Kisruh KPU Mentawai Dimulai

Kursi Ketua DPRD Melayang

MentawaiPUTUSAN bolak-balik KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai menemui ujian. Partai Persatuan Daerah (PPD) bersama 4 partai lain yang dicoret kembali, ancang-ancang melakukan perlawanan. Terutama PPD diprediksi kembali meraih kursi legislatif pada Pemilu 9 April.

Ketua DPC PPD Kecamatan Sipora Lucas menyebutkan, KPU Mentawai tidak konsisten dengan keputusan yang mereka buat sendiri. Sebelumnya, 4 April 2009, KPU setempat telah mengeluarkan SK No 16 KPU Mentawai yang memperbolehkan PPD, PIS, PKS, PKDI dan PNI Marhaenisme kembali mengikuti Pemilu.

“18 April kemarin, kami diundang KPU untuk menghadiri rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU di Tua Pejat. Eh tiba-tiba saat pembacaan hasil rekapitulasi, suara partai kami hilang dan dinyatakan tidak sah,” kata Lucas yang juga Caleg nomor urut 2 Dapil I (Siberut Barat, Utara, Selatan, Tengah dan Barat Daya).

Menurutnya, dari penghitungan yang dilakukan di tingkat PPK, total suara PPD untuk DPRD Mentawai mencapai 2.600 lebih. Itu membuat partai ini mendapatkan satu kursi dari 3 daerah pemilihan. Bahkan, PPD telah memprediksi Caleg yang akan duduk. Yaitu Ketua DPRD Mentawai 2004-2009 Kortanius Sabeleakek, Rizel dan Agustinus.

“Sampai kemarin, kita belum mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti kasus ini. Yang jelas, kami sangat kecewa. Kami tidak pernah terlambat menyerahkan rekening awal kampanye. Bahkan 7,8 dan 9 Maret telah kita serahkan ke KPU, tapi mereka tidak membuka kantor,” terangnya.

Akhirnya, PPD dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU. Sesuai dengan Pasal 138 Ayat 3 UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, mereka harus menyerahkan dana rekening kampanye. Di pasal itu diatur, partai yang tidak menyampaikan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye kepada kantor akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU, dikenai sanksi tidak ditetapkannya calon anggota DPRD menjadi calon terpilih.

Yang disayangkan PPD, kata Lucas, kenapa KPU mengeluarkan kembali SK yang menyebabkan mereka kembali dapat ikut Pemilu. “Kita meminta, KPU kembali menetapkan kami sebagai peserta Pemilu. Kalau tidak, kami akan melakukan perlawanan dengan tuntutan hukum dan somasi,” kata Lucas yang mengaku PPD tengah mempersiapkan proses hukumnya.

Sementara itu Ketua KPU Mentawai Bastian SPd dan Koordiv Teknis Roni Trinoveta ST menyebutkan, keputusan KPU untuk membatalkan keikutsertaan PPD dan 4 partai lainnya sudah final. Karena itu, mereka telah sepakat untuk tidak lagi menghitung kursi untuk 5 partai itu.

“Kami sudah membatalkan keikutsertaan mereka di Pemilu ini. Jadi, secara otomatis suara yang mereka dapatkan itu tidak lagi sah dan tidak akan dihitung,” katanya seraya menyebut, pembatalan itu telah dilakukan Jumat (21/4) saat melakukan rekapitulasi suara tingkat KPU provinsi di Kantor Gubernur Sumbar.

Hingga saat ini, katanya, KPU Mentawai belum mendapatkan surat somasi resmi yang dilayangkan 5 partai itu. “Kita sedang fokus untuk menyelesaikan rekapitulasi tingkat nasional dulu. Setelah ini, baru kita akan bahas langkah-langkah selanjutnya,” tegas Roni yang tengah berada di KPU Sumbar ini.

Dengan tidak dihitungnya suara PPD, katanya, suara sah yang dihitung berjumlah 31.291 suara yang berasal dari Dapil 1 13.992, Dapil 2 sebesar 6.940 dan di Dapil 3sebesar 10.359. KPU juga telah menghitung partai mana yang akan mendapatkan kursi nantinya di DPRD Mentawai (lihat grafis).

PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Damai Sejahtera (PDS) telah mengantongi 9 dari 20 kursi dewan, dengan masing-masing mendapatkan 3 kursi. PAN, PBB dan PKB mendapatkan dua kursi di dua Dapil berbeda. Selebihnya, Hanura, Gerindra, PDP, Golkar, PBB dan Partai Buruh mendapatkan satu kursi. (rvi/y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s