15 Bacaleg PDI P Mundur

PDI PPATUT dipertanyakan, kenapa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) menciutkan 15 orang kadernya pada pencalonan Pemilu 2009. Dari semula 54 orang yang didaftarkan pada 18 Agustus ke KPU Padang, 26 Agustus tinggal 39 orang saja. Sekretaris DPC PDI P Kota Padang Albert Hendra Lukman SE mengatakan, itu adalah sebuah proses internal partai.

“Sebenarnya pada awalnya memang 39 orang itu saja. Tapi saat pendaftaran pertama, kita memasukkan jumlah maksimal Bacaleg (120 pesen dari kursi per Dapil). Itu adalah perintah DPP,” kata Anggota Komisi C DPRD Padang ini, Selasa (2/9). “Mereka yang masuk saat ini adalah mereka yang mengembalikan formulir saja.”

Untuk menempatkan kadernya sebagai Bacaleg, PDI P Padang tetap berpedoman kepada Juklak (petunjuk pelaksanaan) yang diberikan DPP (pusat). Pertama, diadakan Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus). “Dari sini akan diakomodir pendapat PAC (pengurus tingkat kecamatan, red). Siapa yang mereka unggulkan sebagai Bacaleg,” pungkas Anggota DPRD dari Dapil IV (Padang Timur, Padang Selatan dan Bunguih Taluak Kabuang) ini.


Selanjutnya, kata Albert, diadakan rapat DPC PDI P Padang yang dihadiri lengkap oleh pengurus. Hasil rapat DPC ini akan dikirimkan ke DPP untuk disahkan. Keputusan akhir pencalonan ini berada di DPP sebelum 19 Agustus 2008 (batas akhir penyerahan daftar Bacaleg ke KPU).

“Bagi mereka yang tidak bersedia ditempatkan di nomor urut yang ditentukan DPP, mereka tidak mengembalikan berkas pendaftaran yang diambil sebelumnya. Termasuk Anggota DPRD Padang Erni ZN,” kata Albert. “Erni menolak dipindahkan ke Dapil III (Pauah dan Kuranji). Kami hanya mematuhi keputusan DPP.”

Pada Pemilu 2004 lalu, Erni ZN berada di Dapil I (Padang Barat dan Padang Utara). Kata Albert, karena dia tidak ingin bersaing dengan Ketua DPC Djuanda Rasul, dia memilih pindah ke domsisili (tempat tinggal) barunya di Dapil II (Koto Tangah dan Nanggalo). “Sayang DPP hanya mengabulkannya di Dapil III,” kata Albert lagi.

Medical Check Up PDI P Gratis

Untuk mengakomodir kadernya pada Pemilu 2009, DPC PDI P Padang menggratiskan biaya medical check up bagi Bacaleg. Tapi, tidak untuk Bacaleg nomor urut pertama, yaitu Djuanda Rasul (Dapil I), Syamsuardi Buya (Dapil II), Sulyasmi (Dapil III) Albert Hendra Lukman (Dapil IV) dan Doni Djanas (Dapil V/Lubuak Kilangan dan Lubuak Bagaluang).

Bukan memberikan perlakukan yang berbeda. kata Albert, tapi untuk nomor urut pertama harus berkorban lebih banyak untuk partai. “Saya rasa mereka yang di nomor urut pertama itu tidak keberatan bayar sendiri, toh cuma Rp 750 ribu,” kata Albert yang mengungkapkan PDI P Padang mempersiapkan Rp 50 juta untuk proses penjaringan Bacaleg. “Untuk target, kita cukup 5 kursi saja.”(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s