Harga-harga di Padang Naik

Inflasi September 0,71 Persen

GambarHARI Raya Idul Adha, ternyata mempengaruhi daya beli, dan harga jual produk di Kota Padang. Akibatnya, salama Oktober lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat, terjadi inflasi selama 0,71 persen. Artinya, selama bulan lalu, tercatat kenaikan harga rata-rata produk di Kota Padang.

Kepala BPS Sumbar Muchsin Ayub menyebutkan, dari 66 kota yang indeks harga konsumen (IHK) nya dihitung BOS, 37 kota mengalami inflasi. Sedangkan, 29 kota lainnya mengalami deflasi (penurunan harga rata-rata). Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari Papua, sebesar 0,97 persen dan terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 0,01 persen.

“Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 2,44 persen dan terendah di Kota Madiun sebesar 0,01 persen,” kata Muchsin dalam berita resmi statistic (BRS) yang dikirim ke redaksi Posmetro, Kamis (1/11) sore.Menurutnya, inflasi kota Padang terjadi karena adanya peningkatan indeks pada lima kelompok pengeluaran antara lain. Yaotu, kelompok bahan makanan 1,40 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,66 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,50 persen, kelompok sandang 1,13 persen, dan kelompok kesehatan 0,10 persen.

Katanya, perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Oktober 2012 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. “Sedangkan dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan yaitu; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan,” kata Muchsin lagi.

Sementara itu, laju inflasi tahun kalender kota Padang (sampai dengan Oktober 2012) tercatat sebesar 3,85 persen. Laju inflasi year on year (Oktober 2012 terhadap Oktober 2011) tercatat sebesar 4,82 persen.

 Dari catatan BPS, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Oktober 2012 antara lain, cabai merah, beras, kontrak rumah, emas perhiasan, udang basah, rokok putih, rokok kretek, rokok kretek filter, tomat sayur dan beberapa jenis ikan antara lain cumi-cumi, gembolo, dan ikan tuna, serta semen.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, tongkol, buncis, minyak goreng, emping mentah, gula pasir dan beberapa komoditi lainnya,” kstanya.

 Pada bulan Oktober 2012 kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan inflasi adalah, kelompok bahan makanan 0,41 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,13 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 persen, kelompok sandang 0,07 persen, dan 0,004 persen. “Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan,” katanya. (rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s