Kesabaran Itupun Habis

Jalan ke SMP 29 Diblokir

Pembukaan Blokir SMP 29 PadangKESABARAN itupun habis. Jalan utama menuju ke SMP 29 Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo ditutup warga sekitar. Mereka mulai melintangkan kayu dan bambu, Senin (28/7) sekitar pukul 7.00 WIB. Kekecewaan terhadap 48 anak mereka yang belum jelas masa depan pendidikannya, tersalur dalam lembaran kertas karton pada pagar blokir.

Melihat kondisi sekolah yang hanya memiliki 1 jalan besar, membuat proses belajar mengajar (PBM) terganggu. Tidak hanya SMP 29, SDN 11 yang berdekatan juga terkena imbas. Akhirnya, sekitar pukul 8.30 WIB, PBM kembali lancar. Aksi warga yang mengerumuni blokir itu mulai melebar, saat Camat Nanggalo Desmon Danus dan Kapolsek AKP Mayaruddin datang.

Pada awalnya, warga enggan untuk bertemu dengan sekolah dan pemerintah. Namun, akhirnya sebuah pertemuan di gelar di laboratorium sekolah. Masyarakat tetap menuntut, anak-anak mereka dapat bersekolah di SMP yang tanahnya merupakan garapan nenek moyang. Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Mengengah Dinas Pendidikan Padang Drs Bambang Sutrisno MPd datang di tengah acara.

Seperti yang telah disebutkan selama ini, Anak Kurao tetap tidak dapat masuk ke SMP 29 itu. Kepala SMP 29 Drs Jupen MPd kembali menjelaskan kepada masyarakat, kalau dia hanya dapat menfasilitasi warga untuk bersekolah di swasta. Dua pilihan diberikan, SMP Muhammadiyah atau SPM Pertiwi yang tidak jauh dari SMP 29. Perwakilan SMP Pertiwi yang datang bersama Disdik, memberikan angin segar.

“Tidak ada lagi yang dapat dilakukan, untuk memenuhi keinginan mereka. Kami memberikan solusi, agar mereka masuk ke SMP Pertiwi atau Muhammadiyah,” kata Bambang usai pertemuan. Di SMP Pertiwi, anak-anak hanya dibebani uang pembelian pakaian muslim Rp 100 ribu. Selanjutnya, uang SPP tiap bulan Rp 40 ribu.

Bambang menjanjikan, Masyarakat Kurao Pagang yang bersekolah di SMP Pertiwi akan diberikan prioritas mendapat beasiswa miskin. Pada tahun ini, katanya beasiswa itu akan diberikan sebesar Rp 600 ribu pertahun untuk ribua anak. Tahun lalu, lebih dari 2000 siswa mendapatkan bantuan itu. “Kalau mereka mau, kita akan memberikan bantuan itu,” kata Bambang diamini Kepsek.

Warga Salah Paham

Tidak ada kesepatan tertulis dari pertemuan itu. Namun, warga mulai memahami, kalau harapan anak mereka ke SMP 29 telah sirna. Selanjutnya, secara bergotong royong mereka membuka kembali blokir itu, sekitar pukul 11.00 WIB. Ketua LPM Kurao Pagang Ir Zurman menyebutkan, masyarakat banyak yang tidak memahami, hasil pertemuan itu. Tapi, untuk sementara mereka mundur dulu.

“Warga mengira, anak-anak mereka gratis masuk ke SMP Pertiwi. Mereka juga memahami, seluruh anak-anak itu akan mendapatkan beasiswa Rp 600 ribu perbulannya,” kata Zurman yang selanjutnya memberikan pengertian kepada warga. “Sementara, kita terima saja keputusan itu dulu. Kalau kenyataannya tidak dapat diterima, kita akan bertindak lagi.”

Hinga siang kemarin, warga sudah mulai mengurai dari sekolah yang lokasinya berada cukup jauh dari jalan itu.  Para orang tua akan menagih janji Dinas Pendidikan yang memberikan kemudahan kepada mereka ke SMP Pertiwi. “Kalau biayanya hanya Rp 100 ribu, itu jauh lebih murah dari di SMP 29 yang mencapai Rp 330 ribu,” kata Kepsek SMP 29 membandingkannya.(*)

Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s