Kisah Siti Nurbaya di Pilkada

Gusti Randa Sapa Warga Kota Padang dengan Roman Legenda

Gusti Syamsul BahriSabtu pagi menjelang siang, pukul 09.20 WIB. Jembatan Siti Nurbaya seperti biasa, sepi. Satu dua kenderaan lewat. Tetapi tak lama setelah itu, hiruk pikuk muncul bersamaan dengan dengan kehadiran Dt Maringgih. Tak lama hadir seorang pemuda, Syamsul Bahri. Mereka tidak berperang—seperti di dalam cerita film. Tapi saling jabatan tangan dan satu bendi diarak sepanjang jalan Kota Padang.

Itulah sekelumit berita yang benar-benar ada. Tidak dalam cerita Roman Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Peristiwa itu terjadi kemarin. Peristiwa langka bagi warga kota untuk seorang calon wali kota.

Gusti Randa, pemeran Syamsul Bahri dalam Roman Siti Nurbaya bersama HIM Damsyik tampak akrab menyapa warga. HIM Damsyik tampak sangat lekat di tengah masyarakat, ia disapa langsung dari dekat dan dari jauh. Dari atas roda dua dan roda empat. “Datuk Maringgih… hai… datuk maringgih!…” begitu teriak mereka.

Babendi-bendi digelar oleh Gusti Randa dalam rangka pencalonannya untuk jadi wali kota. Ini diakuinya.

Gusti Randa dengan pakaian lengkap Syamsul Bahri melintasi Batang Arau melalui Jembatan Siti Nurbaya di Padang Selatan. Arak-arakan bendi itu sangat meriah karena diiringi oleh group seni Talempong. Masyarakat spontan mengikuti dan memotret sepanjang perjalanan.

Tak ayal, perjalanan dua tokoh berlawanan dalam Roman Siti Nurbaya itu sempat membuat beberapa ruas jalan harus macet mendadak.

Memang sudah terbetik kabar, Gusti Randa, artis dan pengacara kondang ini akan maju dalam pemilihan wali kota padang (Pilwako) Padang Oktober nanti. Gusti Randa bakal mencalonkan diri sebagai calon walikota perseorangan berpasangan dengan Rizal Moenir. Salah seorang anggota DPRD Sumbar.

Rute bendi Gusti kemarin, memasuki wilayah ramai. Seperti jalan Permindo, Ratulangi, Damar, Veteran hingga Juanda. Sepanjang jalan tersebut, Gusti Randa dan HIM Damsyik tak henti-henti tersenyum dan melambai tangan ketika disapa. Apalagi para kaum ibu dan remaja putri yang antusias melihat dari dekat dua sosok yang sering menghiasi media massa ini. Camera Handpone dan Pocket Camera tak henti-henti menangkap moment. Bahkan ada yang berlari-lari kecil meningkahi langkah kuda yang menarik bendi.

Selain dipandu oleh aparat polisi, perjalanan juga diramaikan dengan kenderaan yang menguraikan kisah Siti Nurbaya. Tanpa sedikitpun menyatakan soal Pilwako.

Di tengah perjalanan, Gusti bersama rombongan sejenak menghentikan arak-arakan mereka di Rocky Hotel Jalan Permindo. Di sana, dia bergabung dengan para calon walikota lain saat menghadiri acara sosialisasi undang-undang Pemilu oleh KPU Kota Padang. Lelaki ganteng itu, terus mencuri perhatian, tidak terkecuali Walikota Padang, Drs H Fauzi Bahar MSi, yang hadir dalam acara tersebut. 

Di sana juga ada beberapa calon perseorangan, seperti pasangan IMAM (Ibrahim dan Murlis Muhammad). Di depan bendi Gusti Randa, juga melaju sebuah bendi lainnya yang diisi tiga dara cantik. Mereka adalah pemeran utama dalam sinetron lokal berjudul “Indekos”. Sinetron yang diproduksi bersama Padang TV itu memang membuat Gusti sangat dekat dengan Kota Padang. Ini juga menjadi satu alasan, kenapa dia menjadi sangat paham dengan kondisi kota ini.

Tidak lama, Gusti Randa yang cukup menyedot perhatian ribuan orang di dalam aula tersebut, meninggalkan ruangan untuk membuka pembicaraan dengan wartawan yang sejak lama menunggunya.

Memulai kata, Gusti Randa memastikan kembali, tentang keseriusannya maju dalam Pilkada Kota Padang. Katanya, dia tertantang untuk mengabdikan diri di Kota Padang.

“Saya adalah satu dari sekian banyak artis dari Sumbar yang selalu percaya, Kota Padang akan menjadi kota yang disegani di Indonesia. Kalau di tanya tentang visi dan misi. Saya belum membeberkan sekarang. Yang penting, saya melihat dulu, bagaimana masyarakat menilai tentang saya. Apakah bisa membuat perubahan di Kota Padang atau tidak,” lanjut Gusti yang satu tahun belakangan sering pulang kampung.

Sebelumnya, katanya, ia sengaja melakukan ekspose di beberapa media, tentang keinginannya itu. Setelah timnya melakukan evaluasi dan bergerak dengan survey ke bawah, maka dia memutuskan untuk maju dalam Pilkada Oktober mendatang. Gusti mengklaim telah mendapatkan dukungan dari beberapa ormas dan perkumpulan warga di Kota Padang.

“Seperti yang saya bilang tadi, saya masih melihat, bagaimana tanggapan masyarakat. Sekarang, tim saya masih melakukan pengumpulan dukungan. Dalam waktu dekat, saya optimis, bakal mendapatkan dukungan penuh, seperti yang disyarakatkan KPU sebesar 27 ribu dukungan. Tunggu saja, kapan kita deklarasi,” kata Gusti didampingi HIM Damsyik dan beberapa pemain Sinetron Indekos.

Tidak memastikan, kapan akan deklarasi, apa yang akan dikerjakannya ketika jadi walikota, Gusti menyudahi wawancara yang terus dikerubuti pekerja pers itu.

Bersama rombongan, ia kembali membelah kemacetan Kota Padang dengan pembuka jalan mobil polisi dan sebuah mobil kijang yang berisi tim untuk mensosialisasikannya sebagai calon walikota. Melewati Jalan Veteran, dia kembali ke peristirahatan di Hotel Pangeran.(*)

One thought on “Kisah Siti Nurbaya di Pilkada

  1. Uda syamsul Bahri nio jadi walikota..
    Ondeh mandeh sia yang ka manjadi Siti Nurbayao nyo tuh..
    Inyo rancak uda Syamsul Bahri naiak bendi tu.
    Kok inyo loh lolos beko jo KPU, bia lah awak yang ka mamaliah uda surang iko..He..He..
    Tambah rami se alek Pilkada iko…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s