Tak ada yang Baru

1-2 UTAMA + SAMBUNGAN (FC).pmdSETIAP pergantian tahun (Masehi) tiba, selalu ramai kita berbicara. Bicara apa saja, berketuntang-tuntang. Kadang dak karu-karuan. Bicara soal bagaimana cara kita-kita merayakan, atau bagaimana tidak merayakan. Bahkan, ada yang ”mengharamkan” memperingati tahun baru. Begitulah kita. Soal kalender baru, berebut pula kita.

Sebelum hari itu tiba, beragam kegiatan digelar. Polisi mempertegas pengamanan dengan Operasi Lilin-nya. Pol PP, siap-siap dengan pengamanan antipenyakit masyarakat (pekat). Nah, muda-mudi, juga pada sibuk. Sibuk membeli sesuatu. Ya sesuatu. Dijual bebas di apotek, minimarket, bahkan supermarket. Kondom namanya.
Saat sebagian dari kita-kita meributkan halal-haram peringatan tahun baru 2016 kemarin, banyak hal yang terjadi, dan terus terjadi. Semacam budaya, tapi budaya siapa, entahlah. Setiap tahun, meributkan, bagaimana agar tahun baru ini tak lagi “dominan”, karena terkait dengan beragam budaya. Budaya terompet, budaya lonceng, bahkan budaya api-mengapi, bakar-membakar.

Di Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, pesta pergantian tahun baru sepertinya senyap saja. Konon Pemkab Agam melarang segala bentuk kegiatan, menutup objek wisata. Hanya segelintir acara-acara mini di beberapa homestay di salingka danau vulkanis. Acara muda-mudi, atau bahkan yang tua-tua berpasang-pasangan. Mereka ditangkap, tapi pasti banyak yang tak tertangkap.

Baca lebih lanjut