Menyerah dan ke Swasta

Anak Kurao yang ke SMP PertiwiHARAPAN mendapatkan pendidikan layak, tersirat kembali pada anak-anak Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo. Setelah sempat tidak mendapatkan kejelasan nasib di SMP 29 Padang, mereka nyaris putus sekolah. Hingga kemarin, 11 dari 48 orang itu kembali meretas pendidikan di SMP Pertiwi Siteba Padang.

Ditemui di sekolah yang telah berdiri sejak 1989 itu, Fauzi dan Rahmadani mengaku siap melanjutkan pendidikan mereka di sekolah itu. Jumat (31/7) adalah hari ke-2 nya bersekolah di SMP Pertiwi. “Alhamdulillah, kami alah sikolah di siko,” kata Fauzi (13) alumni SD Muhammadiyah Kurao Pagang ini.


Kepala SMP Pertiwi Lailatul Badri SPd menyebutkan, pada awalnya SMP Pertiwi hanya akan menampung 1 lokal kelas I saja dengan jumlah siswa maksimal 30 orang. Hingga tahun ajaran dimulai, 23 orang telah terdaftar dan bersekolah. “Tapi, belakangan kita dapat tambahan siswa yang tidak diterima di SMP 29 Padang,” kata Lailatul.

Dengan masuknya beberapa anak Kurao, total siswa kelas I berjumlah 34 orang. SMP Pertiwi membaginya menjadi 2 lokal atau 17 siswa perlokalnya. Kepsek menyebutkan, mereka akan menunggu tambahan siswa lainnya hingga pekan pertama Bulan Agustus. Kalau tidak ada lagi yang mendaftar, maka 2 lokal itu tidak akan ditambah lagi.

Disinggung mengenai uang pendaftaran, secara tegas Lailatul menyebutkan mereka tidak mengenal uang pendaftaran, apalagi uang pembangunan. Untuk bersekolah di SMP Pertiwi, calon siswa hanya diebebankan Rp 180 ribu saja. Rinciannya, Rp 10 ribu untuk asuransi dan Rp 90 ribu untuk pakaian muslim dan olahraga.

“Sedangkan yang Rp 80 ribu itu adalah SPP untuk Juli dan Agusutus. Tiap bulan, kami mengenakan SPP Rp 40 ribu kepada siswa. Kalau mereka tidak sanggup, cukup membayar pakaian dan asuransi saja dulu,” tandas Lailatul yang menyebutkan SMP Pertiwi menggunakan sistem buku kendali untuk absensi siswanya.

Buku kendali itu akan selalu dibawa oleh siswa untuk distempel oleh guru piket sekolah. “Kalau mereka cabut atau absen, orang tuanya akan tahu karena siswa tidak mendapatkan stempel,” kata Lailatul yang mengimbau orang tua siswa agar segera mendaftarkan anaknya sebelum terlambat.(

One thought on “Menyerah dan ke Swasta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s