Iqbal Penderita Gizi Buruk

Menjadi ‘budak’ tani, ternyata tidak mengurungkan niat Larman untuk memiliki banyak anak, Pria berumur 45 tahun itu, saat ini tercatat sudah memiliki 10 orang anak. Sayang, satu dari anaknya, Iqbal (6 bulan) tercatat sebagai 1 dari 10 orang anak yang menderita gizi buruk di Kota Padang. Saat ini, kondisi bocah yang beralamat di RT 2 RW I Kelurahan Lubuak Minturun itu, sudah mulai baik.

Ditemui di rumahnya, Iqbal yang masih tertidur di ayunan, bersama ibunya Masniati (42), memang berada pada kondisi ekonomi yang memiriskan. Di rumah itu, tidak terlihat satu apapun barang rumah tangga yang dapat di banggakan. Yang ada, hanyalah sekumpulan bocah-bocah yang bermain di ruang tamu, seperti layaknya sebuah tempat penitipan anak.

“Kini Iqbal alah lumayan. Dulu memang, barek badannyo sampai turun 4 kg. Kami lah mambaoknyo langsung ke RSUD Aia Paku, karano Puskesma Aia Dingin Lubuak Minturun dak bisa manarimo. Ado 15 hari, dirawat, tapi dak ado parubahan. Apaknyo langsung mambaok baliak pulang, meski barek badannya alah 4,2 kg,” ujar Masniati yang dirumahnya terdapat 3 KK, keluarganya dan 2 keluarga anak dan menantunya.

Kata Masni diamini Larman, mereka memang sangat kesulitan untuk memenuhi kebutunan sehari-hari. Katanya, dengan pekerjaan yang hanya budak tani, atau orang yang mengerjakan sawah orang, agak kesulitan untuk memenuhi asupan gisi. Setiap bulan, mereka juga menerima jatah raskin 20 kg dengan harga Rp 36 ribu.


Iqbal lahir di RSUD Kota Padang di Aia Paku, 6 November 2007 dalam keadaan normal. Namun, dalam perkembangannya, Iqbal yang bernama lengkap M Iqbal ini pertumbuhannya sangat lambat. Bahkan, puncaknya pertengahan Maret lalu.. Berat badannya hanya 4 kg dari 7 kg kondis normal.

Kepala Dinas Kesehatan dr hj Efrida Aziz bersama Ketua Komisi D DPRD Kota Padang Sahbuddin BSw, Kamis (10/4) datang melihat langsung kondisi Iqbal. Efrida Aziz mengaku, saat ini kondisi Iqbal terus dipantau oleh pihaknya. Bahkan, Puskesmas Aia Dingin langsung diinstruksikan, untuk memberikan perhatian khusus kepada Iqbal.

“Kasus ini, dengan cepat kita tangani. Soal anggaran untuk kesembuhan Iqbal, sudah kita sediakan di Dinkes. Jadi, kita berharap, keluarga juga dapat melakukan penjagaan yang baik kepada Iqbal.” tukas Efrida Aziz seraya menyebutkan, saat ini kondisi Iqbal sudah membaik. Berat badannya saat ini juga sudah mencapai 4,8 kg.

Sahbuddin yang datang bersma Budiman Sag Dt Malano Garang, H Maidestal Hari Maesa, Dra Nurmaini Jamar dan Siti Zakiah SP meminta keseriusan Dinkes, untuk menangani kasus ini. “Jangan lagi, terjadi kasus-kasus seperti ini,” ujar Sahbuddin dari PBB ini.(***)

One thought on “Iqbal Penderita Gizi Buruk

  1. sawahlunto berkata:

    “Kasus ini, dengan cepat kita tangani. Soal anggaran untuk kesembuhan Iqbal, sudah kita sediakan di Dinkes.”
    jangan hanya berpatok pada bagaimana penyembuhan buk, anggaran untuk pencegahan adalah juga perlu. perbesar lg dana untuk Posyandu buk. masa’ cuma 212 rb perak setaon?? bisa apa dengan dana segitu? (maaf…maaf…saya bukan kader posyandu). Oke buk?
    berpijak pada pepatah “preventing is better than curing” (halah…halah…pake bhs ingg sgala).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s