Hasil Pilkada Padang Tanpa Tandatangan 4 Saksi

Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pemilu KDH Padang

Hasil PilkadaMESKI terjadi sedikit keributan di luar ruangan, rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu KDh) Padang berjalan sukses. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padang menetapkan pasangan calon Walikota Drs H Fauzi Bahar MSi dan H Mahyeldi Ansharullah SP sebagai kepala daerah terpilih periode 2009-2014.

Rapat pleno Minggu (2/11) di Aula RRI Kota Padang dibuka Ketua KPUD Padang Endang Mulyani SH sekitar Pukul 10.20 WIB — sedikit telat dari jadwal semulai Pukul 10.00 WIB. Rapat terbuka itu dihadiri oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Padang, Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), dan Panwaslu Kecamatan. Dari 5 pasangan calon, hanya pasangan nomor urut 3 (Fauzi – Mahyeldi) yang menempatkan saksinya, yaitu Sekretaris DPD PKS Padang Muharlion SPd.

Dari rekapitulasi yang disampaikan oleh masing-masing ketua PPK, pasangan yang diusung PAN dan PKS itu unggul di seluruh kecamatan. Mereka berhasil mengumpulkan suara sebanyak 156.339 dari total 303.381 suara sah yang masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) 23 Oktober lalu. “Jumlah itu sama dengan 51,53 persen dari suara sah yang direkapitulasi KPUD,” ujar Endang saat membacakan hasil keputusan KPUD no 98 /2008 tentang penetapan hasil penghitungan suara Pemilu KDh Padang.

Dari hasil rekapitulasi, pasangan Fauzi – Mahyeldi menang telak di Koto Tangah. Dari 58323 totall suara sah, pasangan itu mendapatkan suara 36318 atau 62,27 persen. Sedangkan pasangan Drs Yusman Kasim MM – Yul Akhyari Sastra SH (YUSRA) dan Dr Jasrial MPD – Drs H Muchlis Sani (JAMU) berbagi angka masing-masing 8597 dan 8749 suara. Hasil ini hampir sama dengan perolehan suara  yang ada di kecamatann lainnya. Kecuali di Padang Barat yang memiliki perolehan suara seimbang antara Fauzi dan Yusman Kasim yaitu 7.254 dan 6281 suara.

Dari seluruh kecamatan, berturut-turut pasangan yang memuncaki perolehan suara adalah Fauzi – Mahyeldi 156.339 suara atau 51.53 persen, YUSRA 66.823 (22,03 persen), JAMU 46.777 (15,42 persen). Sedangkan pasangan calon perseorangan berbagi angka nyaris sama dengan 17.032 (5,61 persen) untuk pasangan Drs H Ibrahim MM – H Murlis Muhammad SH MHum (IMAM) dan Ir Mudrika – Drs Dahnil Aswad MSi (MUDA) hanya mendapatkan suara 16.408 atau 5,41 persen suara.

Endang menyebutkan, tingkat partisipasi warga kota dalam memberikan hak pilihnya ke TPS mencapai 57,43 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di KPUD. Lebih tinggi dari Pemilihan Gubernur 2005 yang hanya 53,35 persen.Jumlah itu dihitung dari jumlah DPT 541.473 dan jumlah pemilih DPT yang memberikan hak pilihnya mencapai 307.221 yang terdiri dari 137.159 laki-laki dan 170.062 perembuan. Jumlah pemilih DPT yang tidak memberikan hak pilihnya mencapai 231.987 orang.

Endang bersama 4 anggota KPUD lainnya — Ir Yosrizal Efendi, Yuliwan Rajo Ameh SH, M Daniel Arifin SH dan Boiziardi AS SH menyebutkan, 2265 orang pemilih berpindah TPS yang terdiri dari petugas KPPS, saksi pasangan calon dan orang-orang yang bertugas saat pencoblosan berlangsung.

Dari rekapitulasi KPUD yang telah ditetapkan dan ditandatangi Ketua KPUD, penggunaan surat suara di TPS adalah 697 untuk surat suara yang keliru dicoblos atau rusak, 243.506 suara yang tidak terpakai dan 6105 surat suara terpakai berisi suara tidak sah di seluruh TPS. “Jadi, surat suara sah yang masuk ke KPUD adalah 303.381 dan tidak  ada TPS yang menambah surat suar,” pungkas Endang yang menyebutkan, KPUD menyebar 553.689 surat suara ke 1.491 TPS di 104 PPS dan 11 PPK.

Untuk  ketidakhadiran dan tidak ditandatanganinya berita acara KPUD no 37/DA/Pdg/XI/2008 oleh empat saksi lainnya, Endang menyatakan tidak akan mempengaruhi hasil Pemilu KDh yang sudah diplenokan. Dia menantang,  pasangan yang tidak puas bisa mengajukan gugatan hasil ke Pengadilan Negeri Padang, Pengadilan Tinggi Sumbar atau Ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Tentunya dalam rentang waktu tiga hari setelah penetapan hasil ini, atau hingga 5 November,” timpalnya.

Dijaga Ketat

Kendati rapat pleno ini dinyatakan terbuka, tetapi pengamanan di sekitar aula RRI Padang sangat ketat. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Poltabes Padang Kompol Syafnil menyebutkan, polisi mengerahkan 2 kompi Dalmas dan 1 pleton Brimobda. Dari pantauan koran ini, bagi seluruh anggota PPK, Panwaslu dan tim sukses yang ingin masuk harus melewati detektor logam dipintu masuk. Khusus kantor RRI, dijaga penuh oleh polisi.(*)

4 thoughts on “Hasil Pilkada Padang Tanpa Tandatangan 4 Saksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s