Ditagih Uang Sekolah, Siswa Bunuh Diri

Derita Keluarga Miskin Beranak 9

Bunuh DiriSETUMPUK hutang yang terus ditagih sekolah, mampu menggerus keimanan Triwardani (18). Siswa SMA 12 Padang itu nekad mencoba menghabisi nyawanya dengan menenggak 10 butir obat sakit kepala. Beruntung, orang tuanya cepat membawa perempuan berkulit kuning lansat itu ke RSUD Kota Padang di Sei Sapiah Kuranji. Hingga saat ini, Tri masih tergolek lemas di bangsal rumah sakit itu.

Kejadian yang sempat menghebohkan tetangga putri ke 3 dari 9 bersaudara itu terjdi di Kampung Panyangek Gurun Laweh Kecamatan Nanggalo, Jumat pekan lalu. Tri yang ditemui, Selasa 12 Agustus, sekitar pukul 14.00 WIB itu mengaku sudah tidak memiliki muka untuk bersekolah. Sejak kenaikannya ke Kelas III satu bulan lalu, dia tidak berani masuk ke sekolah yang hanya berjarak 500 meter dari rumahnya.

“Saya belum bayar uang sekolah dan uang pembangunan. Sudah lebih dari 2 tahun, tapi uang pembangunan belum juga lunas,” tukas Tri. Hari itu, ibunya Nurleli (42) bersama adiknya Wulan (14), juga berada di rumah sakit pemerintah itu. Ayah Tri, Masril (50) tidak dapat meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang pencari batu di sungai dekat rumah mereka.
“Tri malu sekolah. Masih ada utang. Bayar uang pembangunan dan uang sekolah. Sebelum kenaikan kelas, guru telah menagih,” katanya sendat. Hingga kini, perempuan ini belum mengetahui seperti apa bentuk nilai terakhirnya di kelas II. “Tri belum ambil rapor, karena tidak punya uang bayar uang sekolah>”

Dengan nada datar yang terkesan penuh sesal, Tri menceritakan, bagaimana kalutnya dia saat sekolah sudah memasuki bulan kedua. Tepat Pukul 16.00 WIB, dia membeli 1 paket obat sakit kepala berjumlah 10 butir. Secara berangsur-angsur, dia menelan obat itu satu persatu. Untuk tiap 1 tablet, dia mereguk air minum.

Orang tua Tri  tidak menyangka, anak mereka nekad melakukan hal bodoh itu. Hingga pukul 21.00 WIB, Tri masih bersama mereka dan hanya mengeluhkan sakit perut. “Jam 9 malam masih dak baa. Tapi, lah hampia Jam 12 malam, nyo lah mambiru. Langsuang sajo kami minta tolong urang sabalah maantakan ka rumah sakit,” tukas Nurleli yang tidak kuasa melirik ke anaknya.

Selama di RSUD, pihak rumah sakit tidak memungut biaya perawatan, karena keluarga ini mengantongi Askeskin. Namun, beberapa resep untuk menebus obat di luaran, tidak mereka hiraukan. “Joa kaditabuih ubek tu, kami ko dak punyo apo-apo lai,” sesak Nurleli yang berharap, secepatnya anaknya sembuh dan pulang ke rumah. Soal sekolah, mereka belum memikirkan.

Saat POSMETRO mencoba menelusuri hingga ke rumahnya, Masril si ayah memang masih berendam di sungai untuk mengumpulkan pasir dan bebatuan. Dipanggil seorang adik Tri, dia kemudian menyatakan sesal, kenapa anaknya sampai seperti itu. Tapi, Masril menyadari, dia tidak mampu membiayai anaknya sekolah. Tri saat ini adalah satu dari dua anaknya yang masih bertahan di sekolah.

“Yang alu dibaia tu, uang pembangunan Rp 600 ribu. Uang sikola, alah sataun lo dak dibaia. Tiok bulan, mungkin 50 ribu,” kata Masril yang dua anaknya telah berkeluarga. Sekarang, pria yang kulitnya sudah kering dan menghitam itu, masih menanggung 7 buah hatinya. Rumah mereka, adalah peninggalan orang tua yang telah tiada.

Selain Tri dan 2 kakaknya Reno dan Heru yang sudah menikah, Masril masih memiliki anak, Wulan (14) yang telah berhenti sekolah sejak Kelas 5 SD. Momon (13) telah berhenti sejak kelas 3 SD,  Maya (11) masih sekolah di kelas 3 SD. Dua anaknya yang lain adalah Tika (7,5) tahun yang belum bersekolah hingga saat ini. Terakhir, masih ada Tika yang berumur 3 Tahun.(*)

4 thoughts on “Ditagih Uang Sekolah, Siswa Bunuh Diri

  1. kasihan banget lihatnya saya sampai tersentuh baca kisah ini.. orang yang ingin sekolah tapi malah nggak punya biaya sedangkan yang punya biaya malas2an sekolah.. apa kata dunia…..

    Revi->Ikutan —– Apa Kata Dunia! —– Mungkin, kita harus lebih sadar, siapa dan untuk apa kita hidup.

  2. abis itu si yusman memberi bantuan uang pada yang mau bunuh diri. nah, besok kalau ada orang yang ga sanggup bayar uang sekolah lagi, tinggal gelar jumpa pers dan bilang mau bunuh diri biar setelah beritanya keluar, si yusma datang lagi beri bantuan. ga mendidik amat cara calon wako padang itu cari simpati kan?

    Revi->Itu bagian dari hidup. Kalau tidak dibuat begitu, kapan pemerintah mau membantu kita. Ah, permainan ini harus kita yang pegang. Jangan sampai, kita yang dipermainkan hidup….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s