Kebudayaan Jadi Modal Bangkit

Kunker Komisi C DPRD ke Bantul dan BNPB (2/3)

FAKTOR kebudayaan, menjadi satu kunci utama, kenapa Bantul begitu cepat pulih dari kondisi darurat pascagempa. Meski tak sebesar gempa Sumbar, gempa 5.9 SR sudah cukup memporak-porandakan Bantul. Karena, pusat gempa berada di daratan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ir Riantoni MSi menyebut, budaya Jawa mengajarkan, bila karena gempa , kehilangan harta benda, maka seperti tidak kehilangan apa-apa. Artinya, masyarakat sudah dipersiapkan, untuk hidup dalam keadaan sulit ekonomi.

Selanjutnya, katanya, di Jawa juga dikenalkan dengan rasa kekeluargaan yang cukup tinggi. “Bila kehilangan sanak keluarga, berarti seseorang seperti kehilangan separoh jiwanya. Karena itulah, ada juga warga yang begitu sulit menghapus trauma kala itu,” sebut Riantoni dalam pertemuan dengan Komisi C DPRD Padang itu.

Dia menegaskan, bila korban gempa kehilangan harga diri, maka itu adalah seperti kehilangan segala-galanya. “Jadi, langkah kami dari Pemkab adalah dengan mengantisipasi secara dini, warga kehilangan harga diri dan meminta-minta di jalanan,” ucap Riantoni diamini Ketua DPRD Bantul, Yogyakarta Rustiani.

Di Bantul, pada acara pertemuan yang diikuti anggota Komisi C DPR Padang yang dipimpin Ketua Drs H Muchlis Sani (Demokrat) dan anggota Noveri SH, Erison BSc, Januardi Sumka (Demokrat), Asrizal (PAN), Alber Hendra Lukman (PDI-P), Hadison SSi Apt (PKS), Jamasri SE (Golkar), Jawardi (PPP), Muzni Zen (Gerindra), Ir H Yendril (Hanura) dan Arpendi Dt Tan Bagindo (PBB).

Penanganan Prioritas

Adapun langkah konkret yang dilakukan Pemkab Bantul adalah, dengan melakukan proses tanggap darurat melalui penyelamatan korban dan penanganan korban luka-luka, pengaktifan Tim Tanggap Darurat/Satlak,
pembentukan pusat-pusat layanan (Posko), distribusi supplies (logistik dan tenda) serta penyediaan hunian sementara

“Kami juga melakukan penguatan jalur distribusi dan mendirikan media center guna pendataan korban sembari melakukan pendampingan psikologis. Hal ini dilakukan dengan pengalihan program pembangunan ke program darurat melalui perubahan APBD yang diselesaikan dalam waktu 2 minggu,” tegas Riantoni.

Proses rekonstruksi berbasis komunitas atau kelompok masyarakat (pokmas), sebut Riantoni, diharap dpt meningkatkan kualitas solidaritas ternyata disertai dinamika. “Bahkan konflik juga dapat diminimalisir,” tegasnya.

Pada intinya, percepatan Bantul Bangkit dilakukan dengan enam program utama, yaitu peningakatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), pengurangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas derajad kesehatan masyarakat, peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian (dalam arti luas), peningkatan kualitas produksi dan pemasaran hasil industri kerajinan rakyat, peningkatan pelayanan pedagang pasar tradisional.

“Itulah yang kami lakukan. Alhamdulillah, 3,5 tahun setelah peristiwa ini, kami telah kembali dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Tapi, kenangan itu tentu tak dapat dilupakan begitu saja. Kami telah mempersiapkan tim, agar tidak panik lagi pada kondisi yang sama di masa depan,” terang Riantoni.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padang Erison menyebut, langkah yang dilakukan Pemkab Bantul, harus diadopsi oleh Pemko Padang. Namun, tentunya dengan modivikasi pada kebudayaan yang tentunya sangat berbeda antara Minangkabau dan Jawa.

“Saya melihat, ada semacan keinginan dari Pemkab Bantul untuk melibatkan masyarakat dalam proses bangkitnya mereka. Tentunya, keinginan dari masyarakat itu juga harus dimobilisasi (digerakkan) dengan tetap menganut paham kebersamaan. Pada intinya, mereka tidak mau memang sendiri,” kata Erison.

Wakil Ketua DPRD Padang Afrizal SH menambahkan, prinsip kebersamaan yang diterapkan itu, memang sangat penting. Namun, di Kota Padang, juga perlu mengikuti Pemkab Bantul yang tetap melakukan audit pada penggunaan anggaran yang digunakan.

“Kita juga akan tetap mengupayakan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) mengaudit segala penggunaan anggaran. Ini akan menjadikan kinerja Pemko dan elemen lain terlihat,” kata Afrizal yang bersama Ketua DPRD Zulherman SPd MM, Kepala Bappeda Padang Ir Indra Chatri MTP, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir H Muzni Zakaria dan Sekrtaris DPRD Padang Dra Sastri Yunizar Bakrie serta Kabag Administrasi DPRD Drs Libra Fortuna MAP. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s