Gejolak Dendang Taluak Bayua

DENDANG Taluak Bayua yang dipopulerkan Ernie Johan masih sering mengalun, meski nun jauh di sana. Lagu itu masih terdengar di Pulau Jawa dan perantauan Rang Minang. Eloknya suasana pelabuhan yang nyaman dan tidak akan pernah terlupakan itu, akhir-akhir ini seperti tidak lagi ada. Terminal Nan Tongga — tempat turun naiknya penumpang, juga telah ‘hilang’.

Mungkin, seperti yang diceritakan GM Pelindo II Cabang Taluak Bayua Koesbiantoro di Gedung DPRD Padang, terminal itu masih bisa dihidupkan, asal penumpang dari Jakarta atau pelabuhan lainnya mau naik kapal ke Padang. Sampai saat ini, Nan Tongga masih berdiri dengan baik di Taluak Bayua. Tapi, siapa yang masih mau menempuh perjalanan laut dari Jakarta ke Padang?

Dendang itu memang masih bisa dilihat kenyataannya kalau masyarakat mau. Tapi, Pelabuhan — yang konon terbaik di Pulau Sumatera Bagian Barat, harus terus berbenah. PT Pelindo sudah memiliki grand design atau master plan untuk mengembangkan pelabuhan. Alokasi ratusan miliar dana sudah dipersiapkan untuk reklamasi pelabuhan.

Tapi, tidak segampang itu. Ulayat Sumbar masih harus didekati dengan baik, agar mau menyerahkan lahan mereka dengan rela. Soal dana, Pelindo sudah mempersiapkan dengan maksimal. “Kita tidak menyebutkan ganti rugi. Tapi ganti untung atau memberikan uang kerohiman (uang kasih sayang,” kata Koes — saat berdiskusi dengan Komisi C masih dalam pekan ini.

Dua persoalan pelik diutarakan Pelindo II untuk diselesaikan Pemko Padang. Dengan rendah hati, penguasa pelabuhan itu mengakui, ketidaksanggupan mereka membebaskan tanah masyarakat di Kecamatan Lubuak Bagaluang itu. Akhirnya, DPRD dibujuk untuk ikut serta meluluskan keinginan membebaskan 1400 rumah warga dan sebuah tempat pelelangan ikan (TPI) Gauang.

Sepintas Pemko Padang — terutama Walikota Drs H Fauzi Bahar MSi amat sangat setuju untuk melebarkan pelabuhan yang sempat menjadi salah satu tempatnya mengabdi ini. Tapi, bagaimana dengan masyarakat banyak. Ada beragam aspek yang harus ‘disingkirkan’ untuk membangun sebuah pelabuhan yang lebih baik — dalam ukuran lebih besar. Bagaimana para wakil rakyat melihatnya? Berikut nukilannya.(*)