Gagal Naik Pangkat

DPRD SumbarHAMPIR lima tahun menguasai Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPRD Kota Padang, membuat Ir Yultekhnil MM kian terasah di jalur politik. Saat ini, dia menjadi satu-satunya anggota DPRD Padang yang melaju mulus ke DPRD Sumbar dari 5 orang yang mencoba. Bahkan, dia juga digadang-gadangkan akan mendapatkan posisi ketua DPRD Sumbar 2009-2014.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumbar ini memang beruntung, jika dibandingkan 4 rekannya yang lain yang juga berusaha ‘naik pangkat’ pada Pemilu 9 April lalu. Karena, 4 anggota dewan lainnya harus rela tak lagi menjabat anggota dewan, karena tidak memiliki suara yang cukup untuk mengantarkanya merebut satu kursi. Dia juga menjadi anggota dewan dengan perolehan suara tertinggi di Sumbar.

Anggota dewan dengan ‘trah’ tertinggi di Sawahan (sebutan DPRD Padang-red) adalah wakil ketua DPRD H Masdi Ardi SSos yang bertarung di Dapil Sumbar IV (Agam, Bukiktinggi, Padangpariaman dan Kota Pariaman). Kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang diberi nomor urut 12 ini tak mampu bersaing dengan rekan-rekannya. Satu kursi PAN di Dapil itu jatuh pada Artati SH yang mengisi posisi Taslim SSi yang lolos ke DPR RI.

Tak jauh beda, wakil sekretaris DPD I Partai Golkar Sumbar Drs Mirkadri Miyar MPA yang telah dua kali duduk sebagai anggota dewan, juga mencoba peruntungan di Dapil I Sumbar (Padang dan Mentawai). Suara Partai Golkar di Dapil I benar-benar digerus oleh Partai Demokrat dengan 4 kursi. Satu kursi, tetap berada pada anggota DPRD Sumbar 2004-2009, H Zailis Usman SIP.

Anggota F-PKS perempuan Nurna Eva Karmila BSc, juga bertekad untuk menuju Gedung Dewan di Jalan Sudirman, Padang itu. Namun, karena juga bertarung di Dapil I, PKS yang dulu mampu mendapatkan 2 kursi, hanya berhasil meloloskan Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan Satria ST MT saja. Bahkan, incumbent PKS, Ahmad Siddiq juga tak kebagian. Eva, harus kembali ke partainya untuk berbuat lebih banyak.

Memilih berjuang di kursi DPRD Sumbar memang seakan terlalu dipaksakan oleh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir Priyanto MM. Ketua Komisi C DPRD Padang ini sepertinya ‘salah pilih’ Dapil, dengan bertarung di Sumbar III (Padang Panjang, Tahandata, Dharmasraya, Sijunjuang dan Kota Sawahlunto). Meski memiliki suara yang cukup baik, namun Priyanto belum mampu mengalahkan dominasi Drs Syukriadi Syukur MPd.

Satu lagi nama anggota dewan yang mencoba hijhrah adalah Zulfahmi Haji Rasul SE dari Partai Demokrat. Mantan Pj Ketua DPC Demokrat Padang ini mencoba ‘mutasi’ ke DPRD Limopuluah Koto. Dia mengambil tempat kelahirannya, Dapil V (Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX) sebagai tenpat perjuangan. Kurang beruntung, Demokrat hanya mendapatkan satu kursi di daerah itu dan Zulfahmi harus rela kembali ke bisnisnya yang juga terus berkembang.

Enam anggota dewan yang mencoba ‘hijrah’ itu ternyata mendapati nasib yang berbeda. Berbagai persoalan, mulai dari kejenuhan, permasalahan internal partai hingga ingin mengabdi ke daerah asal menjadi motivasi masing-masing. Yang jelas, mereka tetap sepakat, akan terus berbuat untuk masyarakat, meski tak lagi berlabel sebagai anggota dewan. (rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s