Jembatan Gantung Mau Putus

Jembatan Gantung ReotSEBUAH jembatan gantung yang nyaris putus mengisolir lebih dari 150 orang atau 40 kepala keluarga (KK) di RW III Kelurahan Sei Sapiah, Kecamatan Kuranji. Jembatan yang menghubungkan dua RT berbeda itu, sudah terlihat rusak parah di sana-sini. Kayu-kayu yang menjadi dasar jembatan sudah rusak dengan batangan yang mulai lapuk.

Seorang warga, Marlis (50) menyebutkan, jembatan itu dibangun sejak tahun 80-an semasa walikota Sahrul Udjud masih memerintah. Namun setelah 20 tahun berlalu, belum ada upaya perbaikan jembatan yang membelintang di Batang Guo Balimbiang itu. “Kami takuik manyubarang. Apolai, bisuak urang ka Tarawiah,” katanya Rabu 13 Agustus bersama tokh masyarakat Afrizal Novel.

Saat mecoba melintasi jembatan sepanjang 42 meter itu, kegamangan sangat terasa. Jembatan yang hampir putus itu diperkirakan tidak akan sanggup menahan lebih dari 10 orang penyeberang. Beruntung, hingga saat ini jembatan itu belum memakan korban. “Kami sudah mengusahakan perbaikan, tapi tidak mungkin dengan dana masyarakat,” tukas Af Novel yang telah menyampaikan proposal ke Pemko Padang.

Menurut Af, kondisi jembatan yang sudah memiriskan itu, kadang juga dihantam banjir akibat meluapnya sungai. Sehingga, dua tali wing (kawat baja) sebagai dasar jembatan itu putus. Dua tali wing lain, tempat bergantung jembatan sangat mengkhawatirkan. Sudah ganting.”Lengan-lengan sebagai pegangan juga banyak yang putus,” sesal Af Novel.

Menurut Af yang juga seorang pengelola kedai nasi ini, sejak 1 tahun lalu, dia sudah mencoba membuat proposan untuk memperbaiki jembatan yang terbuat dari kawat dan kayo itu. “Kalau membangun jembatan permanen, mungkin mimpi bagi kami. Tapi, memperbaiki jembatan yang sudah ada ini cukuplah,” keluh Af.(*)

2 thoughts on “Jembatan Gantung Mau Putus

  1. Memprihatinkan ya, kenapa seh Revi ga menulisnya lebih dalam lagi dan menggugah hati pemimpin yang ada di sana untuk mengambil tindakan cepat karena ini menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakatnya.

    Oya, va ga tau apakah ini satu-satunya jempatan yang digunakan oleh masyarakat sekitarnya atau masih ada jembatan atau sarana lain yang bisa dimanfaatkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s