Ongkos Angkot Naik

Kenaikan harga angkotPEMERINTAH pusat sengaja menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Sabtu (24/5) tepat pada Pukul 00.00 WIB. Pengumuman hari itu diprediksi tidak akan membuat gejolak yang terlalu besar dari berbagaii kalangan — terutama mahasiswa. Karena, dua hari setelah kenaikan adalah hari libur Sabtu dan Minggu. Ternyata, penyesuaian tarif angkutan kota (angkot) membuat Pemko Padang kalimpasiangan.

Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi dan Kepala Dinas Perhubungan Drs H Firdaus Ilyas juga tergegas membuat tarif penyesuaian para Sabtu pagi. Imbasnya, karena para pengusaha angkutan dan supir telah menaikkan harga, peraturan walikota (Perwako) penetapan tarif angkot juga harus diubah. Buntutnya, kejar-kejaran jadwal, antara Pemko dan DPRD Padang terjadi.


Wakil Ketua DPRD Kota Padang Z Panji Alam SH mengatakan, dewan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kondisi ini. Katanya, setelah menerima draft perwako tarih angkutan baru, Pimpinan Dewan — Ketua dan Wakil Ketua, Ketua Komisi dan Ketua Fraksi secepat kilat melakukan rapat pimpinan. Rapim pagi-pagi liburan itu mengeluarkan keputusan membentuk panitia kerja (Panja) yang dipimpin Drs Sabaruddin Herman SSos MM.

Ketua Panja dari Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) itu juga harus kejar tayang, karena Rapim mengamanatkan, Paripurna Rekomendasi terhadap Perwako harus dilakukan Sabtu pada pukul 20.00 WIB. “Kita tidak punya banyak waktu. Secepatnya draf yang diberikan Walikota Padang harus dibahas,” kata Sabaruddin yang langsung memimin pertemuan dengan stake holder terkait.

Setelah mendapat ‘restu’ dari rapat panitia musyawarah, hari itu juga Sabaruddin didampingi wakil dan sekretaris panja Drs Faizal dan Sofyan Sar SH mengumpulkan Ketua Organda (organisasi angkutan darat) Muslim Tanjung, Ketua YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Daniel Aswat dan Syaharman Zanhar. “YLKI mewakili warga dan Organda mewakili supir dan pengusaha angkutan,” tambah Sabaruddin.

Dalam diskusi itu, pembahasan memang sangat alot. Kenaikan BBM berkisar 28,7 persen, dengan rincian premium Rp 6000, Solar Rp 5500 dan minyak tanah Rp 2005, itu tidak memancing pemko menaikkan tarif angkutan mencapai 30 persen. Dalam draft yang disusun sejak 23 Mei lalu itu, paling tinggi kenaikan hanya mencapai 19.23 persen untuk bus kota.

Berikut adalah rincian kenaikan tarif yang diajukan Pemko Padang. Untuk Zona I (0-5KM) terjadi kenaikan menjadi Rp 1500 dari Rp 1300 semula, atau 15,38 persen kenaikan. Zona II (5-10 Km) menjadi Rp 1800 dari Rp 1550 (16,31 persen). Zona III (10-15 Km) menjadi kenaikan Rp 2100 dari Rp 1800 (16.67). Zona IV (diatas 15 KM)  naik menjadi Rp 129/Km dari Rp 110,2/Km. Sedangkan tarif bus kota ‘diajukan’ Rp 1550 dari Rp 1300 sebelumnya.

Khusus pelajar dan juga mahasiswa tetap lebih rendah dari tarif umum. Hanya terjadi usulan kenaikan Rp 100 perzonanya, meski pada kenyataannya harga itu tidak sesuai dengan keputusan lama. Zona I menjadi Rp 800 dari Rp 700, Zona II menjadi Rp 900 darn Rp 800, Zona III menjadi Rp 1000 dari Rp 900. Sedangkan zona IV dihitung Rp 65/Km dari Rp 55/Km. Untuk bus kota, pelajar dan mahasiswa membayar Rp 800 dari Rp 700. 

Usulan kenaikan itu membuat Organda mengharuskan kenaikan juga seimbang, paling tidak sesuai kenaikan BBM. “Kalau kenaikan BBM tidak seimbang dengan kenaikan tarif angkutan, maka pengusaha dan supir akan sangat dirugikan,” tandas Muslim Tanjung yang sedikit ngotot menyeimbangkan kenaikan harga.

Duet YLKI, Daniel Aswat dan Syaharman Zanhar pada awalnya tidak sepakat dengan usulan Organda. Menurut mereka, memang kenaikan harga BBM harus diimbangi dengan kenaikan tarif. Namun, pada saat pembahasan yang dipimpin Panja, kenaikan hampir mencapai 30 persen.

Akhirnya,  Panja DPRD Kota Padang bersama Dinas Perhubungan, DPC Organda, YLKI dan Dewan Transportasi Kota Padang, menyepakati untuk penyesuaian tarif angkutan kota (angkot) dalam Kota Padang dengan rata-rata kenaikan 24,17 persen. Tarif angkot ini akan ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD Kota Padang, besok (26/5).

Disepakatinya penyesuaian tarif angkot ini seiring dengan dikeluarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 12 tahun 2008, tertanggal 23 Mei 2008 tentang Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dan, patokan kenaikan tarif angkot tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota Padang No 191 Tahun 2005 tentang Penetapan Tarif Angkutan Kota Dalam Kota Padang. 

Tarif baru angkot yang disepakati, yakni Zona I (0-5 km) Rp1.500, Zona II (5-10 km) Rp2.000, Zona III (10-15 km) Rp2.300, Zona IV (diatas 15 km) Rp130/km dan Bus Kota Rp1.700. Khusus untuk pelajar dan mahasiswa diberlakukan 50 persen dari tarif umum secara keseluruhan.

“Dengan telah disepakatinya tarif angkot ini, diharapkan konsistensi Dinas Perhubungan (Dishub) dalam menegakkan aturan kenaikan tarif angkot ini. Dishub juga diharapkan untuk mengawasi di lapangan atas tarif angkot yang disepakati,” harap Sabaruddin Herman.

Kepada Organda selaku organisasi pengusaha angkutan darat, harap Sabaruddin, ikut mengawal dan melaksanakan hasil kesepakatan tarif angkot pascakenaikan BBM ini. “Sehingga kesinergisan antara Dishub dan Organda ini, dapat menimalisir gejolak yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” lanjut Sabaruddin.

Ketua Organda Muslim Tanjung yang semula mengajukan kenaikan tarif mencapai 28 persen menyebutkan, hasil rapat panja itu sudah maksimal, meskipun lebih rendah dari tuntutan mereka. Namun, Muslim berjanji, kalau paripurna sudah mensahkan rekomendsai Panja dan menjadi Perwakot — sebelumnya disahkan DPRD, mereka siap mensosialisasikan.

“Saya meminta kepada sopir, menunggu terbitnya Perwako tarif harga, sebelum menaikkan  ongkos. Setelah terbit perwako, sosialisasi kenaikan akan digelar Organda secara langsung kepada anggotanya. Organda siap mengawal dan mengontrol kenaikan harga. Kalau ada yang membandel, tentu akan dilaporkan. Organda tidak berwenang mengambil tindakan,” tukasnya.(*)

3 thoughts on “Ongkos Angkot Naik

  1. rini berkata:

    seringnya para sopir angkot terlalu kreatif untuk menyegerakan kenaikan tarif angkutan umum. padahal blm ditetapkan. saya ingat wkt kul di pekanbaru, perbedaan tarif antara pelajar/mahasiswa dengan umum tidakpernah ada realisasinya. mahasiswa tetap dianggap umum. kasian banget!!

  2. ubadbmarko berkata:

    iya kemarin juga ada anak naik tower sutet gara-gara mau burung beo, kenapa tuh anak ikut-ikutan naik ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s