Pemilu Mentawai Terancam Gagal

Pelaksanaan Pemilu di beberapa daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai terancam tidak terlaksana. Hingga saat ini, KPU Mentawai belum mendapatkan alat transportasi untuk membawa logistik ke Simatalu, Kecamatan Siberut Barat. Dengan kondisi ini, 3.000 pemilih di 10 TPS yang ada terancam tidak dapat memberikan hak pilih.

“Daerah Simatalu memang menjadi daerah tersulit untuk pendistribusian logistik. Apalagi, saat ini beberapa formulir KPPS untuk daerah itu belum lengkap. Beberapa kali, pendistribusian logistik ke Simatalu selalu tertunda,” ujar ketua KPU Mentawai Bastian SPd, Kamis (19/3) dalam keterangan persnya di Kantor KPU Sumbar.

Bastian menyebut, KPU telah menyerahkan distribusi logistik tersebut ke kapal dagang Perintis. Namun, pemilik kapal mengaku tidak sanggup, melihat kemungkinan pendistribusian dilakukan April mendatang. “Kalau kedatangan formulir tertunda lagi dari jadwal 25 Maret, tentu kita akan mendistribusikannya April. Padahal, gelombang laut sangat kuat pada bulan itu,” tegas Bastian.

Katanya, kalau gelombang ‘mengamuk’ maka kemungkinan besar distribusi logistik untuk daerah Siberut Barat akan sangat terlambat. “Karena, sampai hari ini kita belum mendapatkan kepastian tentang formulir itu dari pusat. Kami berharap, secepatnya dapat didistribusikan ke KPU Mentawai,” tukas Bastian yang mengaku sangat sulit menggelar Pemilu di daerah muda itu.

Setidaknya, sebutnya, KPU Mentawai kesulitan untuk mensosialisasikan Pemilu hingga ke tingkat bawah. Alasannya, biaya sosialisasi yang sangat rendah, transportasi yang sulit serta fasilitas yang tidak memadai. “Apalagi, di Mentawai, 40 persen penduduk tidak dapat tulis baca atau buta aksara,” kata Bastian.

Permasalahan lain yang dinilai akan menyulitkan koordinasi anta KPU Mentawai dengan 43 PPS (kelurahan/desa) dan 10 PPK (Kecamatan) adalah, masih terdapatnya beberapa daerah yang tidak memiliki sinyal telekomunikasi seluler. Yaitu di daerah Pagai Utara, Sipora Selatan, Sipora Barat, Siberut Tengah, Siberut Barat dan Siberut Barat Daya.

“Kita memang kesulitan untuk persoalan ini. Pemkab telah menganggarkan dalam APBD untuk pengadaan radio dan mesin faximili di kecamatan. Tapi, sampai saat ini belum terealisasi, karena APBD belum dapat dicairkan,” tukas Bastian yang tidak menampik, banyak daerah di Mentawai juga belum memiliki aliran listrik.

Daerah-daerah yang tidak memiliki aliran listrik itu mencakup 164 TPS yang tersebar di Pagai Utara, Pagai Selatan, Siberut Barat, Siberut Tengah, Siberut Barat Daya dan Sipora Utara. “Khusus listrik, kita masih akan berkoordinasi dengan Pemkab untuk menyelesaikannya,” lanjut Bastian.

Meski berkutat dengan daerah rawan, Bastian optimis pelaksaanaan Pemilu di Mentawai akan berjalan baik. “Kita lihat saja pada Pilkada Mentawai 2006. Saat itu tingkat partisipasi pemilih mencapai 80 persen,” sebutnya. (rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s