Bank Nagari Cabang Jakarta Tuju Rp1 Triliun

JAKARTA, METRO
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau yang dikenal dengan Bank Nagari terus menancapkan kukunya di luar Sumbar. Tujuan utama untuk “mengembalikan” uang rantau ke daerah, mulai menunjukkan hasil maksimal. Bank Nagari Cabang Jakarta, hampir membukukan aset senilai Rp1 triliun.

Kepala Bank Nagari Cabang Jakarta, Irwan Zuldani menyebut, keberadaan BPD Sumbar di luar sumbar adalah, untuk “melawan” arus bertumbuhnya bank konvensional di Sumbar. Menurutnya, jika sebagian besar dana masyarakat Sumbar yang “mangkal” di bank konvensional ditransfer ke ibu kota, Bank Nagari berlaku sebaliknya.

“Itu adalah tujuan utama, kenapa cabang Jakarta dibuka sejak 26 Juni 1996 lalu,” ujar Iwan Zulnadi yang ditemui di Kantor Bank Nagari Cabang Jakarta, di Jalan Melawai Raya Nomor 19 A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan lalu. Kantor itu, baru ditempatinya sekitar satu bulan terakhir.

Selain kantor cabang di Melawai Raya, Bank Nagari juga memiliki kantor cabang pembantu (capem) di Tanah Abang, Cipulir dan Keramat Jati. “Insya Allah, jika Kantor Perwakilan Pemprov Sumbar di Matraman kelar dibangun, kita juga akan membangun sebuah kantor capem,” kata Irwan, saat dikunjungi forum wartawan bank nagari tersebut.

Bagi Irwan, tak mudah bersaing di ibu kota yang disesakkan oleh 135 bank dengan ribuan kantor. Katanya, terakhir, jumlah BPD yang “mangkal” di Jakarta sudah mencapai angka 11. “Yang membuat kami yakin adalah, kami merupakan BPD perdana yang membuka cabang di Jakarta,” sebut mantan kepala Bank Nagari Cabang Simpangempat, Pasbar ini.

Disinggung soal aset terakhir, Irwan menyebutkan, cabang Jakarta telah menorehkan angka Rp800 miliar pada Juni 2010. Jumlah itu, meningkat dari posisi akhir 2009 yang hanya Rp653 miliar. Dana pihak ketiga, pada aset yang mendekat Rp1 triliun itu mencapai Rp775 miliar dengan angka kredit Rp280 miliar pada akhir Juni.

“Artinya, dari aset sebesar Rp800 miliar, dan kredit hanya Rp280miliar, Bank Nagari Jakarta memiliki dana Rp520 miliar yang disalurkan kembali ke Sumbar, atau kantor pusat di Padang. Dana itu berpotensi bertambah, jika target Rp1 triliun kita tercapai pada akhir tahun ini,” optimistis Irwan.

Bank yang berposisi di daerah strategis itu telah berhasil menggaet lebih dari 1.000 nasabah di Jakarta. Nasabah Bank Nagari, kata Irwan, cukup beragam. Dari mulai perorangan, hingga perusahaan besar, baik milik pemerintah, atau swasta. “Kami juga telah menghimpun deposito dan giro dari berbagai perusahaan besar,” sebut Irwan.

Pasar paling besar Bank Nagari adalah, Badan Usaha Logistik (Bulog), PT Askes, Taspen, Perum Perkebunan, PLN, dan berbagai bank lainnya. “Karena persaingan yang cukup ketat, kami menetapkan suku bunga standar, dengan pelayanan maksimal,” kata Irwan yang tak menutup-nutupi, 2009 lalu, Bank Nagari baru berhasil meraup untung Rp170 juta. “Kami punya terget laba sampai Rp3,5 miliar.”

Sebagai perbankan yang terus tumbuh, persoalan kredit macet juga dialami. Bahkan, tahun lalu, Bank Nagari Jakarta memiliki angka kredit macet mencapai 10 persen. “Angka ini memang cukup besar, tapi kita terus memaksimalkan pencairan, dan melakukan penanggulangannya,” tegasnya.

Langkah yang dilakukan, kata Irwan, dengan menetapkan tiga kiat mengatasi kredit macet yang telah mulai menampakkan hasil. “Melakukan klasifikasi kredit macet, penjadwalan ulang pembayaran kredit, dan melelang aset nasabah yang sudah jatuh tempo,” terang Irwan. (rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s