Silaturahmi Perantau Agam Mundur

Sipasan 2008 Usai Lebaran

Maninjau3KEINGINAN menyatukan 12 organisasi perantau Agam di berbagai daerah di Indonesia, dan mendapatkan 1 nama  harus diundur untuk menunggu waktu yang tepat. Panitia Silaturrahmi Perantau Agam se Nusantara Tahun 2008 (Sipasan ’08), setelah melakukan koordinasi dengan Bupati Agam Aristo Munandar dan para perantau, memutuskan mengundur acara perdana yang sedianya berlangasung 11-13 Juli 2008 hingga usai Lebaran Idul Fitri 1429.

“Ini pertimbangan yang telah dijadi masak oleh panitia dan panitia pengarah. Rata-rata, para perantau itu pulang saat lebaran. Kalau Juli, memang diprediksi akan kurang semarak. Selelah Lebaran nanti, juga sudah diagendakan, SSM (Silaturahmi Saudagar Minang) ke II, jadi mereka akan lebih banyak yang datang,” Kata Ketua Panitia Sipasan ’08 H Bachtiar Kahar Dt Babangso dan panitia lainnya.


Menurut Bachtiar, pengunduran itu, bukan karena acara itu tidak diminati atau persiapan yang belum cukup oleh panitia. Sebalinya, perhatian atau dukungan dari para perantau sangat besar untuk suksesnya acara. Buktinya, hingga 30 Juni 2008, sudah tercatat, 42 organisasi perantau agam dari berbagai provinsi, kabupaten, kota dan Malaysia dan Singapura, telah menyatakan keinginan untuk hadir. Bahkan, ada dari organisasi itu yang semula diminta hanya mengutus wakilnya 4 orang, malah mengirimkan 20 nama.

“Sudah lazimnya, para perantau itu pulang kampung saat hari raya tiba. Jadi, sekitar Bulan Oktober nanti, kita akan membuat acara yang juga akan disemarakkan dengan hadirnya, artis Minang yang juga sukses di perantauan seperti Ely Kasim, Syahrul dan kemungkinan, sasrawan Taufik Ismail. Perlu ditegaskan, acara ini tidak akan digabung dengan SSM II,” kata Bachtiar didampingi sekretaris panitia H Asri Adnan dan tokoh-tokoh Agam lainnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sumbar Masyfar Rasyid menambahkan, Sipasan ’08 ini tidak hanya sekedar berkumpul dan bernostalgianya para perantau saja. Acara ini juga akan menjadi corong untuk menghimpun dana (badoncek) yang akhirnya bermuara pada pembentukan BMT (Baitul Mall wa Tamwil) atau lembaga keuangan mikro berbasis Agama Islam, yang disinergikan dengan program pemkab agam.

“Dari 86 nagari di Agam, Pemkab baru menyelesaikan pembentukan 19 BMT. Diharapkan, dengan adanya acara ini, beberapa BMT lainnya, juga akan dibangun. Selain mencari nama yang tepat untuk organisai perantau Agam ini, kita juga membangun nagari,” kata Masyfar yang mengatakan, seluruh perantau akan dikirimi pemberitahuan tentang pengunduran jadwal Sipasan ’08 ini, baik dengan faksimil dan telepon.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s