33,3 Persen Keluarga Miskin di Sumbar

Sedikitnya, 170.367 wanita di Sumatera Barat, saat ini diketahui menjadi kepala keluarga. Merekalah yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, dengan berbagai alasan, baik ditinggal cerai atau meninggal, serta alasan lainnya. Sementara, 928.082 laki-laki lainnya masih memimpin keluarga mereka dari jumlah 1.940.429 KK yang ada di Sumbar. Meningkat 33 ribu dari tahun sebelumnya.

“Hasil ini kita dapat, setelah melakukan pendataan keluarga dari 1 Juli hingga 30 September 2007 lalu. Dari jumlah itu, juga diketahui KK kurang sejahtera, dengan kategori pra sejahtera 93.293 KK (8,25%) dan 271.220 KK (24,78%) sejahtera I. Jadi jumlah keluarga kurang sejahtera mencapai 33,3%. Kurang sejahtera, berbeda dengan keluarga miskin versi BPS,” ujar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Sumbar H Indra Wirdhana SH MM, Jumat (28/12).

Menurut Indra, indikator yang digunakan BKKBN dan BPS berbeda. Maka, hasil yang didapat juga berbeda. Pengertian keluarga kurang sejahtera dengan keluarga miskin berbeda. Angka tersebut (33.3%) turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 34,3 %. Sedangkan jumlah keluarga sejahtera II 350.059 (31,98%), Sejahtera III 339.922 (31,05%) dan Orang Kaya (Sejahtera III Plus) sebanyak 39.929 (3,64%).

Kata Indra, dengan jumlah KK itu, tercatat jumlah Penduduk Sumbar mencapai 4.421.863 orang. Jika dirata-ratakan maka setiap keluarga hanya memiliki anggota 4,04 dengan rincian memiliki anak 2,04. Sepintas, hasil ini menunjukkan angka yang menggembirakan, karena Keluarga Berencana (KB) menganjurkan anak hanya 2 orang saja dengan maksimal keluarga 4 orang.

“Sekilas, angka itu menyatakan program KB di Sumbar berhasil. Tapi, jika ditelisik lebih dekat, maka tidak demikian kenyataannya. Tingginya angka perempuan yang memimpin keluarga, berarti telah mengurangi satu anggota keluarga (laki-laki sebagai kepala). Dilihat dari tingkat keikutsertaan KB, jumlah peserta di Sumbar masih dalam tingkat menengah,” tukas Indra.

Peserta KB di Sumatera Barat yang masih berada pada usia subur hanya mencapai 734.946 KK. Mereka adalah pasangan yang mendapatkan pelayanan alat kontrasepsi berbagai jenis. Angka tersebut jika dirata-ratakan hanya mencapai 65,52 persen KK aktif. Sedangkan, keberhasilan KB dapat dikatakan sukses, jika mencapai 70% peserta.

Kedepan, lanjur Indra, pelayanan KB akan lebih ditingkatkan lagi. Tahun 2007, BKKBN Sumbat telah memiliki 3 armada tambahan berupa mobil penerangan yang mampu menjangkau pelosok negeri. Sedangkan dana alokasi khusus (DAK) yang akan disebar di setiap kabupaten dan kota juga terdapat Rp 9.4 miliar.

“Beberapa kebijakan, akan kita terapkan ditahun mendatang untuk terus menekan pertumbuhan penduduk. Pertama adalah dengan kembali memberdayakan program KB yang mulai lesu setelah reformasi. Memberdayakan masyarakat untuk ber KB. Memperkuat SDM operasional, meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, dan meningkatkan pembiayaan di daerah,” lanjutnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s