Ulang Tahun (yang) Membosankan

UMUR Kota Padang sudah 339 tahun. Perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali digelar Kamis 7 Agustus di Gedung Bagindo Aziz Chan. Ribuan orang hadir, untuk merayakan peristiwa heroik 7 Agustus 1669 itu. Seperti biasa, Ketua DPRD Padang Hadison SSi Apt membuka Sidang Paripurna Istimewa yang terbuka untuk umum itu. Sidang itu, katanya tidak akan menghasilkan sebuah keputusan.

Pun demikian, setidaknya, peristiwa tahunan kali ini menjadi berbeda. Banyak kandidat calon walikota yang mampir ke gedung bersejarah itu. Hasilnya, perayaan HUT itu tak ubahnya seperti ‘lomba’ unjuk gigi para calon. Tentu saja, Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi yang bakal diusung PAN dan PKS mendapatkan porsi paling besar. Yusman Kasim yang masih bingung antara Golkar atau PPP dan PDI P, kebagian porsi kecil.


Tidak banyak yang dapat disebutkan Hadison dalam pembukaan sidang dan kata sambutannya. Gubernur yang diharapkan hadir, hanya diwakili Sekdaprov Drs H Yohannes Dahlan saja. Selain Anggota 45 DPRD Padang, seluruh pejabat Pemko Padang, baik Kepala Dinas, Badan dan Kantor memenuhi ruangan. 104 lurah menjadi terlihat mencolok dengan seragam putih. Mereka seperti Bupati/walikota. Sementara para camat hanya berjas biasa.

Fauzi Bahar mengakui, baginya perayaan HUT kali ini merupakan kesempatan terakhir untuk bicara di depan publik Kota Padang. Katanya, HUT kota adalah memperingati peristiwa monumental 3,5 abad lalu. Peristiwa penyerangan masyarakat Kota Padang terhadap Loji (markas) Belanda di kota tua sekarang. Menyerang sebuah simbol Belanda.

“Penyerangan itu, adalah bentuk bantuan dari Allah. Tidak mungkin penyerangan berhasil, kalau tidak ada perlindungan Allah. Kita hanya bersenjata sederhana,” tandas Fauzi Bahar yang akhirnya ‘berduet’ dengan Yusman Kasim di akhir pidatonya. Yusman mendapat kesempatan ‘pamit’ dan menunjukkan masih kompaknya dia dengan rekan kerjanya itu.

Fauzi juga melaporkan, setelah keluarnya PP No 48/2005 Pemko Padang segera melakukan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS. Hingga 2008, telah diangkat 2.123 orang menjadi PNS sejak 2005. “Sekarang tenaga honorer itu tinggal 575 orang atau 25 persen saja. Tunjangan daerah dan gaji ke 13, juga telah kita usulkan berikan,” tandasnya.

Bekas TNII AL ini mengakui, sebagai seorang pemimpin kota, dia masih sangat muda dan baru. Karena itu, dia mengaku sangat membutuhkan bimbingan dari para pamong senior. “Saya mengaku, saya masih junior dalam kepamongan. Meski dibanding dengan walikota/bupati se Sumbar. Beruntung, hingga hari ini saya masih mendapatkan masukan dari mantan Wako Padang Sahrul Udjud dan Zuiyen Rais,” tandasnya.

Ajang Mejeng Calon

Selain Fauzi dan Yusman Kasim, perayaan HUT itu juga diikuti oleh para kandidat calon Wako atau Wawako lain. Dari catatan, Wakil Ketua DPRD Padang Z Panji Alam SH juga duduk sebagai pimpina sidang paripurna istimewa. Selanjutnya, pasangan calon dari Koalisi Parpol Sakato Ir Harmensyah dan Dikky Syarfin juga terlihat hadir.(*)

2 thoughts on “Ulang Tahun (yang) Membosankan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s