Pilkada dan HUT Kota Padang

Siapa Yang Memanfaatkan Kesempatan

Kantor KPU Kota PadangHARI Jadi Kota Padang yang ke 339, tepat pada 7 Agustus 2008 nanti bakal berbeda. Ada roman sejarah yang akan tercipta, satu atau dua hari setelahnya. Untuk kali pertama, seorang Walikota dan Wakil Walikota Padang, akan mengundurkan diri, untuk maju lagi pada pemilihan. Berbeda dengan Pilwako di Sawahlunto, Padangpanjang dan Pariaman yang hanya mengharuskan walikotanya untuk cuti saja.

Duo pimpinan kota — Drs H Fauzi Bahar MSi dan Drs H Yusman Kasim MM, sudah ‘kompak’ minta pamit ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Saat surat penerimaan pengunduran diri digenggam, keduanya diprediksi akan melanggeng ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang. Tapi, keduanya telah menyiratkan akan menyelesaikan dulu, perayaan hari ulang tahun (HUT) Kota Padang yang diperingati dalam sebuah Sidang Paripurnan Istimewa DPRD Padang di Gedung Bagindo Aziz Chan.


Siapa yang akan menggantikan Fauzi Bahar, hingga sekarang masih menjadi teka-teki besar. Gubernur Sumbar H Gamawan Fauzi SH MM telah mengirimkan 3 nama calon pelaksana tugas (Plt) Walikota Padang. Meski rahasia, Gamawan tidak menampik, kalau satu dari 3 nama itu adalah Sekretaris Daerah Kota Padang H Firdaus K MSi. Tapi, melihat belum adanya kendaraan resmi dari Yusman Kasim, tidak tertutup kemungkinan, dia tidak maju dalam Pilwako dan menjadi Plt Wako.

Siapapun orangnya. mereka adalah yang harus ‘membereskan’ bengkalai yang ditinggalkan pemimpin kota 2004-2008 ini. Satu hal yang masih dipertanyakan oleh DPRD hingga sekarang ini, siapa yang akan memberi penjelasan tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) ini. Tentunya, pekerjaan berat akan dilakoni oleh Plt walikota — siapapun dia.

Terlepas dari semua itu, adalah sebuah fenomena besar, Kota Padang melangsungkan Alek Demokrasi terbesar selama 2008 ini. Pelaksanaan Pilwako 23 Oktober mendatang, setidaknya telah menciptakan suhu politik yang kian memanas. Para pasangan calon yang sudah dapat kendaraan, mulai atur stragegi mendapatkan dukungan masyarakat. Tidak hanya popularitas, dukungan moril dan tentunya materil harus dipersiapkan dengan kuat.

Diperkirakan, suasana HUT Kota Padang kali ini, tidak akan semenarik suasana pengembalian formulir calon kepala daerah ke KPU Kota Padang di Komplek Asratek Ulak Karang. Tidak berlebihan kiranya, kalau makna HUT 339 ini hanya akan menjadi ajang ‘kampanye’ bagi para kandidat Walikota Padang. Masyarakat kota diminta untuk terus waspada, atas apa yang akan terjadi. Jangan sampai, mereka tertipu dengan para politisi dan calon yang tidak memihak pada rakyat.

Di Gedung DPRD Kota Padang, suhu politik itu lebih panas dari di luaran sana. Maklum, 45 wakil rakyat ini terdiri dari 7 partao politik yang berhasil mendapatkan dukungan pada Pemilu 2004 lalu. Masing-masing partai yang telah berkoalisi, agak sendat untuk memberikan tanggapan-tanggapan mereka. Namun, tidak akan mengurani makna — mereka adalah wakil rakyat. Bagaimana tanggapa mereka tentang Pilwako dan HUT ini, berikut petikannya.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s