Sampah-sampah Milan

Milan2Wuiiihhhh, AC Milan sebuah klub yang masih setia ada di hati saya hanya menjadi sampah saat menghadapi Bologna. Tidak ada hal yang menarik selain sihir pemain baru mereka Ronaldinho. Kekalahan 2–1 (1–1) adalah pertanda, tim ini belum akan juara tahun ini. Lihatlah, Shevchenko, dia hanya berlari kian kemari. Tak jelas apa maksudnya.

Benar kata tetangga saya. Kumpulan pemain Milan hanyalah pemain sampah di sisa-sisa kejayaannya. Sheva yang terbuang dari Cealsea stelah datangnya Luiz Felipe Scolari benar-benar memalukan. Sebuah umpan sangat matang Ronnie, dia lewatkan. Satu lagi sampah — Inzaghi hanya mempertontonkan bagaimana dia masuk perangkap off site berkali-kali.


Bolehlah, kalau pelatih Carlo Anceloti memandang ini sebagai awal dari perpaduan pemain-pemain barunya. Saya melihat, dia terlalu baik pada pemain-pemain tua, sekelas Maldini, Kaladze, Seedorf, Abbiati dan — termasuk Sheva. Uh, kalau dia hanya mempertontongkan pemain seperti Kaka, Pato dan Poloschi (yang dibuang ke AC Pama), Milan pasti berbeda. Sama kuatnya dengan anak asuh Sir Alex Ferguson di MU.

Tapi, nasi sudah jadi bubur. Pemain-pemain sudah diplot dan harus dimaksimalkan. Kalau boleh saya usul — tapi kemana? Pak Pelatih yang dingin harus benar-benar tegas. Jangan lagi memakai sampah. Lihatlah, bagaimana Flamini bermain. Dia adalah pemain yang perlu diberdayakan. Tapi, apakah saya harus mencabut poster-poster Milan di kamar saya?

Milan harus benar-benar berbenah dan tinggalkan sampah-sampah. Punya segudang pemain hebat dengan hanya berlaga di Piala UEFA, tentu akan ‘mudah’ mempersiapkan diri menjadi Scudetto. Jangan lagi memakai Emerson, Ambrosini apalagi Inzaghi. Percuma, karena sampah-sampah itu tidak berguna.

Cobalah memakai pemain-pemain muda berenergi tinggi. Kalau Sheva bolehlah main di babak kedua. Setelah Pato dan Kaka lelah. Pirlo harus kembali diberi tempat — karena dia arwah milan di barisan tengah. Untuk bagian belakang. Sudahlah, Milan bukan apa-apa. Sekarang, Anceloti harus meramu dengan baik. Selaki lagi SINGKIRKAN SAMPAH-SAMPAH.(*)

3 thoughts on “Sampah-sampah Milan

  1. Mustinya pemain-pemain muda seperti pato diberikan kesempatan bermain lebih lama ya…

    Revi-> Sepakat bos. Entah kenapa yang tua-tua malah dipelihara. Mending dibuang aja. Beli Van Persie dari Arsenal. Duet dengan Pato. Pasti hebat deh.

  2. renimaldini berkata:

    Partai perdana, Milan kalah dari Bologna (di kandang sendiri lagi…)
    Kemarin malam, saya hanya nonton dari menit ke 80 (soal nya baru pulang tarawih)..
    Pas nonton, eh skor udah 1-2.

    Namun, sebagai seorang pencinta Milan dan Maldini, saya masih yakin kalau Pirlo dkk masih bisa mempertontonkan permainan cantik mereka.
    Prinsip saya, ‘Sampah-sampah’ pun kalau di kelola dan didaur ulang pun akan bisa menjadi barang yang berharga dan bernilai seni yang Oke..

    Tapi khusus untuk Ronaldinho sejak awal saya sudah tak menyetujui Milan merekrut dia.. (coba baca http://renimaldini.wordpress.com/2008/07/19/ronldinho-datang-kaka-pergi/), tapi mau apalagi.

    Buat Sheva, “Ayo kamu bisa”. Dan Maldini. I love U

    Revi-> Unie-unie kapan seh bisa sadar. Kita sama-sama pencinta Milan. Tapi, kalau kayak gini, mending ga nonton sekalian. Ronaldihno itu pembelian yang tepat sebenarnya. Tapi, tidak untuk mempertahankan wajah-wajah tua muka-muka lama. membosankan, lamban, tidak kreatif, emosiona. Jadi, Maldini jadi Ass Pelatih aja, biar taon depan melatih klub Serie C atau Liga Super Indonesia.

  3. renimaldini berkata:

    Eh ada yang ketinggalan,
    Soal umpan matang dari Ronnie itu yang dibuang percuma oleh Sheva itu tak bisa juga dijadikan alasan..

    Kenapa? ya, seorang Beckham atau CR7, bahkan Roberto Baggio juga pernah melepaskan kesempatan emas ketika hanya one by one dengan sang kiper (adu penalti) tapi apa lacur, bolanya malah melenceng atau membentur mistar…Padahal hanya tinggal mencoploskan bola aja.. gak bisa juga…

    Ah, sudahlah saya mungkin begitu mencintai Milan sehingga tak rela klub kesayangan saya ini di bilang “kumpulan sampah-sampah”
    Peace Revi….

    Revi->Sebenarnya, umpan-umpan Lampard di Cealsea juga sangat bagus. Tapi, kenyataannya, dia lebih suka memberinya ke Drogba. Jaminan masuk (goal) nya lebih besar. Ketimbang membuang kesempatan emas kepada pemain Ukraina yang tergiur uang dan hengkang dari Milan. Becham, Ronaldo apalagi Baggio, malah sering ngegolin bola dari posisi yang tidak terduga. Soal membuang kesempatan, di Nomor 76 ini malah keterlaluan. Dipinjamkan Celsea ke Milan, itu sama juga dengan membuang. Mending Anelka aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s