48 Anak Miskin Nanggalo Padang Putus Sekolah

Orang Tua Hanya Pemulung, Makanpun Minta Kerak Nasi Orang

Anak Miskin Kebakaran48 siswa tamatan Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo terancam putus sekolah. Ini menyusul tidak diterimanya mereka pada penerimaan siswa baru (PSB) di SMP 29 Padang. Ketua LPM Kurao Pagang Ir Zurman menyebutkan, dapat dipastikan, kalau mereka tidak dapat masuk di SMP 29, maka anak-anak itu menganggur.

“Mereka anak-anak dari keluarga sangat miskin. Bahkan, unTuk makan saja ada yang sampai minta kerak nasi orang. Jadi, dengan apa akan menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta,” ujar Zurman, Jumat (18/7) usai menemui Ketua Komisi D DPRD Kota Padang Sahbuddin BSW. “Kami berharap, Dinas Pendidikan dapat memberi keringanan,”

Menurut Zurman, mereka memiliki alasan tersendiri meminta keringanan itu. Bukan tanpa pertimbangan,  khsus di SMP 29 Padang masih memiliki 2 lokal kosong. Bahkan lokal itu tidak sekedar bangunan saja, lengkap dengan bangku dan peralatan sekolahnya. “Kami minta keringanan kepada pemerintah, demi pendidikan anak kami,” ungkap Zurman lagi yang tidak kuasa menahan, saat warga memblokir sekolah itu.

Sahbuddin menyebutkan, permohonan LPM Kurao Pagang untuk memasukkan anak-anak mereka di SMP 29 akan terus diupayakan. Berbeda dengan daerah-daerah lain yang juga menyerahkan tanah mereka menjadi sekolah, di SMP 29 masih ada lokal yang kosong. Setidaknya, ini dapat menjadi pertimbangan bagi Dinas Pendidikan.

“PSB online membuat mereka tidak dapat bersaing dengan siswa lain untuk maju ke SMP 29. Tapi, keadaan ekomoni membuat mereka tidak sanggup bersekolah di sana. Saya melihat, kurangnya fasilitas di SDN 11 Nanggalo membuat nilai mereka rendah dan kalah saing. Jadi, permohonan warga melalui LPM Ini akan kami tinda lanjuti,” kata Sahbuddin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Drs H Nur Amin MPd tidak dapat menerima alasan apapun untuk memasukkan siswa setelah PSB on line ditutup. Kata Nur Amin, kalau memberikan peluang, maka seluruh masyarakat yang merasa tanah mereka dijadikan sekolah akan menuntut hal yang sama. “Lagipula, hampir seluruh sekolah di Kota Padang memiliki histori yang sama, kecuali di pusat kota,” tukas Nur Amin yang menyebutkan ini semua untuk meningkatkan mutu pendidikan.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s