bisa …,” terangnya yang mengaku menjalani 1 Jam operasi.

Hingga berita ini diturunkan, “bayi ajaib” yang diberi nama Rahmad oleh neneknya itu masih terus jadi bahan perbincangan orang di RSUD. Bahkan, setiap detik semakin banyak orang yang melihatnya. Sejak dilahirkan dengan berat 3,2 KG dan panjang 45 CM, Rahmad yang juga diusulkan sebagian “pengunjung” di tambah dengan Ramadhan di belakang namanya itu terlihat dalam kondisi sehat.

“Antah apo yang ka tajadi, yang pasti iko adolah tando-tando yang ditunjuakkan Allah untuak kito basamo. Jadi, pandai-pandai kito untuk mamaknai,” terang Surya (30) sepupu Maiyu yang merupakan mamak dari Rahmad. Katanya, sejak mendengar kejadian aneh itu, dia dan sejumlah tetangga Maiyu langsung mendatangi RSUD. Hasilnya, bangsal bersalin RSUD menjadi sesak oleh warga.

Bergerak Kuat Ketika Mendengar Adzan

Sejumlah keganjilan memang ditemui oleh orang tua Rahmad selama mengandung anak pertamanya itu. Ketika umur kehamilannya sudah mulai tua, si jabang bayi menunjukkan tanda-tanda keanehan. Saat adzan berkumandang, gerakan anaknya menjadi super lasak. Kadang, sang calon ibu juga harus menahan sepakan-sepakan kecil Rahmad yang masih berada di dalam perutnya itu semakin mengencang seperti berlari.

“Satiok urang adzan, pasti nyo lasak bana. Sarupo sadang malonjak-lonjak kagirangan sajo. Antah apo pulo makasuinyo dan apo yang katajadi. Nan jaleh ambo kini sangaik bahagia dengan hadirnya anak ko,” ungkap Maiyu yang masih lemah dan “bergantung” pada tali infus di lengan kanannya.

Usia kandungan sebelas bulan memang bukan hal yang biasa. Namun, selama itu pula Maiyu tetap tabah dengan segala kemungkinan yang ada. Sebenarnya, suaminya Sudirman baru berangkat sebelum Balimau ke Jakarta. Sebelumnya, dia berprofesi sebagai sopir Angkot Jurusan Siteba sejak beberapa bulan terakhir setelah mereka berdua kembali dari Jakarta.

Menurut keterangan beberapa keluarga Maiyu, sebelumnya mereka berdua (Maiyu dan Sudirman) tinggal di Jakarta. Saat banjir besar melanda, mereka kembali pulang ke Padang. Sudah satu tahun berumah tangga, tanda-tanda akan punya anak belum juga tanpak pada pasangan itu. Padahal, mereka berdua tidak dapat dikatakan muda lagi sebagai pasangan suami istri, karena keduanya mengaku sedikit terlambat.

“Bulan Puaso tahun patang, awak jo uda awak taruih mamintak ka Tuhan bia capek dikaruniai anak. Tiok malam kami Shalat Tahajut Basamo. Alhamdulillah, Bulan Ramadhan kini Allah lah maagiah kapicayoan kapado kami. Ditambah jo tando-tando iko, tantunya sangaik mambuek kami bahagia. Semoga, anak ambo ko manjadi urang nan paguno kelak,” harap ibu yang terus memancarkan aura bahagia itu.

Meski belum bisa memastikan kapan dia diizinkan pulang, Maiyu sudah tidak dapat menahan keinginannya lagi untuk berlebaran bersama suami dan anaknya dalam waktu dekat ini. “Ado kamungkinan, uda pulang sabanta lai, bia kami bisa barayo basamo,” tandas Maiyu.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s