Mudah dan Murahnya Jadi Anggota DPRD Padang

Menghitung Suara Sah Pemilu KDh sebagai “Harga” Kursi

TERJADINYA kecenderungan penurunan partisipasi pemilih dari setiap pemilihan umum (Pemilu) di Kota Padang membuat “harga” kursi DPRD Padang semakin murah. Melakukan perhitungan harga kursi dengan membandingkan suara sah pada Pemilu Kepala Daerah 23 Oktober lalu, sebuah kursi di daerah pemilihan (Dapil) Padang 1 menjadi yang termurah dari 5 Dapil dan Padang V menjadi yang termahal.

Untuk menduduki satu kursi di Kecamatan Padang Barat dan Padang Utara (Dapil I) itu membutuhkan suara sesuai bilangan pembagi pemilih (BPP) 5.638 suara sah. Total suara yang masuk saat itu adalah 39.467. Artinya, bagi Caleg yang partainya memiliki satu kursi (BPP), dapat duduk dengan 30 persen harga kursi (BPP), atau 1.691 suara tanpa melihat nomor urut. Pada Pemilu 2004 lalu, 7 kursi itu diisi oleh PKS 2 kursi, Golkar (1), Demokrat (1), PAN (1), PPP (1) dan 1 kursi oleh PDI P itu.

Namun, saat ini, persaingan sengit terjadi di Dapil 1 yang diisi beberapa ketua partai tingkat kota — seperti Z Panji Alam dari Partai Golkar, Drs H Muclis Sani (Partai Demokrat), Djuanda Rasul SH (PDI Perjuangan), Arnedi Yarmen SPd (Wakil Ketua DPD PKS) dan Yul Afnedi (Wakil DPD PAN). Meski memiliki harga kursi termurah, persaingan di Dapil ini diperkirakan yang paling ketat.

Di daerah dengan alokasi kursi termahal yaitu di Lubuak Kilangan dan Lubuak Bagaluang, sebuah kursi dipatok dengan “harga” 7.202 suara saja. Artinya, bagi partai yang memiliki kecukupan 1 kursi, maka yang akan duduk sebagai anggota dewan adaslah yang mendapatkan perolehan suara 30 persen atau 2.161 suara. “Jumlah itu lebih sedikit dari Pemilu 20054 lalu,” ujar Heri Ramadhan BSc yang menjadi anggota DPRD Padang 2004-2009 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Di daerah paling banyak penduduknya adalah Koto Tangah dan Nanggalo atau Padang II. Sebanyak 78.944 pemilih memberikan suaranya pada Pemilu KDh kemarin yang didominasi oleh pendukung Fauzi Bahar dan Mahyeldi dengan 62 persen suara. Jika diasumsikan sama dengan Pemilu 2009 mendatang, maka harga kursi 1 dari 11 kursi di sana hanya 7.176 suara saja atau 30 persen BPP nya 2.153.

Pauah dan Kuranji (Dapil Padang III) yang memiliki 10 kursi “dipatok” harga 1 kursinya 6.489 suara. Di Dapil ini juga terdapat beberapa nama petinggi partai — sebut saja Ketua DPC PPP Padang Syafril B, Ketua DPRD Padang Hadison SSi APt (PKS) dan Jamasri Tanjung SE (Golkar), Nofrizal SH (PKPI). Pada Pemilu KDh kemarin, KPUD Padang menetapkan perolehan suara di dua kecamatan tersebut mencapai 64.896.

Kawasan yang terdiri dari 3 kecamatan (Dapil IV) Padang Timur, Padang Selatan dan Bunguih Taluak Kabuang memiliki 9 kursi yang diperebutkan 37 partai politik (Parpol). Dari total suara masuk kemarin (62.441 suara, red), satu kursi di Dapil itu dapat dihargai dengan 6.937 kursi saja. 30 persen BPP nya mencapai 2.081 suara sah saja.

Anggota KPUD Padang M Daniel Arifin SE menyebutkan, untuk menghitung suara Pemilu 2009 mendatang, memang harus memastikan berapa suara sah yang masuk terlebih dahulu. Selanjutnya baru diketahui BPP di dapil masing-masing. “Nah, pembagian kursi itu dimulai dari 100 persen BPP di partai. Karena, kursi harus habis dibagi di Dapil. Setelah itu, barulah menempatkan, siapa yang akan duduk sebagai anggota dewan,” katanya.

Ketua KPUD Padang Endang Mulyani SH menyebutkan, terjadinya penurunan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu KDh Padang disebabkan banyak faktor pemilih. Namun, jika dibandingkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2005, terjadi kenaikan sekitar 4 persen dari 53 persen menjadi 57 persen. “KPUD saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Ketua RT/RW di seluruh Kota Padang untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” kata Endang lagi.(*)

Tabel Perkiraan BPP (Harga Kursi) Pemilu 2009 DPRD Padang
Dapil Kecamatan  Total Pemilih/kursi BPP/30 Persen BPP*
I Pdg Barat dan Pdg Utara 39.467/7  5.638/1.691
II Koto Tgh dan Nanggalo 78.944/11  7.176/2.153
III Kuranji dan Pauah  64.896/10  6.489,6/1.946,9
IV Pdg Timur, Pdg Sltn dan BTK 62.441/9  6.937,9/2.081,4
V Luki dan Lubeg   57.633/8  7.204/2.161
 

* Data disesuaikan dengan hasil Pemilu KDh Padang