Anggaran Pendidikan Bikin Bingung

Kampus II SMP 3 PadangKEWAJIBAN menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada APBD Kota Padang membuat Ketua DPRD Padang Hadison bingung. Katanya, pemerintah harus menjelaskan, bagaimana penghitungan 20 persen yang diakomodir UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Kalau termasuk gaji guru, maka APBD Padang telah mengalolasikan dana 33 persen untuk pendidikan.

“Harus didudukkan, dari mana perhitungan 20 persennya. Dengan APBD 2008, gaji guru berkisar Rp 337 miliar sedangkan untuk biaya program pendidikan Rp 41 miliar saja dari total APBD Rp 1 triliun,” tukas Hadison, Senin (25/8). Hadison mulai memikirkan format itu, karena pembahasan APBD 2009 bakal segera dimulai.

Dia menyebutkan, sebelum membahas APBD 2009, Pemko Padang dan DPRD harus membicarakan tentang hal ini dulu. “Apakah gaji guru kita masukkan yang 20 persen atau tidak? Atau 20 persen itu dihitung setelah dikeluarkan biaya belanja pegawai termasuk guru,” lanjut poltisi PKS yang baru mengikuti lokakarka APBN 2009 di Jakarta pekan lalu.

Hadison berpendapat, sebaiknya 20 persen anggaran pendidikan itu dihitung setelah mengeluarkan biaya pegawai. Jika diasumsikan APBD 2009 Rp 1 trilun dan gaji pegawai Rp 552 miliar, maka sisanya adalah Rp 448 miliar. “Nah 20 persen dari sisa itulah yang kita masukkan sebagai anggaran pendidikan. Kira-kira Rp 90 miliar. Atau 2 kali lipat dari anggaran sekarang,” tegas Hadison.

Anggota DPRD daerah pemilihan (Dapil) III Pauah dan Kuranji itu memperbandingkan penerapan anggaran 20 persen berjumlah Rp 224 triliun dari Rp 1.224,5 trilun total APBN. Dana 20 persen itu dibagi atas, Dana Alokasi Umum (termasuk gaji guru) Rp 90,9 triliun, DAK Rp 8 triliun, otonomi daerah pendidikan Rp 1,8 triliun, Pendapatan Bagi Hasil (PBH) Rp 1 triliun dan alokasi program pendidikan Rp 123,2 triliun.

“Disinilah dilemanya. Di pusat (APBN) 20 persen anggaran pendidikan itu mencakup gaji dan berbagai macam beban pendidikan lain. Kalau di Padang, itu tidak mungkin dilakukan. Karena saat itu saja, anggaran biaya pendidikan sudah melebihi 30 persen,” tegas Hadison. “Kalau ingi membangun dunia pendidikan, kita memang harus alokasikan dana maksimal.”(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s