CV Rempah Sari Larang Warga Shalat Idul Adha

Air Diblokir, Pengusaha Tapakiak

GambarWARGA Sungaibarameh Kelurahan Gates Nan XX Lubukbegalung, kecewa dengan manajemen CV Rempah Sari. Keinginan warga, untuk menggunakan lapangan di lingkungan usaha itu untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha, ditolak mentah-mentah.

Pengurus LPM Sungaibarameh, Zailani Rajo Intan menyebutkan, hal ini sangat menyinggung perasaan masyarakat. Apalagi, selama ini, warga tidak mendapatkan kompensasi apa-apa, dari perusahaan yang berdiri sejak 1979 itu.

“Kami kecewa, karena, lapangan itu juga dulunya lapangan sepakbola, dan biasa digunakan untuk Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sekarang, sudah dibeton, dan tidak bisa digunakan,” kata Zailani, didamping Adi Kris, ketua pemuda setempat, kemarin.

Menurut Zailani, pada Kamis (25/10) Usman, seorang pengurus Masjid Jabal Firdaus, telah meminta izin kepada pengelola CV Rempah Sari H Miswarlek. Karena sudah biasa, tidak ada penolakan, dan diizinkan, bersama anak pemilik perusahaan, Armen, yaitu Mira.

“Namun, saat para pengurus masjid dan LPM mempersiapkan lapangan, datang adik dari pemilik CV, Najib, dan melarangnya. Bahkan, dia berkata cukup kasar, dan menyinggung warga. Kami pun meninggalkan lapangan, dan berkumpul di masjid,” kata Zailani lagi.

Akibat ulah oknum CV tersebut, katanya, warga merapatkan barisan untuk membuat perhitungan. Langkah pertama yang dilakukan, pemuda dan warga menutup aliran air untuk keperluang usaha penjualan rempah, seperti kulit manis, pala, cengkeh dan lainnnya itu.“Kami juga akan meminta konpensasi air yang selama ini mereka gunakan. Sementara, kami sepakat menutup aliran air ini, sampai ada keputusan. Dalam waktu dekat, kami akan memasukkan surat tuntutan,” kata Zailani yang menyebut, akhirnya warga Shalat Idul Adha di masjid Jabal Firdaus.

Ketua Pemuda Ari Kris mengakui, mereka telah mendapatkan restu dari masyarakat, untuk menutup aliran air. Jadi, tidak akan menjadi masalah baru. “Ini demi kepentingan kita bersama, serta harga diri masyarakat di Sungaibarameh,” kata Adi bersama sejumlah pemuda lainnya.

Kekeringan

Pengelola CV Rempah Sari H Miswarlek yang ditemui mengaku sangat dirugikan dengan terhentinya aliran air ke pencucian rempah. Akibatnya, mereka kesulitan mendapatkan pasokan air, dan terancam sulit beroperasi.

“Kami sudah mendengar, kekecewaan warga terhadap tidak bolehnya mereka shalat di lokasi kami. Namun, pada malam takbiran, sebenarnya kami sudah mendatangi LPM dan pengurus masjid, tapi mereka tidak mau lagi, dan merasa tersakiti dengan ucapan adik dari bos kami,” kata pria asal Padangpanjang ini.

Untuk saat ini, katanya, sesuai arahan Armen, pemilik CV yang saat ini tengah dirawat di Jakarta, mereka menunggu keputusan dan tuntutan warga. Karena, saat ini, CV tidak mendapatkan keinginan resmi dari masyarakat.

“Dulu memang ada konpensasi yang diberikan, tapi, sejak beberapa tahun terakhir tidak ada lagi. Kami berharap, persoalan ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan. Karena, perusahaan ini sudah berdiri sangat lama,” kata Miswarlek yang mengaku siap kapanpun berdialog dengan masyarakat. (rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s