Unand Gaet Pertamina

PertaminaDIREKTUR Keuangan PT Pertamina Ferederick ST Siahaan menghadiri kuliah umum kewirausahaan di Universitas Andalas (Unand) Padang, Selasa (9/9). Ribuan mahasiswa terlihat antusias, saat alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu memberi paparan dan buka-bukaan tentang Pertamina. Saat ini, katanya, Pertamina tidak lagi mengasai minyak dan gas di indonesia.

Saat ini, sebut Ferederick, Chevron Pacivic Indonesia menjadi market leader minyak dan gas Indonesia. Dia memperkirakan, Pertamina baru akan kembali merebutnya setelah 10 tahun mendatang. “Dengan catatan, eskplorasi dan pengeboran ladang minyak baru kita berhasil dan kapasitasnya dapat ditingkatkan,” katanya dihadapan Rektor Unand Prof Dr Musliar Kasim MS dan Pembantu Rektor I Prof Dr Novesar Djamarun MSc.

Ferederick menyebutkan, ada perbedaan antara Pertamina dengan perusahaan sejenis di luar negeri — seperti di Iran dan Malaysia. Di Malaysia, Petronas langsung berada di bawah komando Perdana Mentri, sedangkan di Iran di bawah presiden. “Kalau di Indonesia, terlalu banyak yang mengatur. Mentri saja ada tiga (Mentri ESDM, Menkeu, Perindustrian). Ditambah lagi dengan 4 Komisi di DPR RI,” sebut Ferederick di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand.

Menurutnya, faktor tersebut menjadi sebuah alasan, kenapa Pertamina agak lamban berkembang dan cenderung stagnan. Dia tidak menyalahkan, kalau ada anggapan, Petronas Malaysia lebih baik dari Pertamina. “Kalau yang ngatur Pertamina ini hanya satu orang, tentu akan mudah untuk berkembang,” lanjutnya yang menandatangi MoU Pertamina dengan Unand. Salah satu bunyinya, adalah kemungkinan pendirian SPBU di kampus Unand.

Saat kuliah umum yang dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan lapangan futsal itu, Ferederick juga memaparkan, kondisi kekinian pertamina di tengah desakan masyarakat akan kebutuhan energi murah. Katanya, kalau pemerintah terus-terusan memberikan subsidi, maka keuangan negara akan semakin sulit. “Jadi, perlahan-lahan subsidi harus dikurangi. Termasuk untuk gas elpiji,” pungkasnya.

Siap-siap kenaikan harga minyak

Saat ini, sebut Ferederick, masyarakat sudah kocar kacir dengan melambungnya harga minyak mencapai $140 perbarelnya. Meski saat ini ada kecenderungan terjadi penurunan, bukan berarti harga akan stabil dan berada pada level aman. Dia malah memperkirakan, harga minyak dapat mencapai $ 200 perbarel. “Jadi, kita harus siap-siap untuk itu,” katanya di hadapan ribuan mahasiswa.

Ferederick membandingkan, pasokan (suplay) dan kebutuhan (demand) minyak yang masih berimbang di dunia. Setiap hari, dunia membutuhkan 88 juta barel minyak, sedangkan pasokan minyak tidak jauh berbeda. Jadi, kalau terjadi pembengkakan permintaan atau terjadi kerusakan/kehancuran pada salah satu negara, maka minyak akan langka. Otomatis, harga minyak akan melambung hingga $ 200.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s