Saya Bukan Agus Salim ……

Roosdinal SalimSIAPA yang tak kenal dengan H Agus Salim. Seorang tokoh perjuangan kemerdekaan yang namanya mendunia, meski tak lepas dari balutan kain sarung. Di era Orde Baru, nama Emil Salim dikenal sebagai seorang Begawan Ekonomi (Ekonom) dan kiprahnya di lingkungan hidup. Saat ini, muncul nama Roosdinal Salim yang juga bergerak di bidang ekonomi dan memimpin beberapa perusahaan.

Dinal — sapaan akrab Roosdinal Salim adalah putra kandung dari Emil Salim. Setelah menyelesaikan kuliah di Amerika Serikat dan membangun Bisnis di Jakarta, dia punya rencana pulang kampung. Sabtu (14/9), aktifis pemuda itu mulai memperkenalkan diri ke publik melalui media. “Sebenarnya saya sering ke Sumbar, terutama di kampung halaman di Koto Gadang Kabupaten Agam,” katanya dalam sebuah diskusi hangat dengan wartawan.

Meski memiliki darah dari tokoh-tokoh nasional Dinal tidak merasa hidupnya memiliki kemudahan-kemudahan. Katanya, kenyataan itu memang sesuatu hal yang membanggakan, namun sarat dengan beban mental yang berat. Saat ini, kiprah sebagai politikus akan menghantarkannya lebih dekat ke Sumbar — tanah kelahiran orang tua dan leluhurnya.


Ketua Bidang Lingkungan Hidup Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat ini menyebutkan, saat ini Sumbar sudah kehilangan jatidiri sebagai sebuah daerah yang memiliki tokoh-tokoh nasional. Penyebab utamanya adalah minimnya usaha-usaha pemerintah setempat untuk membangun sektor ekonomi dan pendidikan. Meski ada perguruan tinggi, Sumbar belum menjadi daerah tujuan pendidikan di Indonesia.

“Pada dasarnya, basis ekonomi sumbar adalah di nagari-nagari.  Kalau perekonomian di nagari tidak dioptimalkan, maka pergerakan ekonomi Sumbar akan lambat dan tidak terlihat. Saat ini dari 19 kab/kota hanya 3 daerah yang menunjukkan pergerakan. Yaitu Padang, Bukiktinggi dan Kabupaten Padang Pariaman. Selebihnya, dapat dikatkan minus,” pungkas Dinal di Hotel Ina Muara Padang.

Dina membandingkan, saat ini Sumbar jauh tertinggal dari Provinsi Kepulauan Riau yang baru saja terbentuk. “Penyebabnya, kembali pada masalah pendidikan yang kurang terpacu. Saat ini yang diperlukan adalah fokus dalam memberikan pendidikan. Seperti yang telah diterapkan di beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa,” lanjut Dinal yang bakal maju ke DPR  RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar II (Agam, Bukiktinggi, Padangpariaman, Kota Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, Payokumbuah dan Limopuluah Koto).

Meski berada di nomor urut 5, Dinal masih optimis meraih suara dalam Pemilu perdana baginya yang juga terdaftar sebagai Anggota Depertemen Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar ini. “Kalau tidak terpilih sekarang, paling tidak saya sudah menunjukkan tekad untuk membangun kampung halaman. Yang paling utama adalah mempercepat laju ekonomi Sumbar yang terlihat lamban,” katanya.

Sebagai seorang Bacaleg DPR RI, Dinal melihat Sumbar masih terkendala di berbagai hal. Yang paling utama adalah masih rendahnya kelengkapan infrastruktur di kawasan-kawasan sekunder. Selain itu, faktor tanah ulayat dianggap sebagai masalah pokok susahnya investor menanamkan modal. “Seharusnya masalah ini tidak terjadi lagi, kalau kita membuat aturan baku secara nasional. Intinya mengubah UU Agraria,” kada Dinal membeberkan sedikit misinya menuju Senayan.

Intinya, sambung Dinal adalah melengkapi seluruh sarana dan prasarana serta kelengkapan listrik, air dan energi di Sumbar. “Semuanya dapat dilaksakan dengan menggelontorkan dana pusat ke daerah. Saya pernah mencobanya saat membantu pembangunan RSUD Agam di Lubuak Basung 2002 silam. Selanjutnya, barulah kita bicara dunia pariwisata yang dianggap sebagai komoditi industri yang tidak akan habis bahan bakunya. Kalau seluruh penunjang sudah diberikan, maka pariwisata akan mudah ditingkatkan,” pungkasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s