Mantan Aktivis Mahasiswa Jadi Caleg

Belum Ada Jaminan Perubahan

Demo MahasiswaPARA mantan aktivis mahasiswa rame-rame didaftarkan partai politik (Parpol) sebagai calon anggota legislatif (Caleg) 2009 mendatang. Bahkan, secara nasional, para pejuang jalanan ini banyak yang bercokol di urutan pertama dan memiliki peluang besar menjadi anggota DPR atau DPRD. Di Sumbar, fenomena ini juga menjadi hal yang akan mengubah peta politik.

Bahkan, pengamat politik Universitas Negeri Padang (UNP) Eka Vidia SSos MSi menyebut, Pemilu 2009 akan menjadi puncak bagi aktivis mahasiswa pasca Reformasi. Dia malah menyebutnya sebagai booming aktivis menjadi Caleg. “Saat ini, hampir seluruh partai menggunakan mantan aktivis ini menjadi Caleg. Ini dapat dimaklumi, karena dari segi usia, mereka sedang produktif,” kata Eka.

Tapi, Eka meragukan, apakah semangat yang dibawa ketika berdemo di gedung dewan kala menjadi mahasiswa akan terbawa kalau masuk ke dalam gedung itu. Eka mengaku sudah melakukan pengamatan terhadapa para mantan aktivis mahasiswa itu. Dia menyebutkan, belum ada visi yang jelas dari para Caleg muda itu. Bahkan, apa yang menjadi target mereka juga tidak terlihat.


Mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas (Unand) Yohannes Wempi SPt mengakui, butuh waktu yang cukup panjang untuk mengubah sistem yang statusquo yang telah tertanam di DPR atau DPRD yang ada selama ini. Dengan semangat muda mahasiswa, dia yakin mampu mengubah dengan perlahan statusquo itu.

“Tidak seluruh aktivis mahasiswa akan turun menjadi Caleg. Semuanya tergantung ketertarikan masing-masing. Saya melihat, ada 3 jenis aktivis mahasiswa ini,” kata Yohannes yang sekarang dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Padangpariaman ini. “Mereka akan mengikuti apa yang menjadi ketertarikan itu.”

Adapun ketiga jenis itu, kata Caleg Nomor urur 1 DPRD Padangpariaman dari daerah pemilihan (Dapil) III ini adalah, mahasiswa (aktivis) yang tetap serius mengikuti bidang akademis. Untuk yang jenis ini, tentu mereka tidak akan tertarik untuk menjadi Caleg meskipun pernah menjadi ketua lembaga mahasiswa sekalipun.

“Nah, yang akan terjun ke dunia politik itu adalah mereka yang memiliki bakat atau ketertarikan terhadap sosial politik (Sospol). Banyak diantara mereka yang akhirnya memilih Parpol sebagai jalur untuk melanjutkan perjuangan yang selama ini hanya sampai dinding kampus saja,” pungkas alumni Fakultas Peternakan Unand ini.

Yang ketiga, kata Yohannes adalah orang-orang kampus yang selalu ingin berada dalam dunia kemasyarakatan. Meski mengurusi masyarakat, tidak akan terbesik bagi mereka untuk menjadi Caleg dan lebih memilih bergabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau mendirikan LSM sendiri.

Eka Vidia menambahkan, para aktivis mahasiswa ini akan terus mempertaruhkan apa yang selama ini mereka suarakan dengan lantang. Apakah semangat kuat saat tidak memiliki power (kekuasaan, red) itu masih mampu diterapkan setelah memiliki jabatan politis. “Kita lihat saja, apakah mereka sanggup terus berteriak untuk menyuarakan kepentingan rakyat atau malah ikut arus?” pungkas Dosen Sosiologi Politik ini.

Meski para aktivis itu sangat identik dengan semangat muda, Eka Vidia menyatakan tidak ada jaminan akan terus membawa perubahan. “Setidaknya, Parpol menilai, orang-orang muda ini memiliki semangat muda dan dapat menjadi nilai jual tersendiri bagi pemilih yang telah mulai jenuh dengan wajah tua. Paling tidak wajah segar ini akan membuat perubahan,” katanya.

Eka tidak menampik kalau banyak masyarakat yang berharap pada orang-orang muda yang terjun dalam kancah politik. “Selama ini Anggota DPRD kita sudah banyak yang berasal dari latar belakang uztadz, politikus gaek dan akademisi. Tapi ternyata tidak membawa perubahan berarti. Semoga para mantan aktivis ini tidak ikut arus dan membuat kesalahan serupa,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, PKS adalah partai yang paling banyak menempatkan mantan aktivis mahasiswa sebagai Caleg di kab/kota di Sumbar. Yohannes Wempi mengklaim 45 persen Caleg PKS di Padangpariaman adalah mantan aktivis, seperti Riswan Saleh SS (Mantan Sekjen BEM Unand).(*)

4 thoughts on “Mantan Aktivis Mahasiswa Jadi Caleg

  1. daddrasta berkata:

    terbukti idealisme bisa dikalahkan oleh perut(uang)
    salah seorang aktivis 98 pernah berkata:
    “kalau saya tetap mempertahahnkan idealisme saya, anak istri sya mau saya kasih makan apa?”

  2. pengennya sih mantan aktifis2 kampus bisa berjaya di kancah perpolitikan….tapi yang saya takutkan..ntar idealisme mahasiswa yg dulu sering di koar2kan waktu demo ataupun orasi2 bakal berubah menjadi ego politikus
    nggk bagus donk hasilnya
    seharusnya mantan aktivis2 tersebut bisa menjaring kekuatan2 mahasiswa dengan membuat kontrak politik yang jelas supaya nanti tidak di demo oleh mahasiswa yang merupakan sosok asal muasal kejayaan mereka

  3. lebih baik kita golput ajah karnah pemilu hanya menghambur2kan uang rakyat, alangkah baiknya jika dana pemilu dibagikan pada fakir miskin dan anak terlantar.

  4. banyak kawan2 mantan aktvis beralasan, saatnya merubah tradisi aktivis jalanan ke aktivis parlemen.
    tapi, saya ragu. banyak bukti, mantan aktivis yang tidak konsisten ketika ia berpolitik praktis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s