BLT Untuk Bayar Hutang

Berbagi Kasih dengan Subsidi BBM

MENANGIS, seorang perempuan kisaran 40 tahun di depan rumahnya. Pintu rumah yang mulai goyah, ternyata tidak membuat dia mendapatkan apa yang menjadi haknya. Hari itu, belasan tetangganya menerima konpensasi kenaikan harga BBM. Mereka mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). Si perempuan ini tahu, tetangganya hanya butuh uang itu (BLT) untuk membayar cicilan motornya.

Masih sedu, dia mulai bangkit dan mencoba menghubungi RT setempat. Tidak ada yang didapat disana, selain antrian puluhan orang yang ingin mendapatkan kartu BLT. Kartu yang disebut mantan presiden RI Megawati Soekarno Putri, langkah membuat masyarakat menjadi pengemis. “Saya tidak ingin begini, tapi, hutang saya banyak. Suami saya di tempat yang satunya,” sedih perempuan itu.


Benar saja, sejak beberapa tahun lalu, perempuan yang beranak 2 itu harus membagi segalanya dengan perempuan lain. Bahkan, hanya Rp 200 ribu yang dia dapat perbulannya dari si suami. Mau tahu apa pekerjaannya? Hanya seorang tukan batu yang bolak balik ke luar kota. 2 Anak mereka tidak sekolah. Keduanya hanya ‘mendampingi’ anak orang lain, berangkat dan pulang sekolah.

Sudah satu bulan, si suami tidak pulang. Saat mendekap sebuah kartu yang dapat ditukar Rp 300 ribu, hati perempuan itu mulai tenang. Tapi, kegusaran mulai didapatnya, ketika uang itu benar-benar sudh dikantongi. Katanya, untuk bayar hutang uang itu memang kurang. “Paling tidak, separonya saya bayarkan untuk utang,” katanya ragu.

Ada 3 orang di samping rumahnya yang diutangi perempuan itu. Satu persatu dibayarkan utang olehnya Rp 50 ribu. Kloplah, Rp 150 ribu telah lenyap. Mungkin, dia ingin makan enak dengan uang itu. Tapi, sesampainya di rumah, suami yang ‘tidak diinginkannya’ di hari itu datang. Dia memaksanya menyerahkan setengah BLT itu. “Kan namanya atas nama saya, Itu hak saya,” kata si suami yang kemudian pergi ke tempat satunya.(*)

                Cerita dari seorang tetangga, tentang tetangganya yang lain

Tags: ,

6 thoughts on “BLT Untuk Bayar Hutang

  1. erinaldi berkata:

    ga tepat sasaran kali yah…hm, ini bukti buat gugat pemerintah karena menghamburkan uang dengan dalih bantuan…kacaunya di kalangan pemerintahan terendah, asal comot aja yang berhak menerima BLT tanpa koordinasi dan penilaian kelayakan. Atau mungkin–bukan berprasangka buruk lho–pak lurahnya sengaja ngasih ke orang-orang terdekatnya..Ups, jangan bilang sapa-sapa…ssttt..

  2. kabayan berkata:

    Sadis, BLT dijadikan cara menarik simpati rakyat, padahal rakyat itu sendiri yang nanti akan menanggung beban hutang . Apakah ini politik santun dan beretika yang didengungkan selama ini???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s