Padang: Tahun Baru Wali Kota Baru

Demo 2GERAKAN sosial (social movement) para pedagang Pasar Raya bakal mencapai puncaknya. Memasuki pergantian tahun, mereka yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar (APP) tersebut, bakal mencoba mengganti pimpinan kota, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Tahun baru wali kota baru,” ujar Koordinator APP Budi Syahrial, Senin (28/12) saat bersilahturahmi dengan Ketua Koperasi Pedagang Ikan Asin (Kopika) Alfi Malin di sekretariat koperasi itu. “Itu langkah terakhir kita, untuk memecah kebuntuan aspirasi oleh pemko.”

Adapun dua tuntutan utama yang akan digelar oleh aliansi ini adalah, pemko segera memindahkan relokasi pedagang korban gempa di Pasar Inpres I dan lantai II Pasar Inpres II (kios dan los darurat-red), ke tempat lain dan membangun kembali terminal angkutan kota (angkot). “Kita kembali mendesak pemindahan kios dan los, seperti yang telah disepakati oleh wakil wali kota (Mahyeldi-red),” kata Budi.

Dalam waktu dekat, kata Budi didampingi Wakil Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) H Asril Manan dan Irwan Sofyan (sekretaris), pedagang pasar akan kembali mengadakan aksi besar-besaran seperti yang telah dua kali dilakukan. “Ini aksi terakhir, terbesar dan harus tuntas,” kata Budi yang juga manejer Kopererasi Pedagang Ayam (KPA) ini.

Dalam aksi berikutnya, APP tak hanya berjalan sendiri. Budi memastikan, sejumlah komunitas lain juga akan diikutkan, termasuk dari luar Pasar Raya. “Ini bulkan saja aksi pedagang pasar, tapi sudah mengarah pada aksi masyarakat kota,” kata Budi yang menyebut, telah mendapatkan kontak dengan seluruh komunitas tersebut.

Mereka yang akan datang, kata Budi, masyarakat Kurao Padang yang kecewa dengan kasus penyerobotan tanah oleh pemko dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), warga Taluak Siriah, Bunguih Taluak Kabuang yang masih belum mendapat kejelasan terkait ganti rugi tanah, korban gempa di Kampuang Lapai, Nanggalo yang belum mendapatkan ganti rugi gempa 2007.

“Kalau dibiarkan berlarut-larut, tentu persoalan di Pasar Raya dan Padang umumnya akan makin runyam. Karena itu, kita tak ingin 4,5 tahun sisa kepemimpinan ini menjadi lebih buruk,” tambah Irwan Sofyan yang kerap menjadi orator dalam aksi-aksi sebelumnya.

Dia kembali mengulas, 1.100 kios yang dibangun di Pasar Raya itu telah menjadi penutup seluruh akses perdagangan menuju pasar. “Ini malah menghambat jalur perdagangan dan juga jalur evakuasi,” kata Irwan yang juga menentang, rencana pembangunan Pasar Inpres yang tengah disosialisasikan wali kota.

Alfi Malin dari Kopikan mengakatan, kalaupun nantinya Pasar Inpres itu dibangun, sebaiknya jangan menggunakan modal asing atau investor. Dia lebih setuju, pembangunan dilakukan oleh pedagang secara swadaya. “Dengan bersama, tentu kita bisa membangun. Seperti yang telah dilakukan pedagang Kopas Plaza,” katanya.  (rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s