“Dulu, Tukang Lauak Se Maleh ka Tampek Kami”


Terkenang satu tahun lalu, maka penduduk di RT 3 RW III Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubuak Bagaluang pasti akan menceritakan kondisi memiriskan kawasan di tepian perkotaan yang kumuh itu. “Dulu, kok hari hujan, tukang lauak se maleh masuak ka tampek kami ko,” ujar Awaluddin Tris (60) warga sekitar, Kamis (6/12) ketika dikunjungi tim dari Asian Developmnt Bank (ADB) yang ingin melihat perkembangan kampung tersebut.

Di Kampung Jua – khusus di sekitar tempat tinggal Awaluddin, tidak akan ditemukan lagi kawasan becek nan kumuh seperti masa lalu. Saat ini ––meski belum rampung––, mereka sudah menikmati jalan beton yang nyaris sudah dapat dinikmati ratusan KK di kawasan itu. Bahkan, jalan dengan lebar 3 M sudah menjangkau kian jauh ke pelosok.

Saat ini, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kampung Jua, tengah melakukan finishing (penyelesaian) proyek pembenahan lingkungan pemukiman kumuh yang disebut Neighbourhood Upgrading and Shalter Sector Project (NUSSP). NUSSP sendiri, adalah sebuah sebuah program pengentasan kemiskinan (perkotaan) yang mencoba melakukan kolaborasi antara masyarakat, swasta dan pemerintah dalam bentuk sinergi.

Setidaknya, sejak program NUSSP digelar di Kampung Jua tahun lalu, masyarakat sudah hampir bisa menikmati jalan sepanjang 1 KM di lingkungan mereka. Bahkan, dari pengakuan Koordinator BKM Dalmihar SPd, karena tingginya keinginan masyarakat untuk mendapatkan kawasan yang sehat, ketika dana belum turun, maka partisipasi masyarakat dan donatur sudah terlebih dahulu menanggulangi. Saat dana dicairkan, maka seluruh talangan mereka akan segera dibayarkan.

Local Coordinator Officer (LCO/Pimpinan-red) NUSSP Kota Padang Nurwidali mengakui, lambannya pencairan dana juga dinilai sedikit menghambat pekerjaan di lapangan. Tapi, dengan semangat gotong royong masyarakat, semuanya dapat diselesaikan dengan baik. Bahkan, nilai total pekerjaan yang berlangsung di 12 kelurahan di Kota Padang ini menjadi lebih tinggidari semestinya.

Menurut Nurwidali yang juga pegawai Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Padang itu, dana yang diturunkan ADB dalam proyek tersebut berjumlah total Rp 12 miliar termasuk dengan dana pendamping dari APBD Kota Padang. “Proyek ini, adalah sebuah percontohan untuk memperbaiki sudut-sudut kota yang masih terus berstatus kumuh,” tukas Nurwidali yang menyatakan, paling tinggi terserapnya dana dan penyelesaian progaram ini pada akhir 2007 hanya 70 persen, terkait dengan lambannya pencairan dana.

Petugas ADB, Wolfgang Kubitzki yang datang didampingi Siti Hasanah dan Ruly Marianty menyatakan salut dengan terjadinya pertambahan total nilai kegiatan yang terjadi di Kota Padang. Metode gotong royong dan sukarelanya masyarakat berpartisipasi dalam menyerahkan tanahnya, dikatakan sangat membantu dalam pengerjaan proyek-proyek ini.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s