Ranjau Sawit Ancam Pengendara By Pass Padang

Gambar*By Pass Lubeg-Telukbayur Hancur

Selain jalan yang rusak parah, jalur By Pass Lubukbegalung-Telukbayur juga mendapatkan “penyakit” baru. Pengendara roda dua, empat, hingga 10 yang biasa melintas, dipaksa ekstra hati-hati melaju. Ranjau cangkang sawit, siap menebar ancaman, dan telah sering makan korban.

Pantauan Koran ini kemarin, cangkang sawit berserakan di beberapa titik, jalan yang tengah dalam masa perbaikan. Laju roda dua bisa tidak stabil pada jalan yang menjadi jalur utama menuju pelabuhan yang dipenuhi gudang dan stockpile (penumpukan) cangkang sawit dan batubara itu.

Daniel (45), warga Telukbayur yang melintas mengeluhkan, jalan yang tidak kunjung membaik di sana. Dia mengaku kadang harus memutar jauh ke Kotobaru, Lubeg, kalau tengah membawa anggota keluarga. Pasalnya, risiko berkendara di By Pass Lubeg begitu besar. “Kalau saya jalan sendiri tiap hari kerja, ya terpaksa hati-hati,” kata karyawan distributor semen ini.

Sementara Angko (55), warga Pampangan, Lubeg mengaku sudah malas melintas di jalur By Pass, karena parahnya kondisi jalan. “Belum lagi jalan rusak, debu, padat truk, sekarang juga ada cangkang sawit yang berserakan di sana-sini. Lebih baik saya lewat jalan mancik (kecil) saja,” katanya.

Pengendara sepeda motor, Jani (30), yang kebetulan di lokasi, kemarin menyebutkan, seharusnya pengangkut cangkang sawit harus hati-hati, dan benar-benar menjaga barang bawaannya. Jangan dibiarkan berserakan di jalan begitu saja. “Saya lihat, banyak berserakan saat truk berbeluk, keluar atau masuk penampungan (stockpile),” katanya.

Lurah Pampangan, Syafril enggan berkomentar banyak terkait persoalan ini. Menurutnya, seharusnya pemilik perusahaan harus lebih hati-hati dalam distribusi cangkang sawit ini. “Saya tak mau banyak bicara, mungkin ada dinas yang lebih teknis bisa bersikap,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Padang, Indang Dewata mengaku kaget dengan adanya temuan cangkang sawit berserakan itu. Padahal, Bapedalda akhir tahun lalu baru saja melakukan penutupan stockpile cangkang sawit yang diketahui tidak memiliki izin.

“Ini tak bisa dibiarkan, kalau aktivitas distribusi cangkang sawit sudah mengganggu jalur transportasi. Besok (hari ini), saya akan turunkan tim untuk melakukan pengecekan. Kami akan cari tahu, perusahaan mana yang teledor itu. Mereka bisa disanksi,” kata Indang Dewata.

Indang menyebut, Bapedalda sudah memberikan peringatan kepada sejumlah perusahaan yang mengelola stockpile, baik batubara atau cangkang sawit. “Kami hanya melihatnya dari sudut lingkungan, bisa UKL-UPL, atau AMDAL. Kalau soal izin lain, ada SKPD terkait yang mengurusnya,” katanya.

Indang menyebut, dia telah mengirimkan surat permohonan kepada Wali Kota Padang, Fauzi Bahar untuk membuat surat permintaan kepada seluruh SKPD yang terkait dengan perizinan, agar lebih selektif memberikan izin. “Seperti, penerbitan SITU, dan izin usaha lainnya, harus benar-benar dilihat ke lapangan, sebelum dikeluarkan,” katanya. (rvi)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s