Karena Ongkos Gratis

PerempuanPAGI itu, Asep (bukan nama sebenarnya) tetap memakai seragam dan datang ke sekolah. Seperti biasa. Namun, ada peristiwa luar biasa baginya, saat Jamil (nama pinjaman) telah menunggu di gerbang sekolah. Tak sempat bicara, Asep telah mendapat belasan pukulan dan tendangan. Dia mengerang, tak melawan.

Asep begitu tahu siapa Jamil. Lelaki 45 tahun itu adalah ayah dari Ririn (nama samaran), siswi kelas II SMP yang telah menjadi teman dekatnya sejak setahun terakhir. Meski telah duduk di SMA, Asep terlibat hubungan serius dengan Ririn, karena sekolah mereka bertetangga. Jamil selalu menentang mereka.

“Ang panga an anak den,” teriak Jamil yang seperti belum puas memukul siswa kelas II SMA itu. Kerumunan siswa dan masyarakat serta guru-guru mulai menghampiri dan mencoba mengamankan kejadian di awal tahun lalu itu. Asep selamat, dia dibawa ke ruang kepala sekolah.

Setelah ditanyai, aura ruangan terus mencekam. Asep tetap bersikeras. Dia bukan pelaku yang telah mebuat anak Jamil harus menderita di rumah sakit. Ririn tengah terbaring, karena diketahui akan segera melahirkan. “Kalau indak waang, sia lo lai? Kama pai nyo jo ang se nyoh,” hardik Jamil.

Tak ada titik temu. Pihak sekolah akhirnya membawa Asep ke salah satu ruangan di RS. Ririn yang masih basah dengan air mata dengan terbata berucap. Calon ayah dari anaknya bukanlah Asep, seperti yang dituduhkan orangtuanya. “Bukan dia pak. Ada orang lain,” kata Ririn yang membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu terisak.

Ririn bercerita. Kehamilannya itu adalah karena mudahnya percaya kepada seorang sopir angkutan. Setiap kali naik sebuah Angkot yang disukainya, dia selalu tidak membayar. Suatu hari, Arman (nama palsu sopir bejat), mendatangi Ririn di sekolahnya di kawasan Padang. Karena menghiba minta pertolongan, keduanya berarak ke luar kota.

“Di sana kejadiannya. Saya dipaksa. Kalau tidak mau, dia akan membunuh saya,” kata Ririn yang langsung mendapat perawatan. Dokter membawanya ke ruangan bersalin. Perjuangan Ririn membawa tangis pada teman dekatnya Asep. Tak diduganya, kejadian itu begitu menyakitkan. Hancur.

Entah untung atau buntung, anak yang dilahirkan Ririn itu tidak lagi bernyawa. Tanpa tangis, dia telah pergi. Selamatlah dia, dari serbuan malu dunia sebagai anak tanpa bapak. 7 bulan sudah dia dalam kandungan Ririn.

Tak habis sampai di situ. Keluarga Ririn langsung menghubungi kepolisian untuk mendapatkan keterangan terkait si sopir bejat. Akhirnya, di sebuah terminal bayangan, Arman pun diciduk tanpa perlawanan. Dia tak dapat membantah apa yang dituduhkan. Apalagi saat Ririn histeris saat melihatnya.

Diketahui, Arman adalah seorang sopir cadangan yang telah memiliki dua anak dan istri. Dia mengaku sengaja mengajak Ririn untuk mendapatkan barang berharga milik gadis baru gede itu. Sesal Arman tak ada gunanya, karena penjara akan menghadangnya.(rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s