Refrizal: Pertamina Lambat, Warga Sumbar Teraniaya

TERLAMBAT Antisipasi Gejolak Syahbandar di Depot

GambarKELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi selama dua hari di wilayah Sumbar akibat pemblokiran depot Pertamina Unit Pemasaran Terminal I BBM Bungus Teluk Kabung, seharusnya sudah dapat diantisipasi PT Pertamina. Efek besar dari para syahbandar yang menutup pintu, sehingga ratusan truk tangki BBM tak bisa jalan, telah berakibat lumpuhnya kawasan Sumbar, aktivitas terganggu, masyarakat dirugikan.

”Seharusnya kejadian ini tak perlu terjadi, jika PT Pertamina sebelumnya mengantisipasi polemik terpicu akibat persoalan upah itu. Sekarang, yang dirugikan adalah masyarakat. BBM di Sumbar terganggu,” kata Anggota Komisi VI DPR, Refrizal kepada POSMETRO, Kamis (8/11).

Dengan tegas, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan via telepon selulernya. ”Kami di Komisi VI, adalah mitra kerja dari BUMN, termasuk Pertamina. Saya langsung meminta Ibu Karen, untuk menyelesaikan persoalan internalnya dengan buruh atau pekerja supaya masyarakat banyak tidak dirugikan,” kata Refrizal, kepada koran ini kemarin.

Menurut Refrizal, Pertamina memang langsung mengambil tindakan, untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena, terhentinya depot Bungus, tidak bisa langsung diganti dengan pasokan BBM dari Dumai, Provinsi Riau. Karena, jalur yang ditempuh, cukup jauh.”Pertamina langsung melakukan koordinasi dengan  pihak keamanan dan pemda, saat BBM tertahan di Bungus. Namun, karena jarak dari Dumai ke Sumbar terlalu jauh, mereka lebih memilih bernegosiasi dengan para tenaga lepas di sana,” katanya.

Refrizal juga membeberkan adanya SMS terakhir dari Dirut Pertamina yang berisi, ”BBM Teluk Kabung, Bungus hari ini sudah beroperasi normal dan kita tambah 20 mobil tangki untuk recovery stock di SPBU-SPBU”.

”Artinya, BBM sudah mulai dijalankan, bahkan ditambah 20 tangki. Memang masih terlihat antrean, karena mobil BBM masih mendistribusikannya,” kata pria dari Dapil Sumbar II ini.

Refrizal berharap, semua pihak, Pemko Padang, Pemprov Sumbar, Pertamina dan semua unsur terkait, terus menjaga kondusifnya Bungus yang merupakan titik utama distribusi BBM ke Sumbar. ”Kita kan sudah lihat, apa yang terjadi, saat BBM tersendat dari sini. Semoga ini tidak lagi terjadi di masa yang akan datang,” katanya.

Di samping itu, ia meminta BBM subsidi yang selama dua hari tak disalurkan Pertamina, karena aksi demo itu, harus segara disalurkan. Karena BBM itu subsidi, dan setiap daerah termasuk Sumbar telah mendapat kuota BBM subsidi tiap tahun. ”Yang dua hari itu, ya, harus disalurkan ke masyarakat. Karena di akhir tahun nanti ada evaluasinya,” kata Refrizal, anggota Komisi VI yang membidangi perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan Standardisasi Nasional. (rvi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s