Kecele Soal Status Bencana

Kunker Komisi C DPRD ke Bantul dan BNPB (3/3)

DPRD Kota Padang, sengaja mendatangi BNPB di Jalan H Djuanda, Jakarta Pusat, guna mendapatkan kepastian, tentang status bencana di Sumbar. Berharap dapat meyakinkan BNPB tentang status bencana, dari bencana daerah ke bencana nasional, mereka malah kecele.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diwakili Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Bakri Beck bertegas-tegas, status bencana Sumbar sudah jelas dari awal. “Ini hanya bencana daerah, jadi tidak perlu dipertanyakan lagi,” kata Bakri menanggapi pertanyaan Ketua DPRD Padang Zulherman SPd MM Dt Bagindo Sati.

Kata Bakri yang juga orang Kuranji, Padang ini, kondisi gempa Sumbar, sama dengan gempa Yogyakarta 2006, sebagai bencana daerah. “Bencana nasional itu seperti di Aceh 2005 lalu dengan sebaran bencana yang merata dan korban mencapai 200 ribu jiwa,” terang Bakri, saat hearing dengan Komisi C DPRD Padang, pekan lalu.

Meski dengan status bencana daerah, tapi BNPB tetap telah merampungkan kebutuhan untuk pembangunan kembali Sumbar. Menurut Bakri, untuk mengembalikan Sumbar pada kondisi fisik seperti semula, membutuhkan alokasi dana Rp 6,417 triliun. Karena itu, BNPB akan fokus untuk menyediakan alokasi dana tersebut dan menyalurkannya ke Sumbar.

“Data kebutuhan ini  berbeda dengan kerugian dan kerusakan yang selama ini diekspose pemerintah (daerah) setempat. Tim kami (BNPB) yang bekerja sama dengan Fakultas Teknik Unand, telah menyelesaikan verifikasi data kebutuhan Sumbar ini,” sebut Bakri yang tak memiliki waktu banyak melayani anggota dewan.

Bakri menyatakan, jika dirinci, kebutuhan tersebut meliputi Rp 3,165 triliun untuk perumahan, infrastruktur (Rp 661 miliar), sosial yang terdiri dari sekolah dan tempat ibadan dan lainnya (Rp 1,28 triliun), ekonomi produktif (189,4 miliar), lintas sektoral (Rp 1,097 triliun) dan lain-lainnya sebesar 34,6 milar. “Kami memperkirakan, untuk pemenuhan kebutuhan itu memakan waktu selama dua tahun,” terang Bakri.

Dalam waktu dua bulan ke depan, kata Bakri, BNPB akan menyalurkan dana bantuan cepat sebesar Rp 313 miliar di lokasi yang paling membutuhkan. “Selanjutnya, bersama Depertemen Pekerjaan Umum, kita akan melakukan kajian tentang kontruksi bangunan yang paling sesuai di daerah rawan bencana seperti di Sumbar,” sebut Bakri.

Sedangkan untuk penyaluran sisa bantuan dana, BNPB akan menggunakan sistem yang sama dengan penanganan korban gempa di Yogyakarta, yaitu dengan membentuk kelompok masyarakat (pokmas). “Karena itu, kami meminta Pemda segera membentuk pokmas-pokmas ini untuk pembagian bantuan,” lanjut Bakri.

Bantuan yang akan dikucurkan tersebut, bakal dikelola oleh 20-25 kepala keluarga (KK) perkelompoknya. “Dana tetap mengacu pada besaran semula, yaitu Rp 10 juta untuk rusak berat, Rp 5 juta rusak sedang dan Rp 1 juta untuk rusak ringan. Khusus rusak ringan, kita akan meminta anggaran darai APBD kabupaten/kota,” tandas Bakri.

Adanya pembentukan pokmas itu, menjadi perhatian khusus bagi Wakil Ketua DPRD Padang Afrizal SH dan Kepala Bappeda Padang Ir H Indra Chatri MTP serta Kadinas PU Padang Muzni Zakaria. Namun sayang, BNPB belum memberikan aturan yang lebih rinci terkait pokmas itu. “Kita akan turunkan segera. Siapkan saja pokmasnya,” jawab Bakri.

Ketua Komisi C Drs Muchli Sani menyebut, pembentukan pokmas penerima bantuan tersebut harus menjadi prioritas. “Kalau program ini telah berhasil di Bantul yang telah kita kunjungi dan Yogyakarta umumnya, kenapa tidak cepat kita bergerak,” kata ketua DPC Partai Demokrat Padang ini. 

Pada intinya, dalam kunjungan kerja tersebut, anggota Komisi C yang terdiri dari Noveri SH, Erison BSc, Januardi Sumka (Demokrat), Asrizal (PAN), Alber Hendra Lukman (PDI-P), Hadison SSi Apt (PKS), Jamasri SE (Golkar), Jawardi (PPP), Muzni Zen (Gerindra), Ir H Yendril (Hanura) dan Arpendi Dt Tan Bagindo (PBB), mengaku sudah dapat mengambil perbandingan dengan apa yang akan mereka lakukan di Kota Padang. (habis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s