Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ragu

PAN dan Golkar Malu-malu di Pilkada Padang

3 PartaiTIDAK ada satu pasangan calon yang benar-benar telah dipastikan bakal bertarung pada Pilkada Kota Padang Oktober mendatang. Seluruh partai politik (parpol) masih saja saling mengintai ‘lawan’. Gerakan politik di kota ini sepertinya hanya sekedar ‘palapeh tanyo’. “Tidak ada yang berani untuk unjuk gigi,” kata Ketua DPC PKPI Kota Padang Nofrizal SH.

Pernyataan Nofrizal yang saat ini duduk di Komisi A DPRD Kota Padang itu tidaklah salah. 3 Parpol yang telah memastikan diri dapat mengajukan sepasang calon, juga seakan adem ayem saja. Capaian suara lebih dari 15 persen — sebagai syarat untuk mengajukan calon, masih belum dimaksimalkan.

PKS, sebagai pemenang Pemilu 2004 dengan suara 67 ribu atau 11 kursi DPRD Kota Padang, masih ‘mengusung’ seorang calon wakil walikota H Mayheldi Ansharullah SP, yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar. Siapa yang bakal diusung mejadi walikota, kata Ketua DPD PKS Kota Padang Budiman SAg Dt Malano Garang masih ‘digantung’ di DPP (pusat).

Pemegang kunci pasangan calon lainnya, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 59 ribu suara 9 kursi, juga masih belum memutuskan, siapa yang akan menjadi sepasang ‘pejuang’ dalam Alek Demokrasi perdana itu. “Akal-akalan’ DPD PAN dengan membuka pendaftaran calon walikota juga telah dilakukan, meski semua orang tahu, kalau partainya Amien Rais itu sudah pasti akan kembali mengusung Ketua DPD PAN Kota Padang yang juga Walikota Padang (incumbent) Drs H Fauzi Bahar MSi.

“Kita hanya membuka pendaftran untuk pasangan Fauzi,” tegas Wakil Ketua DPD PAN Kota Padang Irdamsyah Nazar, akhir pekan lalu usai mendampingi pak wali di sidang paripurna dewan. Katanya, pembukaan pendaftaran yang kembali dilakukan DPD itu, hanyalah untuk mencari pasangan wakil walikota untuk incumbent.

Ada selentingan kader 2 partai besar ini yang ‘terobsesi’ dengan kabar suksesnya Pasangan PKS dan PAN pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat baru baru ini. Meraup suara tertingginya Ahmad Heryawan dari PKS yang berkoalisi dengan Yusuf Macan Effendi atau Dede Yusuf dari PAN, bakal diulang di Kota Padang.

“Wah bisa juga tuh. Tapi jangan mancing-mancing lah. Dalam politik itu semua bisa terjadi, perubahannya ada dalam hitungan menit, bahkan detik,” kata Fauzi Bahar yang tidak menampik, terbuka lebarnya kemungkinan untuk menduetkan PAN dan PKS pada Pilkada. Namun, Budiman masih belum dapat menjelaskan, kemana PKS akan berkoalisi. “Saat ini kita masih nunggu keputusan dari DPP, jadi kita lihat saja,” tegasnya.

Dua partai ‘utama’ PAN dan PKS memang sudah memastikan 1 nama masing-masing, PAN dengan walikota dan PKS dengan wakil walikota — keduanya sama-sama mengusung kader internal partai. Nah, bagaiman dengan Pemenang Pemilu 2004 di Indonesia, Partai Golkar? Partai ini masih saja berkutat dengan persaingan calon internal yang bakal mereka usung pada Pilkada.

Ada banyak calon internal yang diperkirakan bakal maju dari partai berlambang beringin ini, pertama Ketua DPD Golkar Padang Z Panji Alam SH, Syaharman Zanhar (Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar, Yul Akhiari Sastra (Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar dan Aggota DPRD Sumbar), serta nama-nama lain.

Meski Ketua DPD Golkar Sumbar H Leonardy Harmainy MBA pernah menyebutkan, untuk Kota Padang, Golkar ‘cukup’ maju sebagai wakil walikota saja, ternyata malah menjadikan pergulatan yang cukup kuat di partai kuning itu. Para kader internal saling unjuk gigi meski dalam lingkaran. “Saya, kalau tidak diajukan Golkar, akan tetap legowo. Sebagai kader Golkar, saya tidak akan maju dengan partai lain,” tegas Panji Alam beberapa waktu lalu.

Ketua Tim Pilkada Kota Padang Afrizal SH menyebutkan, sesuai Juklak (petunjuk pelaksanaan) 05 DPP Partai Golkar, untuk Kota Padang kemungkinan besar hanya untuk wakil walikota. Katanya, dalam Juklak itu tertulis, jika Golkar dalam Pemilu berhasil melebihi oencapaian suara 15 persen, namun tidak menang, maka untuk Pilkada cukup wakil saja. Berbeda, kalau menang, dianjurkan maju sebagai walikota. Sepasang calon, hanya boleh diajukan, kalau meraup lebih dari 30 persen suara.

“Nah, dari juklak itulah kita berjalan. Sekarang, mekanisme partai ini masih digorok di DPP. Survei tim independen akan melaporkan perolehan kepoluleran 10 orang yang telah diajukan oleh DPD Kota Padang dan 10 orang di DPD Golkar Sumbar. Kalau surfei keluar, kita langsung tancap gas untuk bersosialisasi calon,” tukas Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Padang ini.

Untuk berkoalisi partai, kata Afrizal tidak terlalu penting oleh Golkar. Karena telah mengantongi suara 63 ribu dan 8 kursi di DPRD Kota Padang. Kalaupun berkoalisi, partai pengasa orde baru (Orba) ini hanya akan berkoalisi untuk memenangkan Pilkada. “Siapa yang akan diusung dari internal, kita belum dapat memastikan. Maka, partai mana yang akan kita ajak berkoalisi, itu belum dapat disebutkan,” tukasnya.

Berbicara “di lapangan” Partai Golkar memang mulai gerah dengan tidak munculnya nama yang akan mereka usung. Tiga nama yang paling teratas untuk maju di Golkar saat ini adalah Panji Alam, Zyaharman Zanhar dan tokoh lainnya dari birokrasi yang juga ketua DPD Kosgoro Sumbar H Drs Yusman Kasim MM. Sedangkan, Fauzi Bahar juga disebut-sebut bakal diusung oleh partai ini. “Kita belum bicara nama sebelum ada keputusan DPP,” kata Afrizal lagi.

3 partai besar di Kota Padang — PKS, PAN dan Golkar memang masih malu-malu untuk menunjukkan keseriusan maju dalam Pilkada Kota Padang. Bahkan, mereka juga seakan ‘kalah’ dengan Partai Demokrat yang telah berani terang-terangan mengusung Husni Hadi dan Mukhlis Sani (Humus) meski kandas di tengah jalan. “Kalau kita memiliki 15 persen, tentu Demokrat sudah mendeklarasikan calon,” kata Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Padang Drs Faizal.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s