Panwaslu Belum Punya Gigi

Soal Spanduk Calon Walikota

PARA bakal calon (balon) Kepala Daerah Kota Padang masih bisa memanfaatkan seluruh ruang di Kota Padang untuk “‘berkampanye”. Beragam spanduk dan baliho untuk memperkenalkan diri, meski belum masuk masa kampenye, tidak akan ada yang mengaturnya. Selama belum ditetapkan sebagai peserta Pilkada Padang, tidak akan ada yang berani menurunkan alat peraga kampanye itu.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pilkada Padang Maulid Hariri Ganis SSos Mhum menyebutkan, Panwaslu belum dapat beraksi, selama belum ada peserta yang ditetapkan sebagai calon. “Kita menunggu, peserta Pilkada Padang ditetapkan KPU Padang 8 September mendatang,” kata Maulid Hariri, terkait mulai maraknya alat peraga kampanye di penjuru kota.

Maulid menyebutkan, setelah ditetapkannya pasangan calon peserta, setiap tindakan melanggaran aturan UU No 12 Tahun 2008, mengatur masa kampanye, barulah Panwaslu dapat menindaklanjuti. Pemasangan spanduk (peraga kampanye) di luar jadwal, dapat disebut sebuah pelanggaran. Sanksi paling ringan, pasangan calon mendapatkan kurungan 15 hari.

Prosesnya, sebut Maulid, Panwaslu dan Panwas Kecamatan mendapatkan temuan pelanggaran di lapangan atau mendapatkan laporan dari masyarakat dan ditindaklanjuti ke Kepolisian atau Kejaksaan. “Laporan itu dapat diteruskan ke penyidik. Kalau terbukti melanggar aturan, barulah sanksi diterapkan,” tukas Maulid yang terpilih sebagai Panwaslu di DPRD Padang. “Kalau urusan keamanan menurunkan baliho atau spanduk, kami sudah bekerjasama dengan Pol PP dan Poltabes Padang.”

Maulid menyarankan, masyarakat yang tidak puas dengan bertebarannya spanduk atau baliho sebelum kampanye saat ini, agar melaporkannya ke Pemko Padang. Pemko, melalui Kesbangpol, Dispenda ataupun Pol PP dapat menurunkan spanduk itu dengan alasan mengganggu ketertiban umum.

“Apakah sudah ada pemberitahuan dari pasangan calon kepada Pemko, itu kita serahkan sepenuhnya kepada Pemko. Bagi Panwaslu, setiap pelanggaran nantinya akan diteruskan dan tidak akan dibiarkan,” lanjut Maulid. “Masyarakat Padang kami imbau untuk proaktif mengawasi proses Pilkada ini. Kalau ada kejanggalan, segera laporkan ke Panwascam.”(*)