Awas, Web, Blog dan FS Jadi Ajang Kampanye

Ketika Caleg Menjelajah Dunia Maya

Fs darizal basirMANTAN Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar H Darizal Basyir tiba-tiba “menjelajahi” ratusan perangkat pertemanan dunia maya (internet) yang dikenal dengan friendster. Berbagai comment (komentar) terus mengalir ke lamannya dari sekitar 500 pemilik fridendster lainnya. Saat ini, dia telah memiliki 1675 “teman” yang yang diklaimnya sebagai pendukung.

Jelajah dunia maya yang dilakukan Darizal yang dua periode menjadi bupati itu dapat dikatakan fantastis. Karena, dalam situs frienster itu, dia ditulis baru bergabung sejak Agustus 2008. Dalam friendsternya itu, Darizal melengkapi diri dengan visi misi serta pernyataan-pernyataan yang tidak terbantahkan. Seperti biaya Pemilu KDH Jawa Timur yang mencapai Rp 3 triliun dan menghasilkan masalah yang cukup kompleks.

“Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga, agar kita dapat mendengarkan semuanya dari 2 sisi. Menerima kritik untuk kemudian mengerti mana yang benar dan mana yg salah. Seandainya para pemimpin siap terima kritik & siap perbaikinya. Bangsa ini akan tersenyum…Amin,” tulis Darizal yang mencari perhatian melalui pesan yang disampaikan pada ribuan friendster lainnya. Dia dengan mudah memasuki friendster pengguna lain melalui fasilitas bulletin di samping kanan dalam layar.

Cara yang dilakukan Darizal yang maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Sumbar I Partai Demokrat ini adalah salah satu cara yang dilakukan politisi untuk menarik simpati. Pekan lalu, Partai Golkar Kota Padang juga melaunchih website yang menggambarkan aktifitas mereka dalam situsnya. Bahkan, Golkar juga melengkapinya dengan pendidikan gratis di sekretariat DPD Golkar Sumbar.


Ketua DPD Golkar Sumbar H Leonardy Harmainy SIP menyebut, website adalah ajang untuk memperluas cakupan informasi Golkar selama persiapan pemilu ini. Siapa saja bisa mengaksesnya. “Web ini nantinya dalam agenda utama posko media center Golkar Sumbar yang digawangi sejumlah teknisi dari media massa, PT Telkom dan Badan pemenangan Pemilu Golkar,” kata Leo.

Meski sudah mulai dilirik sebagai ajang untuk promosi diri, ternyata tidak banyak politisi memanfaatkan website atau situs internet sebagai ajang sosialisasi diri. Selain Darizal Basyir yang meraja melalui friendster, juga ada trio Caleg impor DPR RI dari Partai Golkar Jeffrey Geofanni, Indra J Piliang dan Poempida dengan web pribadi masing-masing. Diperkirakan, dalam waktu dekat, tidak akan banyak yang menyusul.

Direktur Utama situs berita padangmedia.com Nita Indrawadi SE mengakui, beberapa Caleg telah menghubungi dirinya untuk membuat situs tersendiri yang ditautkan (dihubungkan) dengan portal berita miliknya. “Kalau membikin sendiri, mungkin mereka ragu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas. Tapi, kalau ditautkan pada situs yang telah ada, maka kemungkinan untuk terbuka itu besar,” kata wartawan senior ini.

Sementara itu, Akademisi Teknik Informatika Politeknik Negeri Padang Yuhefizar SKom menyatakan, para politisi masih belum menganggap, internet sebagai media kampanye yang efektif. Bahkan, admin (pengelola) beberapa situs dan website ini mengaku hanya menemukan beberapa Caleg saja yang nongol berkampanye di dunia maya.

“Ada dua kemungkinan menurut saya. Pertama, masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang internet membuat para Caleg tidak melihatnya sebagai ajang kampanye yang efektif. Kedua, pengetahuan para Caleg itu yang benar-benar minim terhadap internet,” kata Yuhefizar yang dikenal dengan nama dunia maya “Epi Lintau” ini.

Menurutnya, para Caleg masih meragukan efektifitas berkampanye melalui situs dan website dengan fasilitas berbagai jenis ini. Karena, tidak ada jaminan, pesan-pesan yang akan disampaikan itu diterima oleh masyarakat luas yang tidak mengerti internet. Meski tidak merinci berapa persen masyarakat Sumbar yang melek internet, Yuhefizar mengaku masih sangat sedikit.

Kalaupun para Caleg memaksakan membuat sebuah website sendiri, maka target yang akan ditujunya adalah masyarakat di kalangan ekonomi menengah ke atas dengan pendidikan yang cukup tinggi. “Nah, ini adalah faktor yang menjadi pertimbangan, rendahnya ajang kampanye di internet ini,” lanjut Epi Lintau.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumbar Adhi Wibowo SH mengakui, media internet sudah mulai dirambah para Caleg untuk mengkampanyekan diri. Meski dia menyatakan jumlahnya tidak akan banyak, Panwaslu akan tetap melakukan pemantauan terhadap gerakan politik yang terkait dengan Pemilu 2009 di internet ini. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat juga telah memberikan perhatian serius terhadap hal ini.

“Bawaslu telah mengadakan MoU dengan KPi (Komisi Penyiaran Indonesia) untuk menertibkan kampanye di media cetak, elektronik dan internet ini. Panwaslu Sumbar juga akan segera membuat kerjasama yang sama dengan KPID Sumbar. Dalam waktu dekat kita akan menghubungi mereka,” kata Adhi Wibowo.

Terkait dengan perundang-undangan yang mengatur tentang berkampanye di media internet ini, Adhi Wibowo menyebutnya tidak berbeda dengan kampanye di media lainnya. “Khusus di Sumbar, Panwaslu masih memiliki keterbatasan peralatan yang dapat memantau pergerakan kampanye di internet ini. Kita akan mengusahakan penambahan peralatan dan operator segera,” katanya sore kemarin.

Website Kampanye Murah

Meski terdengar hih teknologi, ternyata cost (biaya) kampanye di internet tidaklah sebesar membuat spanduk, baliho ataupun pengumpulan massa, Yuhefizar menyebutkan, untuk 1 website itu, para peminat cukup menyediakan dana minimal Rp 1 juta saja. Dana itu akan digunakan untuk berbagai keperluan eksistensi website di internet.

“Misalnya untuk membuat web pribadi dengan nama sendiri dan tanpa embel-embel pengelola situs. Untuk mendapatkan lahan atau tema, cukup membayar Rp 10-100 ribu saja. Selanjutnya biaya posting atau perbaruan berita Rp 100-500 ribu. Nah, yang paling besar adalah biaya untuk operator sebesar Rp 1-3 juta,” kata Epi Lintau yang beberapa kali juga membuka website untuk kepentingan politik ini.

Untuk terus megaktifkan website dengan informasi yang terus diperbarui, para pengguna dapat memakai jasa operator updating yang dibayar atau tidak dibayar. “Kalau mereka merasa bisa sendiri, tentu dapat memasukkan informasi (posting) sendiri,” pungkas Yuhefizar lagi.

Yuhefizar juga menyebutkan, beberapa fasilitas website juga ada yang tidak harus membuat penggunanya merogoh kocek alias gratis. Namun, fasilitas yang didapat tidak akan sebesar yang membayar. “Yang gratis itu bisa diakses melalui friendster.com, blogspot.com, wordpress.com dan lainnya. Pengguna hanya perlu masuk ke internet dan mengakses situs tersebut dengan hanya membayar biaya akses saja,” pungkasnya.(*)

4 thoughts on “Awas, Web, Blog dan FS Jadi Ajang Kampanye

  1. dunia maya memang menggiurkan untuk dijadikan tempat kampanye buat caleg….apalagi bagi yang tidak didukung oleh parpol seperti calon anggota DPD-RI……melalui media inilah kita bisa bersosialisai dengan pendukung yang pada umumnya mempunyai backgroun mahasiswa dan pelajar..yang merupakan pendukung pemula di pemilu 2009…ini lah potensi besar yang akan diraup oleh caleg

    salam pak reviandi

  2. JAH, kampanye murahan,,,,,,,,,,,,,,
    gimanapun yang janji disaat kampanye akan habis saat mereka terpilih, fake….bohong dan kebanyakan hanya memberikan mimpi…………

    salam kenal samo yg punyo blog iko

  3. juned berkata:

    kampanye lewat dunia maya,asal lo tau aje, masyarakat kita masih pada gaptek kaleee….caleknya juga kaleeee….mending kampanye terbuka sambil money politik kaleeee….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s